Bloody Heart Eps 3 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 3 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Tabib baru selesai mengobati luka di lengan Raja.

Kasim Heo mengernyit heran menatap luka Raja.

Tabib keluar.

Kasim Heo : Tubuh anda terluka saat menyamar, Yang Mulia. Kekejaman apa ini?

Raja : Itu akan menjadi gaduh jika diketahui. Tutup mulut kalian. Suruh Kasim Jung masuk.

Kasim Heo semakin heran Raja memanggil Kasim Jung.

Kasim Heo menyuruh Kasim Jung masuk.

Kasim Heo : Yang Mulia sepertinya sering menginginkanmu belakangan ini.

Kasim Jung : Baik, Kasim Kepala.

Kasim Jung masuk.

Kasim Heo menatap tajam mereka dan teringat perintah Gye Won kepadanya.

Gye Won : Awasi saja Kasim Jung untuk sementara. Dia akan segera terbukti berguna.

Raja bertanya pada Kasim Jung, apa yang dilakukan Won Pyo.

Kasim Jung : Dia pasti menutup mulut penjaga kavaleri. Tidak ada rumor tentang putrinya dan kau.

Raja : Benar. Tidak seperti pejabat kerajaan lain yang hanya mematuhi Penasihat Park, Menteri Cho berhasil membentuk grup sendiri. Ini sebabnya aku lebih menginginkannya.

Besoknya, Won Pyo melihat Gye Won lagi bicara dengan seseorang.

Ya, orang itu tampak melaporkan sesuatu ke Gye Won. Tak lama, orang itu pergi.

Won Pyo menghampiri Gye Won.

Won Pyo : Kenapa kau memanggil Kepala Penjaga Kavaleri?

Gye Won : Untuk memeriksa sesuatu mengenai perjalanan Yang Mulia.

Won Pyo tersinggung, Kepala Penjaga Kavaleri ada di bawah perintahku!

Gye Won : Tentu saja aku tahu itu.

Gye Won pergi. Tapi sebelum pergi, dia mengajak Won Pyo minum santai.

Dia bilang sudah lama dia dan Won Pyo tidak bertemu.

Won Pyo : Kedengarannya bagus.

Seorang pria diseret ke hadapan Gye Won.

Pria itu, pria yang membawa pasukan untuk mengobrak-abrik Desa Hutan Bambu.

Gye Won : Kaulah yang merusak negara ini. Kau berani mengambil untung dari mengantongi buku Myeonggwahak, lalu menyia-nyiakannya untuk gisaeng?

Pria itu memohon ampun.

Gye Won : Ya, aku akan membiarkanmu hidup. Aku akan menutupi ini. Beri aku calon Ratu terbaik dan terburuk. Selain itu, beri aku satu calon Ratu yang tidak boleh dipilih.

Won Pyo diam-diam mematai Gye Won.

Won Pyo dan Gye Won minum bersama.

Won Pyo : Kenapa anda mendisiplinkan seorang instruktur?

Gye Won : Aku hanya takut akan melewatkan lubang kecil seperti mata jarum. Aku sudah segelisah ini. Itu sebabnya aku akhirnya menekan Kepala Penjaga Kavaleri, yang ada di bawah perintahmu. Ini salahku.

Won Pyo : Itu cara yang hebat untuk meminta maaf.

Gye Won : Yang Mulia punya kuasa atas personel. Dengan sedikit kekuasaan, dia akan bisa menggunakan wewenang itu untuk memperkuat kekuasaan kerajaannya. Pernikahan kerajaan adalah kesempatan bagus bagi Yang Mulia untuk menambah kekuasaan. Namun, aku masih gelisah karena Yang Mulia punya celah yang tidak kuketahui.

Won Pyo : Apa maksudmu, “celah Yang Mulia”?

Gye Won menatap Won Pyo sesaat. Tentu saja Won Pyo makin gelisah ditatap begitu oleh Gye Won.

Gye Won bilang dia akan memberitahu Won Pyo setelah menyelidikinya sekali lagi.

Gye Won : Jika keluargaku bisa mengandung pangeran, aku akan merasa tenang.

Gye Won mau menuangkan teh untuk Won Pyo. Tapi dia heran melihat Won Pyo mengangkat cawan hanya dengan satu tangan. Dia kembali menatap Won Pyo.

Won Pyo akhirnya sadar kalau dia mengangkat cawannya hanya dengan satu tangan. Dia menatap Gye Won dan berusaha tenang. Dia memegang cawannya dengan dua tangannya.

Ttong Geum mendekati seorang pria yang berdiri di depan kediaman Jung.

Ttong Geum : Siapa ini?

Dia langsung ketakutan ketika pria itu mengancamnya dengan pedang.

Jung keluar dan heran melihat Ttong Geum ketakutan.

Ternyata pria itu Kasim Jung.

Kasim Jung bilang pada Ttong Geum kalau dia pelayan Won Pyo.

Ttong Geum : Nona, ada apa dengan semua orang yang mengenalmu?

Jung menatap Kasim Jung.

Jung : Aku lebih senang menemuimu di Hanyang.

Kasim Jung : Aku ingin menemuimu dan menyampaikan pesan. Dia tidak akan bisa datang lagi pada tanggal 15.

Jung ingin Tae sendiri yang datang mengatakan itu.

Kasim Jung : Kau sadar betapa berbahayanya dia untuk keluar hanya untuk mengatakan itu? Dia tidak akan datang lagi.

Kasim Jung pergi. Jung tanya apa yang tidak dia ketahui?

Kasim Jung beranjak pergi tanpa menjawab pertanyaan Jung.

Ttong Geum meneriaki Kasim Jung.

Ttong Geum : Ya ampun. Jangan berani datang lagi! Aku akan menyirammu dengan kotoran!

Setelah Kasim Jung pergi, ada lagi tamu yang datang menemui Jung.

Omo, itu Pengawal Park!

Raja tengah bersiap.

Kasim Heo : Ini kali pertama anda menyamar di siang hari, ‘kan?

Raja : Benar.

Kasim Heo : Bahkan mendiang Raja keluar di siang hari saat dia menghentikan pelajaran harian dan membahas urusan negara karena panas.

Raja : Aku penasaran kenapa Penasihat Park menyarankanku keluar dengan menyamar.

Kasim Heo : Hidup orang berbeda saat kau melihatnya di siang hari.

Raja : Penjaga kavaleri akan mengawalku. Suruh mereka bersiap.

Tae berjalan-jalan di pasar ditemani pasukan kavaleri.

Tae : Apa kau tak memberi tahu siapa pun tentang putri dari Menteri Perang?

Pasukan Kavaleri : Bagaimana aku bisa mengatakan apa pun tentang penyamaranmu?

Tae : Bawahan yang setia.

Jung juga bersama Pengawal Park di pasar.

Jung : Apa kita harus membeli ini di toko sutra?

Pengawal Park : Ya.

Jung : Tapi sutra tidak cocok dengan kotak bambu itu.

Jung sekarang di toko sutra.

Jung : Apa sutra merah ini yang kau suka?

Tapi Pengawal Park sudah menghilang. Jung bingung.

Lalu Tae lewat. Jung terkejut melihat Tae, apalagi dengan para pengawal yang mengelilingi Tae.

Tae akhirnya melihat Jung. Dia juga terkejut.

Pasukan Kavaleri bertanya, apa Tae mengenal Jung.

Tae bilang tidak.

Jung berjalan ke arah Tae. Tae gugup.

Karena Tae mengaku tidak mengenal Jung, pasukan kavaleri bilang dia akan menghentikan Jung.

Jung melewati Tae dan berhenti di depan pasukan kavaleri.

Jung : Bukankah kau cendekiawan dari Lembah Yeongjong?

Pasukan kavaleri bilang bukan.

Jung minta maaf dan bergegas pergi. Wajahnya tampak bingung.

Tae dan para pasukannya lanjut berjalan. Seorang penjual buah meminta Tae mencoba apelnya. Dia yakin istri Tae akan menyukainya jika Tae membawa apelnya pulang.

Para pasukan kavaleri mencoba menjauhkan si penjual buah dari Tae. Si penjual buah meletakkan apel ke tangan Tae.

Pasukan kavaleri mendorong pria itu.

“Astaga, Tuan. Setidaknya kau bisa menunjukkan kemurahan hatimu. Tapi kau baru saja menghancurkan mata pencaharianku.”

Tae bilang karena pasukan kavaleri yang melakukannya jadi pasukan kavaleri harus bertanggung jawab.

Tae menatap apel itu. Sepertinya ada pesan disana.

Karena itulah, dia langsung menemui Jung di toko sutra.

Jung : Kenapa kau bergaul dengan orang-orang berbahaya? Kenapa kau berpakaian seperti ini?

Tae : Akan kujelaskan nanti. Kau harus kembali.

Jung tidak mau, tidak. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi seperti ini. Katakan apa yang terjadi. Hanya dengan begitu aku bisa membantumu.

Tae : Tidak ada yang bisa kau lakukan.

Jung : Aku bisa membantu.

Tae marah, jangan ikut campur urusanku!

Jung mulai berkaca-kaca.

Jung : Aku ingin memikirkannya! Saat aku bahkan tidak bisa menangis, kau yang menangis menggantikanku. Saat aku tidak kuat melanjutkan hidup, kau menyuruhku bertahan. Namun, tak mencampuri urusanmu? Aku akan memikirkanmu. Dan aku akan mencapai tempatmu, Tuan.

Tae : Kau tidak bisa ikut.

Jung : Aku bisa.

Tae : Aku tidak mau! Duniaku adalah tempat yang tak bisa kau tinggali.

Pasukan kavaleri masuk dan berjaga-jaga dengan pedang mereka.

Tae yang melihat itu, langsung memeluk Jung dan memutar tubuh Jung agar pasukan kavaleri tak melihat wajah Jung.

Tae menyuruh pasukan kavaleri pergi.

Jung makin bingung.

Tae : Pergilah lewat pintu belakang setelah aku pergi. Lain kali kita bertemu lagi, aku akan memberitahumu semuanya.

Jung : Ini adalah janji.

Tae pergi.

Tanpa mereka sadar, Pengawal Park mengawasi mereka.

Pengawal Park langsung melaporkannya ke Gye Won.

Gye Won : Apa Yang Mulia bertemu dengan seorang wanita?

Pengawal Park : Ya.

Gye Won : Kau dengar semua yang dia katakan?

Pengawal Park : Ya.

Gye Won : Ceritakan semuanya sampai setiap tarikan napas mereka.

Tae menaiki kudanya.

Pasukan Kavaleri : Yang Mulia. Ceritakan tentang wanita yang kau temui hari ini. Aku akan mengingatnya untuk pengawalan kita berikutnya.

Tae : Dia putri Menteri Cho.

Pasukan Kavaleri kaget.

Tae : Aku akan kembali ke istana.

Tae mulai memacu kudanya.

Bersambung ke part 3…

25 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Rookie Cops Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Rookie Cops Episode 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…