Dali and The Cocky Prince Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Dali and The Cocky Prince Episode 2, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini. Episode sebelumnya.

Foto : Nodrekor.icu

Dali dan Moohak mencuci piring sambil mengobrol. Awalnya mereka hanya orang asing tapi sekarang mereka mereka bahkan tertawa bersama.

Setelah selesai, Moohak mandi. Mendadak listrik mati dan ia mendengar teriakan Dali. Panik ia mengambil handuk dan mencari Dali tapi malah kesandung dan jatuh menimpa Dali. Lampu menyala. Moohak dan Dali terdiam. Kata Dali emang sering mati lampu di sana. Moohak nyuruh Dali untuk memejamkan matanya. Ia lalu kembali ke kamar mandi dan melanjutkan mandinya.

Foto : Nodrekor.icu
Foto : Nodrekor.icu

Esok harinya

Dali yang habis telponan ngasih tahu Moohak kalo nyonya Bronckhorst memutuskan nggak menuntut Moohak. Ia justru bersyukur karena berkat Moohak ia tahu kalo lukisannya palsu. Moohak juga sudah menghubungi stafnya. Ia juga menemukan Mr. jin Hitonari.

Selanjutnya Dali mengantar Moohak ke hotel. Merasa berat untuk berpisah, Moohak memberikan jam tangan mahalnya pada Dali dan memintanya untuk menunjukkannya saat ia mengunjungi galerinya.

Foto : Nodrekor.icu

Mereka berpisah. Di dalam lift Moohak baru ngeh kalo dia belum tahu nama galerinya Dali. Ia buru-buru mencarinya dan menemukan Dali nangis lalu masuk mobil. Moohak mau mengejarnya tapi keburu jauh.

Foto : Nodrekor.icu
Foto : Nodrekor.icu

Akhirnya Moohak ketemu sama Miri dan setelah menandatangani kerjasama, ia meminta Miri untuk mencari Dali. Seharian mereka mencari tapi nggak ketemu. Masalahnya Moohak nggak tahu tempat tinggalnya dan tempatnya bekerja. Miri bahkan berpikir kalo Moohak lagi bermimpi. Moohak membantah. Ia meyakinkan kalo Dali membawanya ke pesta seni dan ia merusak sebuah lukisan di sana. Ia juga diajak ke rumah Dali. Bahkan saat mereka berpisah di hotel ia melihat Dali nangis.

Miri yakin banget kalo Moohak ditipu. Dali melakukan semua itu untuk mendapatkan jam tangannya. Moohak awalnya membantah. Tapi karena nggak bisa menemukan Dali akhirnya ia ikut percaya kalo Dali sudah menipunya.

Foto : Nodrekor.icu

Ayah Dali meninggal makanya ia kembali ke Korea. Banyak orang yang datang untuk berduka cita, di antaranya Taejin, orang yang dulu dekat sama Dali. Bahkan sampai pernah mau menikah. Won Tak juga datang. Ia nampak sangat terpukul dengan kematian ayah.

Taejin pergi. Tapi sebelumnya ia minta asistennya untuk mencari tahu kondisi galeri Cheongsong.

Foto : Nodrekor.icu

Ki Cheol adalah orang yang pertama kali menemukan kalo ayah Dali meninggal. Nggak tahu kenapa ia nampak gelisah. Ayah Moohak datang dan menanyakan soal Moohak ke Ki Cheol. Dia masih belum mulai bekerja.

Foto : Nodrekor.icu

Di rumah Moohak sedang memasak. Dia sakit. Ia masih kesal kalo ingat sama Dali. Miri datang dan melapor kalo ia masih belum menemukan Dali. Hhh padahal mereka sudah menyewa detektif swasta yang mahal. Ia bahkan nggak ragu buat membayar 10 kali lipat kalo mereka berhasil menemukannya. Sampai heran Kiri. Moohak lagi nyari jam tangannya apa Dali?

Foto : Nodrekor.icu
Foto : Nodrekor.icu

Dali ke ruangan ayahnya. Sebagai anaknya ayah ia bertanggung jawab untuk mengatasi pinjaman ayah yang sudah jatuh tempo. Karena itulah Dali menemui tekan ayahnya untuk meminta pinjaman tapi nggak membuahkan hasil.

Sementara itu Moohak ke rumah sakit bersama Miri lalu pergi ke bank untuk mengecek buku tabungan.

Sepulangnya dari bank mobil Moohak bersebelahan sama taksi yang Dali tumpangi tapi keduanya sama-sama nggak ngeh. Dan saat Moohak melihat ke sebelah gegara males diomelin mulu sama Miri. Saat itulah dia lihat Dali tapi karena nggak yakin dia mengabaikannya.

Foto : Nodrekor.icu

Dali pergi ke kantor polisi untuk mencari Won Tak tapi dia nggak ada. Ia dikasih alamatnya sama rekannya. Dalipun datang ke sana. Ia mengetuk pintu rumah Won Tak tapi nggak ada jawaban. Di depan ada catatan yang nyuruh Won Tak untuk membayar sewa.

Di dalam Won Tak masih tidur. Tempatnya berantakan banget. Ia memimpikan saat Dali dan ayahnya membelanya yang habis berantem sama 5 orang. Dali sama ayahmya jugalah yang mendukungnya untuk jadi polisi. Bahkan Yah Dali menganggapnya sebagai anaknya.

Foto : Nodrekor.icu
Foto : Nodrekor.icu

Akhirnya Won Tak bangun dan membuka pintu. Dia mau mempersilakan Dali untuk masuk tapi rumahnya berantakan. Akhirnya ia membereskannya dulu sebelum membiarkan Dali masuk.

Moohak lewat di bawah dan sekilas melihat Dali. Seingatnya yang tinggal di sana adalah pria.

Dali memberi kue dan sejumlah uang pada Won Tak. Won Tak menyesal nggak bisa menemui ayah untuk terakhir kalinya. Padahal selama ini ia menganggap ayah seperti ayahnya sendiri tapi ia nggak pernah mengatakannya. Dali menenangkan kalo ayah pasti tahu karena ia juga menganggap Won Tak sebagai anaknya.

Foto : Nodrekor.icu

Moohak naik dan menggedor-gedor pintu minta Won Tak untuk membayar sewa. Won Tak membukakan tapi nggak mengijinkannya masuk. Ia menjanjikan akan membayarnya besok. Moohak sekilas melihat ada orang di dalam dan berpikir kalo Won Tak tinggal berdua. Pantes aja biaya listrik dan air naik. Won Tak membantah dan bilang kalo dia tinggal sendiri. Moohak mau masuk untuk memastikannya tapi Won Tak mendorongnya lalu masuk dan mengunci pintu.

Foto : Nodrekor.icu

Habis dari rumah Moohak, Dali pergi ke museum. Di sana dia nangis minta maaf ke ayah karena datang terlambat.

Foto : Nodrekor.icu
Foto : Nodrekor.icu

Moohak mengetahui dari Miri kalo direktur museum seni meninggal. Gegara itu Moohak dimarahin sama ayah, takut kalo uangnya nggak kembali. Dih galakan Moohak timbang ayah. Ia marahin ayah balik. Timbang duit 2 juta dolar doang. Ia meyakinkan kalo ia, Jin Moohak, anaknya ayah yang nggak pernah kalah dalam permainan apapun. Ia akan mendapatkan uangnya kembali.

Tapi pas sampai luar dia juga lemas, sama takutnya sama ayah kalo uangnya nggak balik. Karena itulah ia menyusun rencana sama Miri. Dimulai sama mencari anggota keluarga direktur seni. Istrinya sudah meninggal dan dia hanya punya satu orang anak perempuan. Miri menyebutkan betapa hebatnya anak perempuan itu tapi bagi Moohak dia cuman anak manja yang ngabisin uang orang tuanya untuk membayar biaya pendidikannya.

Foto : Nodrekor.icu

Moohak memutuskan untuk melakukannya. Hari saat museum kembali dibuka, Moohak datang bersama orang-orangnya. Mereka teriak-teriak minta mereka untuk mengembalikan uangnya. Mereka nggak akan pergi sebelum uangnya dikembalikan. Mereka bahkan membuka baju dan memperlihatkan tubuh mereka yang penuh tato dan tiduran di lantai.

Foto : Nodrekor.icu

Dali mendengar keributan itu dan datang untuk melihatnya. Ia menghampiri Moohak. Mr. Jin? Moohak mengenali Dali. Ia menutup wajahnya dan membantah.

Bersambung…

20 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like