Extraordinary Attorney Woo Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Extraordinary Attorney Woo Episode 9 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk. Episode sebelumnya here.

Saatnya jam pulang sekolah. Anak-anak keluar meninggalkan sekolah dan berlari menuju bus akademi masing-masing. Di bus yang menuju akademi Mujin muncul seorang pria aneh yang meniup peluit. Katanya ia adalah Panglima Tentara Pembebasan Anak-anak. Namanya Bang Guppong. Anak-anak tertawa dengarnya karena namanya seperti kentut. Bang Guppong bahkan menunjukkan kartu identitasnya agar mereka percaya. Ia akan membawa mereka menuju kebebasan bermain-alih-alih belajar di akademi Mujin.

Salah seorang anak meminta ijin untuk memberitahu ibunya dan meminta ijin. Bang Guppong nyuruh mereka yang nggak mau ikut untuk turun dari bus. Anak-anak langsung diam. Ia lalu mengatakan sumpahnya kalo 1, anak-anak harus bermain dengan bebas. Dua, anak-anak harus selalu sehat, tiga, anak-anak harus selalu bahagia. Setelah nggak ada yang memutuskan untuk keluar, ia pun mengemudikan bus itu menuju suatu tempat.

Kasus 9 Si peniup seruling

Youngwu berjalan menuju pengadilan sambil telponan dengan Myungsuk. Ia mendapat kasus baru tapi belum sempat mempelajarinya. Myungsuk mengatakan kalo di sana nanti ada Junho yang akan memberinya materi. Setelah masuk ke pengadilan, Youngwu pun bertemu dengan Junho dan dikasih penjelasan tentang kasusnya. Jadi beberapa anak akademi Mujin diculik sama anak dari direktur Mujin. Mereka dibawa berekreasi selaa 4 jam. Dan selama itu mereka hanya bermain. Pria ini ditangkap polisi setelah dilaporkan sama sopir busnya.

Junho melihat ada bulu mata di pipi Youngwu dan mau mengambilnya. Posisi mereka sangat dekat seperti malam itu. Dih jimpit gini aja susah amat ya. Setelah mendapatkannya Junho langsung membuangnya sedang Youngwu pergi untuk bertemu dengan tersangka.

Youngwu membaca materinya sembari menunggu. Ia mengonfirmasikan nama Bang Guppong karena khawatir akan membuat hakim berpikir kalo itu adalah gurauan. Bang Guppong sendiri nggak ingin didampingi pengacara. Ia malah mengomentari nama Youngwu yang kurang menarik bagi anak-anak dan menyarankan nama lain. Wu.. Wu.. Wu si upil besar. Ia lalu mengeluarkan jarinya melalui lubang bicara dan mengajak Youngwu bersalaman.

Selanjutnya keduanya menemui hakim. Seperti yang Youngwu perkirakan, Hakim juga meragukan kalo itu adalah nama yang diberikan orang tuanya. Rupanya Bang Guppong mengganti namanya dua tahun yang lalu. Setelah itu hakim menanyakan pekerjaannya. Bang Guppong menjawab kalo ia adalah pasukan pembebas anak-anak. Youngwu meminta ijin pada hakim untuk bicara dengan tersangka. Ia lalu memberitahu Bang Guppong agar jangan menjawab seperti itu karena ia akan dipenjara dan menyuruhnya untuk menjawab pengangguran atau tidak ada. Awalnya Bang Guppong mengatakan seperti yang Youngwu ajarkan tapi di akhir tetap menjawab kalo ia adalah pasukan pembebasan anak-anak.

Bu Choi datang ke Hanbada dan bertanya tentang anaknya. Ia ingin agar gimanapun caranya anaknya nggak sampai masuk penjara. Myungsuk mengiyakan meski jawaban yang Bong Guppong sampaikan sempat membuat hakim was-was. Dia mengatakan kalo pekerjaannya adalah sebagai panglima pembebasan anak-anak dan alamatnya adalah di hati anak-anak.

Minwu menanyakan tentang anak-anak yang dibawa pergi waktu itu. Bu Choi bilang mereka sudah meninggalkan akademi Mujin. Orang tua mereka memindahkannya ke akademi lain. Myungsuk mengatakan kalo ia sudah menemui orang tua dari 12 anak tersebut. Akan lebih baggus kalo mereka bersedia menulis surat non-hukum untuk meringankan hukuman Bong Guppong. Dan mungkin mereka juga akan meminta uang damai.

Bu Choi menenangkan kalo ia akan menyiapkannya. Ia memberitahu kalo ia membesarkan 3 anak laki-lakinya tanpa hadirnya suami. Ia berhasil membuat ketiganya kuliah di universitas Seoul. Ia ingin anak-anak yang lain juga bisa seperti anaknya. Siapa sangka ia begitu memperhatikan anak-anak lain sehingga mengabaikan anaknya sendiri. Dan untuk meringankan hukuman anaknya, ia bersedia mengambil jalur damai dan akan menyiapkan uangnya.

Malamnya Youngwu makan di tempatnya Minsik. Ia bertanya pada Geurami tentang seseorang yang sudah menyatakan perasaannya tapi nggak dijawab. Geurami langsung tahu kalo yang dimaksud adalah dirinya sendiri dengan Junho. Ia lalu cerita tentang yang terjadi saat ia menyatakan perasaannya sembari menunggu Park Yujin. Karena waktu itu belum dijawab, ia mau menanyakannya lagi tapi dilarang sama Geurami. Sama Geurami ia disarankan untuk bersikap baik sama Junho tapi nggak boleh mengatakan apapun biar Junho bingung. Lah bersikap baik gimana? Minsik lalu memberikan beberapa contoh seperti menarik kursinya, membukakan pintu, berjalan di trotoar dan membawakan barangnya.

Youngwu dan Minwu menemui Bang Guppong. Wajahnya lebam tapi dia bilang itu adalah galaksi bimasakti. Keduanya menanyakan apa yang Bang Guppong lakukan pada anak-anak setelah membawanya ke bukit. Bang Gupong mengatakan kalo ia mengadakan upacara penerimaan mereka.

Bang Guppong nyuruh anak-anak untuk membuat lingkaran. Ia mengatakan beberapa hal yang menjadi musuh mereka, orang tua, belajar dan akademi. Setelah mengucapkan sumpah mereka, ia mengajak mereka untuk bermain-main. Beberapa permainan sederhana tapi membuat anak-anak sangat senang. Mereka juga mencari biji kenari, membakar ubi dan minum susu.

Minwu nggak nyangka kalo permainan yang dilakukannya adalah permainan biasa. Bang Guppong mengatakan kalo permainan yang dia maksud terlalu berat, itu bukan permainan namanya. Bahkan hanya dengan melihat langit dan menertawakan awan yang berterbangan sudah bisa disebut bermain. Youngwu paham kao Bang Guppong punya pengertian sendiri. Tapi mungkin itu bisa memperberat hukumannya.

Bang Guppong sediri nggak menginginkan hukumannya diringankan. Ibunya yang menginginkannya. Karena yang ia inginkan adalah… Ia meminta mereka mendekat dan melanjutkan kalimatnya “pembebasan anak-anak”

Youngwu yang makan di kantin bercerita tentang Bang Guppong pada Junho. Junho seperti kesal karena ini pertama kalinya Youngwu cerita tentang orang dan bukannya tentang paus. Youngwu nggak peka dan melanjutkan ceritanya. Melihat Junho mau duduk, ia pun mendahuluinya, meletakkan makanannya lalu menarik kursi untuk Junho seperti yang disarankan Minsik.

Sopir bus yang mengangkut anak-anak ke akademi Mujin bersaksi kalo ia dikasih Misugaru sama Bang Guppong kemudian tertidr. Ia tersadar 4 jam kemudian dan melihat kalo bus sudah ada di kaki bukit. Bang Guppong turun dari bukit sambil meniup peluiat diikuti sama anak-anak di belakangnya. Ia menduga kao Bang Guppong mencampur obat tidur ke dalam misugaru yang ia minum. Sebelumnya Bang Guppong juga sering datang ke akademi mungkin untuk mengecek jadwal bus.

Pengacara Bang Guppong mengaku keberatan karena menganggap saksi menyatakan spekulasi dan bukannya fakta. Dan saat para pengacara melakukannya untuk membela Bang Guppong, Bang Guppongnya sendiri malah membenarkan semua dugaan sopir.

Dalam perjalanan dari pengaadilan, Myungsuk ditelpon sama bu Choi. Ia nggak berhasil mendapatkan surat non-hukuman dari orang tua murid. Mereka malah berencana untuk menuntut Mujin. Youngwu lalu punya ide untuk menemui anak-anak. Bagi para orang tua, apa yang Bang Guppong lakukan mungkin sangat buruk tapi bagi anak-anak itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan.

Minwu berpendapat kalo para orang tua sampai tahu maka itu akan lebih buruk lagi. Youngwu pikir mereka bisa membuatnya secara alami seakan kebetulan ketemu di jalan. Myungsuk mengijinkan. Tapi ia minta Youngwu untuk melakukannya sealami mungkin. Dan karena Youngwu nggak mungkin pergi sendiri, mereka nyuruh Junho untuk menemani Youngwu. Junho sih mengiyakan sambil senyum.

Youngwu dan Junho berjalan berdua. Junho pikir sebaiknya mereka ke akademi Mujin terlebih dahulu. Youngwu setuju. Mereka akan naik taksi. Youngwu yang ingat apa yang Minsik katakan pun melakukannya. Ia berjalan di pinggir trotoar untuk melindungi Junho. Junho merasa nggak enak. Seharusnya ia yang berjalan di pinggir. Bahkan Youngwu juga membukakan pintu taksi untuknya.

Keduanya masuk ke sebuah kafe dan bertemu dengan Minji, salah satu anak yang ikut ke bukit. Ia baru makan malam padahal sudah jam 21 lewat. Dengan mengaku sebagai teman Bang Guppong, mereka bertanya tentang akademi Mujin. Katanya di sana ada kelas terkunci. Selama kelas berlangsung mereka nggak diijinkan untuk keluar sebelum kelas berakhir. Bahkan ke toilet harus mendapat ijin terlebih dahulu.

Mereka ingin bertanya tentang Bang Guppong dan apa yang mereka lakukan selama di bukit tapi Minji kehabisan waktu. Ia harus ke kafe belajar. Setelah keluar dari akademi Mujin, ia harus belajar ke kafe belajar sebelum mendapatkan tempat les yang baru. Ia juga menunjukkan biji kenari yang ia dapat saat ke bukit bersama Bang Guppong. Sebelum pergi ia nyuruh mereka untuk ke toserba seberang jalan. Di sana ada anak-anak yang ikut ke bukit bersamanya.

Mereka beneran ke toserba yang Minji sebutkan. Keduanya menemui penjaaga kasir dan dikasih tahu tahu kalo anak-anak itu nggak diijinkan untuk makan sebelum kelas selesai. Nggak lama kemudian mereka melihat anak-anak itu berdatangan dan mengambil makanan-makanan instan dan minuman berkafein yang sebenarnya nggak baik untuk kesehatan anak-anak. Penjaga toko juga menunjukkan anak-anak yang dipaksa belajar keras tentang sains hingga membuat pertumbuhan mereka terlambat karena kurangnya nutrisi. Mereka melihat anak laki-laki dan perempuan yang ada di luar.

Anak laki-laki itu menangis. Keduanya menghampiri mereka. Katanya anak laki-laki itu mendapatkan bimbang karena nggak bisa memecahkan soal matematika dari pukul 15 sampai pukul 22. Youngwu bertanya apa mereka mengenal Bang Guppong? Keduanya mengiyakan. Anak perempuan itu menunjukkan biji yang ia temukan di bukit yang ia buat menjadi kalung dan anak laki-laki itu membuatnya menjadi gelang.

Sayang mereka harus pergi karena ibu mereka sudah datang. Youngwu menahan dan bertanya apa mereka ingin Bang Guppong masuk penjara? Apa mereka ingin bermmain lagi dengan Bang Guppong? Anak laki-laki itu kembali lagi dan membisikkan sesuatu pada Youngwu.

Youngwu ke kantor dan melaporkan apa yang ia dapat pada Myungsuk. Ia pikir bisa meringankan Bang Guppong kalo bisa membuat anak-anak bersaksi. Tapi Minwu bilang kalo anak-anak itu masih di bawah umur dan para orang tua nggak akan setuju. Myungsuk juga memintanya untuk jangan trlalu terhayut sama apa yang dikatakan Bang Guppong.

Di luar Youngwu dan Minwu bertemu dengan Suyeon. Ia nampak sangat cantik. Katanya habis mendatangi sogaeting. Ia bahkan minta mereka untuk mengenalkannya sama pria baik. Youngwu mengatakan kalo ia kenal sama seorang pria baik. Ia menarik kursi, berjalan di pinggir trotoar, membukakan pintu dan mebawakan tasnya. Suyeon sangat tertarik dan minta dikenalkan. Minwu menanggapinya dengan sinis.

Myungsuk dan tim menjembatani pertemuan antara para ibu dan bu Choi. Mereka lega Bang Guppong segera di tangkap. Khawatirnya akan ada pel#cehan pada anak-anak mereka. Bu Choi berlutut memohon maaf pada mereka. Anaknya sakit mental. Ia nggak ingin anaknya berakhir di penjara dan melakukan hal ekstrim.

Berkat apa yang bu Choi lakukan, 11 dari 12 ibu bersedia menandatanganinya. Myungsuk dan Minwu mengumpulkannya lalu pamit. Youngwu pulang paling akhir. Ia mengulangi apa yang bu Choi katakan kalo Bang Gupong sakit mental dan nggak tahu apa yang dilakukannya. Tapi menurutnya Bang Guppong bukanlah orang yang seperti itu. Bu Choi mengatakan kalo itu karena Youngwu baru mengenalnya. Tapi menurut Youngwu, bu Choi yang adalah ibunya seharusnya bisa lebih memahami dan membuka hati untuknya. Anak-anak menyukai nama Bang Guppong dan memahami pembebasan yang dilakukan sedang orang dewasa nggak mengerti sama sekali. Dan yang dibisikkan anak laki-laki yang wakyu itu adalah ia ingin bermain seharian dengan Bang Guppong dan ia ingin dibebaskan.

Dalam sidang selanjutnya dihadirkan saksi ahli, seorang dokter yang menjelaskan kejiwaan Bang Guppong. Katanya Bang Guppong mengalami delusi. Mendadak Youngwu mendengar suara lumba-lumba. Semua orang hilang saat lumba-lumba itu masuk ke ruang sidang dan menghadap dirinya. Tiba-tiba Youngwu bangkit dan bilang akan bertanya kepada saksi.

Youngwu menyinggung tentang kelas terkunci. Dengan sangat runut ia menjelaskan apa itu kelas terkunci. Anak-anak yang usianya kurang dari 12 tahun dipaksa belajar selama 12 jam tanpa makan dan minum. Bahkan ke toilet aja harus ijin. Dan kalo ke toilet sebanyk 2 kali dianggap nggak serius belajar dan disuruh pulang. Dan terakhir ia menekankan kalo terdakwa sangat sadar melakukannya. Ia juga bilang kalo musuh terbesar anak-anak adalah belajar, akademi dan orang tua.

Hakim mengingatkan kalo pihak terdakwalah yang sudah meminta saksi. Ia juga memperingatkan kalo apa yang ia katakan bisa memberakan terdakwa. Youngwu membenarkan kalo dengan menyatakan kalo dengan mengatakan kalo terdakwa memiliki penyakit mental akan meringankan terdakwa. Tapi itu melanggar ideologinya.

Hakim lu bertanya pada Bong Guppong apakah ia menyesali perbuatannya? Bang Guppong menjawab enggak. Dan saar hakim bertanya apa Bang Guppong akan mengulanginya lagi? Bang Guppong menjawab iya.

Minwu menemui Myungsuk usai sidang dan bertanya apa Youngwu akan dapat hukuman? Myungsuk mengatakan kalo ia hanya akan memberinya teguran. Padahal Minwu ingin Youngwu dikasih penalti. Myungsuk ingat kalo mereka sudah pernah membicarakannya sebelumnya. Ia mengingatkan Minwu tentang tulisannya di papan buletin dan menasehati agar membicarakannya satu sama lain dan menyelesaikannya kalo ada perbedaan pendapat. Karena memberi penghargaan atau hukuman itu nggak ada dalam catatan kerjanya.

Youngwu dan Myungsuk menemui Bang Duppong. Mereka meminta maaf atas perbedaan pendapat pengacara dalam membelanya. Bang Duppong menanyakan ibunya dan bu Choi nggak mempermasalahkannya. Bang Guppong sendiri memiliki satu permintaan. Ia ingin mereka menghadirkan pasukan pembebasan anak-anak di sidang terakhirnya. Ia nggak ingin mereka berpikir kalo gaji dari bermain mereka adalah penjara. Ia ingin mereka melihat ia menerima hukumannya dengan bermartabat.

Yooungwu, Myungsuk dan Minwu bertemu dengan para ibu dan meminta mereka agar memberi ijin untuk anak-anak mereka hadir dalam persidangan sembari memamerkan kalo mereka adalah lulusan Universitas Nasional Seoul.

Di kantor Youngwu bertemu dengan Junho. Ia memberitahu kalo akademi Mujin meminjamkan bus untuk membawa anak-anak. Youngwu melihat Junho membawa sekardus dokumen langsung membantunya. Junho menyusulnya dan mengambilnya kembali sambil menanyakan alasannya bersikap baik panya. Apa ia melakukan kesalahan?

Youngwu mengatakan kalo ia menyukainya makanya baik padanya. Junho kaget. Youngwu merasa malu lalu pergi dari sana.

Akhirnya Myungsuk dan tim membawa anak-anak ke pengadilan menggunakan bus. Sebelum jalan mereka menanyakan nama Junho dan yang lainnya. Youngwu mengubah nama Junho menjadi sesuatu yang lucu. Begitu juga dengan namanya sendiri. Minwu dan Myungsuk juga mengikuti dan membuat anak-anak senang.

Di persidangan hakim menanyakan apa ada yang ingin terdakwa katakan untuk yang terakhir kali? Bang Guppong berdiri. Pertama-tamma ia ingin bicara dengan orang dewasa kalo anak-anak harus bermain sekarang. Kalo nanti sudah terlambat. Setelah masuk kuliah, bekerja lalu menikah itu sudah terlambat. Selanjutnya ia mengatakan sumpah mereka. Awalnya yang mengikuti hanya anak laki-laki gemuk yang sebelumnya tapi lalu yang lainnya mengikuti.

Hakim menegur mereka dan melarang mereka bicaa kecuali terdakwa. Youngwu langsung bangkit dan menunjukkan kalo anak-anak adalah korban jadi mereka berhak bicara. Ia juga meminta hakim membiarkan mereka mengatakan deklarasi mereka.

Bang Guppong lalu maju dan mengulangi deklarasinya kali ini dengan gaya. Terakhir ia mengatakan kalo ia akan memenuhi tuntutan dari orang dewasa, akademi dan orang tua. Anak-anak maju dan menunjukkan apa yang merekabuat dari biji yang mereka dapat saat bermain di bukit. Mereka lalu berpelukan dengan Bang Guppong. Petugas mau memisahkan mereka tapi mlah ikut dipeluk juga.

Para orang dewasa terharu melihatnya. Saat itulah Youngwu melihat lumba-lumba yang sebelumnya berenang melewati Bang Guppong lalu keluar.

Junho mau makan jajjangmyeon dengan Minwu. Melihat Junho gelisah, Minwu pun menanyakan siapa orangnya. Ia sudah tahu kalo orang itu bukanlah Suyeon. Junho nggak mau memberitahu. Ia mencemaskan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah mereka saling menyukai. Minwu menyarankan agar Junho pergi kalo memang mereka sudah yakin dengan perasaan masing-masing. Junho menurutinya dan pergi. Lah padahal maksudnya Minwu itu pergi untuk pacaran, bukan pergi yang sebenarnya.

Youngwu mau meninggalkan kantor. Kali ini ia mau melewati pintu berputar. Ia melakukannya seperti yang pernah ia lakukan dengan Junho. Lah kok malah ikut berputar… Mendadak pintu berhenti. Rupanya dihentikan sama Junho. Youngwu berterima kasih dan keluar. Junho lalu mengatakan kalo ia juga menyukai Youngwu. Ia sangat menyukainya sapai rasanya seperti sakit di dalam.

Ayah sedang menyiapkan sayur untuk gimbabnya. Mendadak Tae Sumi datang. Mereka bicara di dalam. Ternyata di luar ada yang mengambil gambar. Wartawan yang sebelumnya mmemotret di desa Sodeok-dong. Ia merasa aneh melihat Tae Sumi mendatangi restoran gimbab semmalam itu. Ia lalu ingat kalo Youngwu itu pegacara Hanbada… ???

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Our Blues Ep 13

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Blues Episode 13, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. BACA EPISODE…