Bloody Heart Eps 7 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 7 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI…..

Kegaduhan dimulai. Berawal dari para pelayan Yeon Hee yang menjerit ketakutan.

Dayang Kim keluar dan bertanya ada apa. Para pelayan melapor, bahwa ada tikus di halaman kediaman Yeon Hee.

Ttong Geum melihat tikus-tikus itu.

Ttong Geum : Astaga, siapa pun pelakunya, dia mengumpulkan banyak tikus. Siapa pun pelakunya, mereka bersusah payah.

Dayang Kim : Nona Cho tak boleh melihatnya. Bersihkan sekarang juga.

Para pelayan protes, tapi…

Dayang Kim : Sekarang!

Ttong Geum minta kesemek kering pada rekan-rekannya sesama pelayan.

Rekan-rekannya bilang iya. Ttong Geum minta 5 buah.

Ttong Geum bergegas membuang tikus-tikus itu.

Para pelayan lain itu ulah Chaeokdang.

Dayang Kim : Diam dan bersiaplah untuk perjamuan.

Tapi petugas di dapur, menolak memberikan izin pada pelayan Yeon Hee untuk perjamuan.

Petugas bilang Chaeokdang lebih dahulu meminta. Jadi, dia tak bisa apa-apa.

Dayang Kim : Jelas-jelas kami meminta lebih dahulu.

Eum Jeon : Dayang Kim. Bukan saatnya bersikap keras kepala.

Mendengar itu, Ttong Geum pura-pura membela Dayang Kim.

Dayang Kim : Beraninya kau bicara seperti itu kepadanya?

Para pelayan berkelahi.

Dayang Choi memberitahu beberapa skandal pada dayang pengawas.

Ternyata, itu perintah Gye Won.

Gye Won : Sesuatu yang diketahui para dayang pengawas, tapi mereka memilih diam. Semakin besar keributan dan kegaduhannya, semakin baik.

Dayang pengawas bergegas ke bilik yang kosong di istana.

Dia memergoki seorang pelayan hendak bercinta dengan anggota kerajaan.

Dayang Pengawas : Dia berzina dengan anggota keluarga kerajaan. Ikat dia sekarang juga.

Para menteri langsung rapat membahas itu dengan Raja.

Menteri No : Anggota keluarga kerajaan yang berutang budi pada anda berzina dengan dayang istana melanggar kode moral. Tindakan menjijikkan ini dilakukan di Istana Putra Mahkota yang kosong. Aku curiga ini tindakan pengkhianatan. Mereka harus dihukum sebagai contoh, Yang Mulia.

Mereka juga membahas pertengkaran para pelayan. Ujung-ujungnya Raja didesak untuk memilih Ratu.

Cendekiawan Kim tak setuju.

“Paduka Raja menjadi teladan dengan berkabung selama tiga tahun untuk menghormati mendiang Ratu. Kenapa kau menyarankan hal yang berlawanan?”

“Aku sangat setuju dengan Kepala Cendekiawan. Aku sudah membuat persetujuan mengenai mendiang Ratu. Aku tak bisa menarik ucapanku.”

Raja menghukum cambuk para dayang yang terlibat perkelahian. Begitu Ibu Suri, masalah ini akan diselesaikan di Istana Dalam.

Sementara Pangeran Cheongsan yang berzina, akan diasingkan. Sementara dayang yang berzina dengan Pangeran Cheongsan, akan dieksekusi.

Seluruh anggota keluarga kerajaan marah sesuai prediksi Gye Won.

Gye Won : Paduka Raja akan mengambil langkah buruk. Anggota keluarga kerajaan akan berkerumun. Dia akan dipaksa memilih ratu.

Anggota keluarga kerajaan berkumpul di depan istana. Mereka menuntut Raja membatalkan hukuman pengasingan Pangeran Cheongsan.

“Hukuman yang pantas untuk keluarga kerajaan yang berzina dengan dayang istana adalah masa percobaan. Kenapa anda menghukum keluarga dengan hukuman sekejam itu?” ucap salah satu Pangeran.

Raja melihat itu, bergegas mendekatinya.

Raja : Paman.

Cendekiawan Kim dan orang-orangnya datang.

Cendekiawan Kim : Jangan maafkan arogansi kerabat anda. Beraninya keluarga kerajaan terlibat dengan urusan istana?

Pangeran : Kami berpendapat hal ini terjadi karena ketidakhadiran ratu. Ini semua karena Kepala Cendekiawan mendesak masa berkabung tiga tahun dan menghentikan pemilihan ratu.

Cendekiawan Kim : Pangeran!

Malam tiba. Cendekiawan Kim dan orang-orangnya masih berlutut di depan Balai Istana.

Para anggota keluarga kerajaan juga.

Pangeran : Lengserkan Kepala Cendekiawan Kim Chiwon dan kembalikan ketertiban di Istana Dalam.

Cendekiawan Kim : Yang Mulia. Tingkatkan kewaspadaan anda terhadap keluarga kerajaan yang melewati batas dengan mencampuri urusan negara.

Raja pusing.

Raja memanggil Kasim Jung.

Raja : Kyun-ah, semua bermula di Kantor Persediaan. Cari tahu apakah ini kebetulan atau kesengajaan.

Kasim Jung langsung menemui petugas persediaan.

Kasim Jung : Siapa yang menyuruhmu memulai pertengkaran di antara para dayang?

Maka Raja langsung menemui Jung.

Raja : Kau mengenal Petugas Persediaan Han?

Jung : Aku mengenalnya.

Raja : Dia mengaku diperintahkan untuk memulai pertengkaran di antara para dayang. Dia menyebut dayangmu sebagai kaki tangan.

Raja mendekati Dayang Choi.

Raja : Siapa yang memerintahkanmu?

Dayang Choi dan dua pelayan langsung berlutut.

Dayang Choi : Selir Park tak bersalah. Kesetiaanku yang berlebihan membuatku bertindak atas kemauanku sendiri.

Raja : Kesetiaan pada siapa?

Dayang Choi diam.

Raja : Apa perlu Pengadilan Negara?

Jung : Itu adalah perintahku. Dia pelayanku, jadi, hukum aku saja.

Raja : Aku tak yakin ada orang yang sungguh setia di sini.

Jung : Aku punya. Aku meminta Anggota Dewan Park agar diizinkan memimpin mereka. Apa itu salah?

Jung menyuruh dayang dan pelayannya keluar.

Raja menatap Jung dengan mata berkaca-kaca.

Raja : Apa itu sungguh perbuatanmu?

Jung : Ya.

Raja : Apa kau benar-benar memutuskan berpura-pura demi menjadi ratu? Apa kau lupa? Anggota Dewan Park adalah musuhku dan musuhmu. Untuk apa kau memanfaatkannya? Apa karena identitas ayahmu?

Jung : Aku pernah bermimpi. Aku bermimpi menangkap pelaku yang meracuni Ratu Inyoung untuk membersihkan nama ayahku. Sekarang hal itu sudah tak berlaku.

Raja : Selir Park. Kau kembali bukan untuk menjadi ratu. Jadi, katakan alasanmu.

Tangis Jung mulai keluar.

Jung : Rakyatku datang kemari demi aku. Aku kehilangan orang tua dan kerabatku. Bertahan hidup sendirian sekali saja sudah cukup. Aku tak bisa lari lagi dan menghabiskan hidupku sebagai mayat hidup.

Raja : Katakan padaku. Apa yang kau rencanakan?

Jung : Yang Mulia. Lanjutkan hidupmu. Aku akan melakukan kewajibanku.

Raja tercengang mendengarnya.

Raja beranjak keluar dari Chaeokdang.

Dia terdiam memikirkan kata-kata Jung tadi.

Sa Hyung di bar, bersama ayah dan pamannya.

Pamannya marah, dia berencana menggunakan ujian PNS sementara untuk menunjuk anggota Sarim. Kau tak tahu tujuan Sarim? Meniadakan kehormatan dan gelar bangsawan. Menyita budak yang diberikan ke tanah kita. Mereka ingin membunuh kita. Kita tak bisa membiarkan mereka masuk ke istana.

Sa Hyung : Paman. Dia hanya menunjuk beberapa pejabat sipil.

Paman : Aku kesal karena bisa memahami rencananya.

Sa Hyung : Paman!

Sa Hyung menyusul pamannya ke pintu.

Tapi pas membuka pintu, mereka dikejutkan dengan Gye Won yang muncul tiba-tiba.

Won Pyo dan Gye Won bicara.

Gye Won : Menteri sangat kesal. Dia mendapatkan jabatannya berkat kau. Jika Sarim menyingkirkan pejabat tak kompeten, Menteri Personalia akan menjadi yang pertama tersingkir.

Won Pyo : Apa kau kemari untuk mempermalukanku?

Gye Won : Kau memimpin pelengseran Raja. Tak ada yang keberatan dengan keputusanmu membantu saudara iparmu. Pedang yang kupegang hari itu terasa sangat berat dan membebani. Setiap kali merasa ingin kabur, aku menatap punggungmu yang memimpin kami. Itu memberikan kenyamanan. Aku memintamu memimpin lagi. Kakak. Bukankah kita saling bersumpah di hari kita melengserkan Raja? Kita tak akan membiarkan negara ini menderita di tangan seorang tiran. Berjanji menciptakan negara kaya dan kuat yang akan bertahan selama seribu tahun.

Won Pyo : Cukup, Anggota Dewan.

Gye Won : Saat takhta menguat, keluarga Ratu akan menjadi yang pertama tersingkir. Raja Taejong meminta bantuan dari saudara iparnya. Tapi untuk meningkatkan kekuatannya, dia menyingkirkan mereka lebih dahulu. Jika kau juga tak ingin dimanfaatkan oleh Paduka Raja, kau membutuhkanku.

Won Pyo :Anggota Dewan Park, putriku seorang bangsawan. Dia selir kerajaan.

Gye Won pun mengerti dia ditolak oleh Won Pyo.

Paginya, Jung di kediaman Yeon Hee. Dia tengah menunggu Yeon Hee.

Tak lama, Ttong Geum datang membawakannya kudapan dan minuman.

Ttong Geum berjalan tertatih-tatih. Jung terdiam melihat itu.

Ttong Geum : Kurasa kau harus menunggu cukup lama. Nona Cho biasanya mandi pada waktu ini.

Jung : Ini salahku karena datang tanpa pemberitahuan.

Jung memberikan Ttong Geum sesuatu.

Ttong Geum mengerti Jung mencemaskannya.

Ttong Geum : Jangan khawatir.

Jung : Aku tak melihat Dayang Kim.

Ttong Geum : Dia memulihkan diri dari cambukan. Tapi aku baik-baik saja. Aku sudah terbiasa dipukuli.

Pelayan lain datang, menyampaikan pesan Yeon Hee. Yeon Hee masih lama dan menyuruh Jung kembali.

Jung menatap Ttong Geum.

Ttong Geum menganggukkan kepalanya pada Jung.

Di belakang istana, Ttong Geum melihat apa yang diberikan Jung kepadanya.

Ternyata kesemek kering favoritnya.

Jung terharu, Nona adalah satu-satunya orang yang peduli kepadaku.

Menteri No memberitahu Gye Won kalau Raja mencabut hukuman pengasingan Pangeran Cheongsan.

Menteri No : Dia akan menjalani masa percobaan.

Gye Won : Hukum melarang anggota keluarga kerajaan mencampuri urusan negara. Para cendekiawan bisa menggunakannya sebagai alasan untuk melakukan protes.

Menteri No : Kau berencana memobilisasi Sungkyunkwan untuk melawan Raja?

Gye Won : Kau bilang putramu adalah jangeui (Kepala Cendikiawan) di Sungkyunkwan?

Nyonya Yoon tengah beberes ruangan Gye Won.

Lalu seseorang datang menaruh surat di atas meja.

Nyonya Yoon : Siapa pengirim surat ini?

Si pengantar surat bilang dari Desa Hutan Bambu.

Nyonya Yoon menyuruh semua pelayan keluar.

Setelah semua pelayan keluar, Nyonya Yoon membaca surat itu.

“Seorang perajin bersaksi bahwa pria yang mengunjungi Nona Jung, putri Tuan Lim, adalah kasim istana.”

Nyonya Yoon terkejut.

Para mahasiswa Sungkyunkwan mulai protes di depan istana.

Jangeui : Mengasingkan anggota keluarga kerajaan yang melakukan perzinaan adalah hukuman yang pantas. Tak sepantasnya anggota kerajaan bersatu dan mengintimidasi Paduka Raja untuk mengurangi hukuman. Keterlibatan dalam urusan negara saat tak ada pewaris tetap akan dianggap sebagai kesombongan luar biasa. Semoga Yang Mulia kembali mengirim Pangeran ke pengasingan. Untuk menyingkirkan akar masalahnya, tolong berikan izin untuk memilih Ratu.

Jung di kamarnya, berkata bahwa dia mendengar cendekiawan Sungkyunkwan bergabung dalam perebutan kekuasaan.

Dayang Choi : Benar, Selir Park.

Jung : Sepertinya Paduka Raja tak punya pilihan. Beri tahu Anggota Dewan Park aku ingin menemuinya.

Raja sendiri ditemui Won Pyo.

Won Pyo : Aku pelayan anda. Jika anda ingin memenuhi istana dengan anggota Sarim, aku akan mematuhinya. Jika ingin membatasi kekuasaan Menteri Ou, aku sendiri yang akan melakukannya. Namun, karena manusia mudah berubah pikiran, mereka menerima dengan bahagia, tapi menentang saat semua diambil. Yang Mulia. Katakan niat anda agar aku bisa membungkam perlawanan mereka dan menunjukkan kesetiaanku.

Raja : Apa yang harusnya kulakukan?

Won Pyo : Anda sudah berjanji kepadaku.

Raja teringat janjinya pada Won Pyo.

Saat itu, Raja meminta Won Pyo menjadi kakek untuk putra sulungnya.

Raja : Keinginanku adalah menjadi ayah dari anakku bersama putrimu.

Jung dan Gye Won bertemu di lantai atas gerbang istana.

Mereka melihat para mahasiswa Sungkyunkwan yang tengah berdemo.

Jung : Apa Paduka Raja akan menyerah?

Gye Won : Ya, dia tak bisa menunda masalah ini lagi.

Jung : Semua keinginanmu akan terwujud.

Gye Won : Apa itu tak membuatmu bahagia?

Jung : Anggota Dewan. Apa kau ingat Cendekiawan Yoo Haksoo? Saat Paduka Raja masih menjadi Putra Mahkota, putri Cendekiawan Yoo terpilih sebagai Putri Mahkota.

Won Pyo meminta Raja menetapkan tanggal untuk menjalani malam pertama dengan Yeon Hee.

Dia bilang dia sadar kelicikan Gye Won akan membuat Raja memilih Selir Park sebagai Ratu.

Raja bingung harus gimana. Dia terjebak dengan permainannya.

Kembali ke Jung dan Gye Won.

Jung : Putri seorang pria yang dihormati oleh Sarim, terpilih sebagai Putri Mahkota. Wajar jika para pejabat merasa tak nyaman. Saat itulah pembunuhan mengerikan Ratu Inyoung terjadi. Cendekiawan Yoo Haksoo didakwa dan dieksekusi. Diikuti pengusiran massal anggota Sarim. Namun, menurut rumor yang beredar di antara orang-orang, kau adalah pelaku sebenarnya.

Gye Won : Seluruh dunia tahu soal ini. Apa alasanmu membahas ini?

Jung menatap Gye Won dengan tatapan emosional.

Jung : Ada sesuatu yang tak diketahui dunia. Dunia yakin bahwa calon Putri Mahkota dibakar sampai mati. Itu tak benar. Putrinya masih hidup. Dia selamat dan bahkan memasuki istana.

Gye Won : Bagaimana kau tahu, Selir Park?

Jung : Aku adalah putri Yoo Haksoo. Mendiang Putri Mahkota yang makzul. Aku Nona Yoo.

Gye Won terpengarah mendengarnya.

Bersambung….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
18 Again Ep 8 Part 3
Read More

18 Again Ep 8 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 8 Part 3, Untuk Kalian yang suka membacanya bisa simak juga daftar…
Live On Ep 5
Read More

Live On Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Live On Episode 5, Jika Kalian ingin tahu selengkapnya untuk cerita full di tulisan yang…
Read More

All of Us are Dead Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis All of Us are Dead Episode 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di…