Dr. Romantic Season 3 Ep 11 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Dr. Romantic Season 3 Episode 11 Part 1 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. SEBELUMNYA DISINI.

Terlihat seorang Dokter bedah Toraks Woo Sangmin naik ke atap dan terjun. Professor cah jinman dalam persidangannya menyampaikan sebanyak 69 persen RS di berbagai provinsi kekurangan dokter. Mulai dari bertanggungjawab atas Bangsal ICu dan UGD hingga konsultasi wali. Tak ada ya g mendaftar ke bedah TKV. Tak ada dokter meski jantungmu berhenti. Kesadaran mengabdi tak cukup untuk melamar ke departemen media inti. RS Universitas Negeri kekurangan Mahasiswa Jurusan Kedokteran Inti

Bidang kedokteran sedang menghadapi krisis. Jumlah pendaftar ke departemen media inti menurun. Di berbagai provinsi.jangankan dokter ahli bedah dokter ahli pediatri dan gawat  darurat saja sangat kurang jumlahnya.

Seorang ibu ketakutan anaknya demam tinggi tapi sudah lebih dari enam jam  menunggu di RS. Seorang pria cerita Semua RS universitas menyuruh  menunggu  beberapa bulan sampai menemukan dokter bedah di Incheon. Mereka tinggal di Daegu.

Seorang kakek cerita mereka menutup UGD karena tak ada dokter bertugas.Rasa sakit di jantungnya tidak tertahankan. Dai mengira akan mati saat itu. Petugas medis bolak balik ke RS sampai menemukan RS yang mau menerima pasien.

Setiap tahun ada banyak pelamar untuk sekolah kedokteran. Tapi kenapa kita selalu kekurangan dokter tiap tahunnya? Konon karena kita semua lebih memilih bedah plastik atau dermatologi demi uang. Sebagian benar dan sebagian salah.

Saya yakin d banyak doketr yang ingin menghasilkan bnayak uang. Masalah angka jelas tidak bisa dipungkiri. Namun alasan yang lebih krusial adalah rasa hormat terhadap profesional medis telah lenyap. Keluarga, para senior mengecilkan hati kami. Meski demikian banyak dikter bedah memikih jalan ini untuk menjadi dokter sejati.

Tapi mereka mengalami kekerasan verbal dan fisik tanpa perlindungan apapun. Mereka dibeli juga terluka. Sesuai hasil investigasi kepolisian kecelakan mobil pada hari itu disebabkan oleh rasa kantuk pengemudi. Bahkan saat penggugat mengklaim staf medis kami mengabaikan putranya.

Mereka sedang berjuang keras menyelamatkan dua pasien lain yang merupakan ajudannya. Dokter jung insu dari UGD menangani itu sendirian. Saya yakin kalian sudah memastikan kebenarannya melalui rekaman cctv yang diarahkan. Alih alih kelalaian itu adalah kecelakaan tragis akibat kurangnya tenaga  kerja.

Meski menanggung beban kerja 100 dokter karen kekurangan staf dengan merawat dan mengoperasi pasien situasi terkini memaksa kami untuk menunjukkan diri di pengadilan bahwa kami telah berusaha sebaik mungkin. Dunia memandang kami sebagai penjahat mata duitan dengan snagat hina.

Sebagai seseorang yang hanya mengabdi untuk pasien saya pun merasa getir dan seolah olah semuanya percuma.jangankan rasa hormat sopan terhadap dokter pun tidak punya martabat. Dokter mana  yang mau menjaga UGD dan menjalankan ruang operasi? Saya menutup pernyataan terakhir dengan mengajukan pertanyaan tersebut.

Pak Jang lari lari nyariin master kim. Ngasih tahu kalau pengadilan telah memutuskan mendukung RS Doldam. Mereka menang. Seperti yang sudah dibilang Pak jang itu akan terjadi. Pak Jang terbahak. Master kim ngingetin ada inspeksi kebakaran di Pusat Layanan  Trauma. Pak Jang mau ke sana. Meski terlihat cuek dia tahu hati master kim bahagia. Lalu Pak jang mengabari Bu Oh.

Bu Ko minta mereka jangan terlalu senang karena dia akan naik banding. Profesor cha pikir dia belum selesai melampiaskan emosi. Bu ko ngaku berduka atas kematian putranya  dengan caranya sendiri sekarang. – Teehanyut dalam penderitaan diri dan menyalahkan orang lain bukanlah berduka tapi mrngganggu.

Bantah professor cha. – Sulitkah memberiku permintaan maaf tulus?tanya Bu Ko.  Sepertinya profesor Cha sudah sering berurusan sama orang seperti bu Ko. Dan merasa dikerumuni seperti sekawanan anjing begitu minta maaf untuk menjebak mereka sebagai kriminal dan pembunuh. Profesor Cha tidak berniat dinjak injak lagi.

Bu Ko pikir kekuasaan dan harga dirinya lebih penting daripada nyawa orang. Cha Jinman bermaksud menjaga kehormatannya sebagai dokter. Sebagai pertahanan terakhir mereka. Bu Ko menatapnya dalam diam.

Kembali saat setelah Bu Ko dioperasi. Bu Ko ingin tahu kenapa mastee kim membawa Cha jinman, sifat dan kepribadiannya berbeda darinya. Master Kim membawanya karena dia berbeda darinya. Di organisasi manapun terlalu condong ke satu sisi bukanlah baik. Banyak ide dan opini harus berdampingan agar suatu organisasi memjadi sehat. Selain itu profesor Cha satu yang terbaik di bidsng itu. Jadi tidak alasan baginya menolaknya.

 – Kau tahu insiden saat dokter residen Universitas Hankuk melompat bunuh diri tiga tahun lalu? Ada rumor dia bunuh diri karena Professor cha terlalu menindas. – Kita tak bisa menyangkal seluruh kariernya hanya karena satu rumor. – Tapi bagaimana jika semua rumor iti benar? Kau masih akan berpikiran begitu? Bu Ko pikir pad akhirnya mereka semua sama. Bu Ko membuat penawaran memecat professor Cha Jinman maka  dia cabut gugatannya. Dia juga akan meninjau anggaran yang dibutuhkan pusat layanan trauma.

Maksudnya dia harus melihat Professir cha meninggalkan pusat layanan trauma. Belum ada jawaban dari master kim.

Kembali ke persidangan.  Bu Ko berharap professor cha membela diri dengan baik di persidangan kedua.

Sepertinya itu akan menjadi pertarungan yang panjang. Direktur Park mengharuskan mereka mencari cara untuk memenangkannya. Profesor cha sepertinya memikirkan sesuatu.

Seseorang memakai jas dokter masuk ke ruangan Cha jinman meletakkan kotak berwarna hitam di meja Cha jinman.  Mastrr kim mengawasi para pasiennya dari lantai atas tampak cemas.

Bab 11 Kepastian dari Ketidakpastian

Areum ngasih tahu Bu eom mereka kehabisan plester busa di ruang operasi hibrida.Bu Eom   ngasih tahu perawat Euntak yang bertanggung jawab atas ruangan itu. Euntak menghampiri ngasih tahu perusahaan kekuarangan pasokan dan tak bisa mengirimnya untk sementara. Mereka akan beralih ke produk perusahaan lain. Euntak akan mengisinya begitu tiba sore ini. Areum tak membalas. Areum nyuruh  Bu Eom periksa tes gula darah pasien di ranjang lima dan informasikan dia sudah boleh pulang. Euntak menatap kepergiannya.

Bu eom ngasih tahu Kalo Areum menangis tersedu sedu hari itu.Dia sangat mencemaskannya. Euntak harus tahu itu. Ada Donghwa di sana.

 Areum diam diam memgawasi euntak. Donghwa memergokinya dan minta dia berhenti menatapnya karena kentara pura pura marah.  Tapi terus mengawasi perasaan dan tindakan perawat euntk. Berpura pura marah tapi terus resah dan sangat memedulikannya. Areum menyangkak berpura pura. Dia benar benar marah. Tapi yang dilakukannya menurut Donghwa nggak berhasil. Hanya ia yang menderita. Makanya dia harus bersikap lebih tegas. Pertama kau harus bergaul dengnku, kata donghwa.

Eunjae dikejutkan dengan kedatangan ibunya di rumahnya. Ibunya membawa barang barang ayahnya. Ibunya bahkan akan tinggal bersamanya dan ayahnya. Ibu menyarankan mencari rumah lantai dua sepwrti impiannya.

Eunaje marah ibunya memtuskan hal seperti itu tanpa membahasnya dengannya dahulu. Ibunya malah tersyum bilang kalo mereka sedang membahasnya. Eunjae menegaskan dia sudah hidup terpisah dari ayah ibunya. Ibunya pikir itu saat ayah dan ibunya tidak tinggal dekat sana.

Lalu ibunya tanya kabar Woojin. Eunjae bilang dia memulai rehabilitasinya dia hari lalu. Ibunya sepertinya khawatir tapi kesal karena jika tangan woojin rusak nggak ada gunanya lagi. Ibunya menyesali pada akhirnya Eunaje akan menyesali siapa yang akan dinikahinya.  Ibunya belum merestui Seo woojin. Eunjae langsung pergi mendengar itu. Tapi terlambat karena ibunya masuk ke kamar yng ditempati Woojin dan melihat barangnya.

Jari manis dan kelingking woojin tidak merespon dengan baik. Dokter Bae menenangkan dia baru mulai rehabilitasi dua hari lalu. Santai saja. Fokus saja pada rehabilitasi mu selama enam bulan ke depan. Sepertinya Woojin belum bisa mengoperasi sementara waktu sampai Dokter Bae memberikan persetujuan akhir setelah melihat tangannya. Woojin tudak diizinkan memegang pisau bedah.  Woojin tampak sedih. Lalu dokter mengajaknya melatih jarinya lagi.

Ibunya Eunjae syok setelah tahu Eunjae tinggal bersama Woojin. Eunjae mengira ayahnya nggak tahu itu…ibunya menyuruh Woojin mengambil barang barangnya. Ibunya marah takkan mengijinkan mereka tinggal bersama sebelum menikah. Kau pikir ibu bekerja keras mebesarkanmu untuk hidup seperti ini? Ibunya marah Eunjae mempermalukan orangtuanya dan khawatir akan tersebar rumor dia tinggalmserumah dengan pria selagi bekerja di RS perdesaan. Tentu ayah dan ibunya tak punya muka.

Ibunya menuduhnya egois. Tapi Eunjae menegaskan ingin bersama Woojin dan mencintainya. Ibunya meyakinkan jika woojin benar mencuntaindan memedulikannya  tak akan memutuskan hal itu. Saking vukgarnya ibunya tak bisa berkata kata. Eunjae bersikeras dia yang memutuskan bukan woojin tapi ibunya marah berpikir dia melindunginya. Apapun itu ibunya takkan mundur dari amsalah itu.

Eunjae menggerutu sendiri sambil membawa barang barangnya ke RS lalu dia mendengar doktee Bae memberitahu Master kim kemungkinan tangan woojin tidak bisa pulih seperti semula. Ada kemungkinan kelumpuhan permanen di jari manis dan kelingking.

Dokter Bae belum memberitahu derailnya pada Woojin. Untuk saat ini dia hanya menganggapnya gejala sisa operasi. Tapi dia akan segera tahu. Sensasi dan cara jarinya bergerak tidak akan terasa sama seperti sebelumnya. Lagipula dia cukup sensitif dengan jarinya. Menurutnya butuh brapa lama baginya untuk melakukan operasi lagi? Tanya master kim. Dokter Bae pikir dia tidak bisa segesit sebelumnya. Pusing kan master kim.

Eunjae menemui woojin dengan ceria meski mendengar hal itu. Membawakan pakaian untuknya dan hadiah sesuatu untu rehabilitasinya dengan varian warna. Woojin menduga terjadi sesuatu.

Tapi Eunaje melarangnya membaca isi hatinya mulai sekarang. Woojin busa tahu dari suaranya. Eunjae ngaku terkadang punya perasaan yang ingin disimpannya sendiri. Woojin minta dia tak khawatir..woojin akan kembali ke ruang operasi dengan kondisi prima. Mungkin akan menyebalkan untuk sementara tapi dia akan bisa mengatasinya. Aku ikon kegigihan bukan?

Haruskah kita menikah? Kita daftarkan saja pernikahan kita. Bagaimana menurutmu? Tanya Eunjae. Woojin hanya menatapnya

Bu Oh mau menyapa Eunjae ynang melamun tapi dicegah perawat Kim untuk membiarkannya. Pikirannya sedang tidak ditempatnya.

Woojin saat itu ingin tahu kenapa tiba tiba eunjae membahas pernikahan. Eunjae bilang nggak ada alasan. Hanya ingin. – Apa kita ketahuan? – Bukan begitu. Woojin tak ingin dia mengucapkan kata pernikahan begitu saja. – Aku tidak asal. – Tapi bagiku seperti itu. Kau ingin menyingkirkan semua yang mengganggumu sekaligus. Kau pikir bisa melakukannya dengan menikah dan mengucapkan kata itu. Eunjae pikir dia tidak mau menikah dengannya. Woojin bukan sepert itu.

Donghwa akan memberikan kartu pas  pemakaiannyanya pada Areum.Seperti  Kedengarannya tiket khusus memanfaatkannya. Biasanya dia nggak memberikannya secara Cuma Cuma. Tapi karena dia mengajarinya membaca USG,dia akan membalasnya. Karena di sedang perang dingin sama perawat Euntak taktiknya nggak brrhasil hanya dia yang tertekan..

Jadi Donghwa akan membantunya. Dengan cara membuat Euntak kesal karena Areum hanya akan bicara,makan  dengannya juga bersikap ramah. Mungkin Euntak akan bersikap tenang tapi kelamaan akan cemas.

Saat itulah Areum bisa mengambil kendali dan mendominasi hubungan mereka. Permainan berakhir. -Kau sungguh berpikir itu akan berhasil? – Aku sudH bemain gim selama lebih dari 20 tahun. Membaca alur dan menjalankan strategi adalah keahlanku. Kau ingin melihat mata perawat. Euntak berkedip karena cemburu?

– Bagaimana jIka tidak berhasil? – Kau hArus putus dengannya. Artinya dia tidak benar benar menyukaimu.jika aku melihat pria lain didekat gadis yang kusukai kurasa aku tidak akan tahan. – Kalau begitu jangn berada di dekatku. – Apa? – Memang benar aku marah pada Euntak tapi menguji perasaan seseorang seperti itu tidak dibenarkan. Jika kau ingin memberikan kartu pas pemakaian jang donghwa berikan saja kepada pasien. Maka kau akan tampak jauh lebih keren. Wok wok….

Ada Pasien! Dia terpeleset dan jatuh dari tangga. Menurut tetangganya dia menunjukkan gejala demensia. Dia mengalami laserasi dahi tapi pendarahannya ringan. Ada goresan di lengannya. Panjangnya sekitar delapan centimeter. Tekanan darahnya 150 per 100.

Detak jantung 90. Dia kesulitan bernapas. – Walinya? – Kami bLum menghubungi siapapun. – Dokter tolong selamatkan aku. Pinta pasien sambil memegang tangan Areum. Orang orang berusaha menculik ku. – Bu ini RS. Kau datang ke sini karena terluka. – Selamatkan aku dikter. Tolong lepaskan ikatanku. Aku tidak mau dipenjara. – Bawa dia ke ranjang tiga.

Areum akan memeriksa nafasnya tapi Nenek itu menangkisnya. – Tidak. Pergilah berandal!. Aku tidak punya uang. Kau mau merampas apa lagi? Kau mau mencuri apa berandal? Enyahlah. Katanya pada areum. Euntak mencoba menenangkannya. Lalu pada Euntak.

Kakak. Ini aku. Junggeum. Kenapa kau datang terlambat? Ayah dan ibu sudah lama menunggu. Nenek itu menggengam tangan Euntak ya g kebingungan. Lalu ada pasien lagi..Areum menyuruhnya memberinya oksigen dan menghubungi dokter lee.  

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like