Drama Korea

Bloody Heart Eps 16 Part 3 (Last Eps)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 16 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Foto KBS2

Jin Sa tengah membaca surat dari Jung.

Lagi serius membaca surat Jung, Seobang mendekatinya.

Seobang : Apa ini? Bukankah ini surat dari Nona Jung?

Mendengar itu, istri Seobang mendekati mereka.

Istri Seobang : Benar, ‘kan?

Jin Sa : Kenapa berisik sekali? Lihatlah sendiri.

Foto KBS2

Jin Sa memberikan surat itu ke Seobang. Seobang membaca, tapi dia baru sadar kemudian kalau dia gak bisa baca.

Seobang kesal, apa kau mengejekku? Aku tak bisa membaca. Apa isi suratnya?

Istri Seobang : Apa Nona baik-baik saja? Apa ibu mertuanya baik kepadanya?

Jin Sa : Dia baik-baik saja. Dia menanyakan kabar kita. Dia memikirkan kalian semua.

Seobang dan istrinya terharu.

Seobang : Kudengar ada kegemparan di Hanyang. Tolong jangan keluar. Tetaplah tinggal di rumah. Mengerti?

Seobang menyuruh Jin Sa menuliskan kata-katanya barusan di surat.

Istri Seobang : Kudengar Ibu Suri sudah berubah. Putri mahkota tiba-tiba mati, lalu hidup kembali. Siapa namanya? Permaisuri… Omong-omong, banyak sekali masalah yang terjadi. Semua orang membicarakannya.

Jin Sa : Tak ada gunanya memberi saran di sini. Dia pasti bisa.

Istri Seobang kesal, Tuan Lim, kau sungguh berhati dingin. Astaga.

Istri Seobang pergi.

Foto KBS2

Jin Sa berdiri dan menatap Seobang.

Jin Sa : Kau membutuhkanku di sini, bukan?

Seobang : Apa maksudmu? Kau tak melakukan apa pun.

Jin Sa : Aku mengurus pembayaran upeti dan berurusan dengan pemerintah lokal.

Seobang : Itu bukan tugas berat. Jika kau tak ada, kami bisa bertahan. Kami bisa bekerja meski tanpa Nona Jung. Kenapa? Apa para petinggi Hanyang memintamu datang? Kau akan pergi?

Jin Sa : Apa yang akan kulakukan di sana? Aku akan melihat birokrat bertengkar, alih-alih mendengar rakyat kita.

Seobang : Bangsawan yang bisa mendengarkan perkataan kita menghindari tempat seperti itu karena jijik. Itu sebabnya hanya orang yang enggan mendengarkan yang bertahan.

Jin Sa : Lalu? Kau menyuruhku pergi?

Seobang : Aku? Kenapa kau melakukan ini kepadaku?

Seobang yang kesal digangguin melulu, beranjak pergi.

Foto KBS2

Sekarang, Jin Sa sudah tiba di istana.

Dia menuju ke kamar Jung.

Jin Sa teringat isi surat Jung.

Jung : Apa kabar, Guru? Apa semuanya baik-baik saja? Sesekali aku melihat Desa Hutan Bambu dalam mimpiku. Desa ini sangat berarti bagiku. Meskipun banyak orang, tak ada yang tahu segalanya. Jadi, hidup selalu penuh tantangan. Kumohon, datanglah ke di istana agar dapat berada di sisiku.

Foto KBS2
Foto KBS2

Jin Sa menghadap Jung. Dia sudah menjadi Anggota Dewan Kiri Kelima dari Kementerian Perpajakan datang.

Jung : Kudengar Kementerian Perpajakan sibuk dan kabar itu pasti benar. Kau sudah datang ke istana, tapi baru menemuiku sekarang.

Jin Sa : Aku mendapatkan jabatanku berkat Anggota Dewan Kiri, jadi, aku fokus bekerja dan melakukan pekerjaanku sebaik mungkin.

Jung : Aku senang kau datang. Kudengar kau ingin mengikuti ujian alih-alih menerima rekomendasi.

Jin Sa : Banyak anggota Sarim yang menjadi pejabat, mereka menjadi pejabat berjasa, dan kerugian akibat hal itu cukup mengganggu.

Jung : Apa yang membuatmu berubah pikiran?

Jin Sa : Aku merasa ini sudah saatnya. Hasil panen memburuk. Jika tenaga kerja dan persembahan tak dikurangi, tahun depan, kita akan melihat orang-orang di kota mati kelaparan.

Jung : Itu sebabnya aku membutuhkanmu, Tuan Lim.

Foto KBS2

Beberapa bulan kemudian….

Dayang memberitahu Raja bahwa Jung telah melahirkan.

Raja khawatir, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?

Dayang : Ya, Yang Mulia. Permaisuri sehat.

Foto KBS2

Raja bergegas menuju istana Jung.

Di depan istana, sudah berkumpul Sarim.

Anggota Dewan Kiri Moon memberikan ucapan selamat.

Foto KBS2
Foto KBS2

Raja bergegas masuk. Jung tengah menggendong putranya.

Raja : Kau baik-baik saja?

Jung : Ya. Dia laki-laki.

Raja : Dia terlihat sangat jelek.

Jung : Dia sangat mirip denganmu.

Raja : Apa wajahku seperti ini?

Jung : Semua orang memujinya dan mengatakan dia anak yang tampan.

Foto KBS2

Jung menanyakan pendapat Dayang Choi.

Jung : Bagaimana menurutmu?

Dayang Choi menanyakan tawa, benar.

Foto KBS2
Foto KBS2

Jung bertanya, apa Raja mau menggendong bayi mereka.

Raja pun menggendong putranya.

Raja bahagia, aku ayahmu.

Raja menatap Jung, dia bilang Jung melakukannya dengan baik.

Foto KBS2

Sekarang, Raja menatap singgasananya. Dia terdiam.

Raja lalu bicara dengan dirinya sendiri.

Raja : Dasar bodoh. Setelah menciptakan dunia yang berjalan sesuai perintahmu, apa yang akan kau lakukan? Apa kau yakin dirimu akan berbeda dari seorang tiran? Apa orang-orang di sisimu di dunia baru ini benar-benar abdi yang setia atau mereka sebenarnya berbahaya?

Foto KBS2

Raja lantas memanggil Won Pyo.

Mereka bermain baduk.

Tapi tiba-tiba, Raja bilang dia akan mengasingkan Won Pyo. Won Pyo sontak kaget.

Raja : Kementerian Perang terlalu besar setelah restrukturisasi. Tiga Kantor dan cendekiawan Sarim membuat petisi setiap hari. Apa yang bisa kulakukan? Seseorang harus bertanggung jawab.

Won Pyo : Apakah ini rencana yang disiapkan untukku sejak awal?

Foto KBS2
Foto KBS2

Keduanya lalu mengingat masa lalu. Saat mendiang Raja memberi Won Pyo perintah untuk menangkap Gye Won, karena Gye Won telah menghina Ratu. Tapi Won Pyo dan pasukannya diam saja.

Raja : Ada apa dengan para penjaga? Kenapa Komandan diam saja?

Won Pyo berlutut dan melepaskan topinya. Dia berniat mengundurkan diri yang diikuti semua penjaga.

Flashback end…

Foto KBS2
Foto KBS2

Raja menatap Won Pyo dengan tatapan marah.

Raja : Bagaimana mungkin aku melupakan bahwa kau juga pejabat yang berjasa? Aku mempertimbangkan kontribusimu dan tak akan memberi hukuman tambahan.

Won Pyo mencemaskan putrinya.

Raja : Dia selir kerajaan yang kukagumi. Dia akan dirawat.

Won Pyo : Aku berterima kasih atas belas kasihan anda.

Foto KBS2
Foto KBS2

Raja berdiri, dia mau pergi tapi Won Pyo bicara lagi.

Won Pyo : Bukankah anda ingin abdi yang setia? Daripada orang yang memakai segala macam pembenaran untuk menghentikan anda, aku bisa lebih setia. Jadi, kenapa anda meninggalkanku?

Raja pergi tanpa menjawab pertanyaan Won Pyo.

Foto KBS2
Foto KBS2

Won Pyo lantas menemui Yeon Hee. Dia melihat Yeon Hee tengah merajut.

Won Pyo : Apa yang kau jahit?

Yeon Hee : Ini hadiah untuk iparku setelah bayinya lahir.

Won Pyo : Kenapa kau memedulikannya?

Yeon Hee : Kakakku konyol dan tak sedap dipandang, tapi aku bisa apa? Bayinya tetap menjadi keponakanku.

Won Pyo : Selir Cho. Ayah harus pergi jauh untuk sementara.

Yeon Hee : Ayah mau ke mana?

Foto KBS2

Dan Yeon Hee pun marah. Dia berniat bicara dengan Raja tapi dihentikan Won Pyo.

Yeon Hee marah, dia tak bisa melakukan ini. Dia tak bisa melakukan ini kepada ayah!

Won Pyo : Kita harus melalui proses ini.

Yeon Hee : Kenapa ayah harus diasingkan? Permaisuri Yoo melakukan kejahatan, tapi dia tetap tinggal di bawah perlindungan Sarim. Kenapa ayah harus pergi? Apa karena Paduka Raja tak menyukaiku?

Won Pyo : Bukan. Ayah sempat lupa bahwa Paduka Raja tak akan memaafkan dominasi keluarga istrinya.

Won Pyo lantas meminta Yeon Hee untuk bertahan.

Won Pyo : Sarim tak akan berkuasa selamanya. Bertahanlah sampai mereka melemah.

Foto KBS2

Dayang Choi memberitahu Jung bahwa Raja telah memecat dan mengasingkan Won Pyo.

Jung : Paduka Raja mengusir seseorang yang berpotensi memihaknya. Kau sudah tahu sentimen Sarim di Yeongnam?

Dayang Choi : Anda sungguh berencana memanfaatkan mereka? Anggota Dewan Kiri akan memprotes keras.

Jung : Aku juga butuh orang berkuasa yang bisa mengendalikan orang-orangku.

Foto KBS2

Won Pyo mulai berjalan menuju pengasingan. Dia dikawal dua penjaga dari istana.

Tapi Sa Hyung dan Yeon Hee datang.

Won Pyo : Kenapa kalian datang sejauh ini? Kalian akan mendapat masalah jika Permaisuri Yoo tahu.

Yeon Hee : Paduka Raja memberiku izin. Ayah harus tetap kuat dan bertahan. Aku akan melindungi keluarga dan nama kita.

Won Pyo : Ayah membesarkan kalian seperti ini agar hidup kalian nyaman. Jangan lakukan apa pun sampai ayah kembali.

Yeon Hee : Tidak. Meski harus memohon, aku akan berbaring bersama Paduka Raja. Aku akan melahirkan putra. Aku bahkan bersedia menghibur Permaisuri dan membebaskan ayah dari pengasingan. Aku akan mengumpulkan kekuatan agar tak ada yang berani menyakiti ayah atau kakakku. Ini giliranku melindungi ayah. Aku mungkin bukan ratu, tapi aku akan menjadi Ibu Suri.

Won Pyo terharu mendengarnya.

Foto KBs2
Foto KBS2

Raja di istana terpisah. Tak lama, Jung datang.

Raja : Aku ingin menjadikan Selir Cho Nyonya Bangsawan tingkat junior satu.

Jung : Begitu rupanya. Aku akan memuja Selir Cho dan menjaganya.

Raja : Sebelum itu, aku ingin mengadakan pelantikan untuk menjadikanmu ratu.

Jung terkejut, Yang Mulia…

Raja : Sejak pertama bertemu denganmu, aku tahu kau layak menjadi ibu dan abdi setia negara ini. Kau wanita yang melihat dan mengetahui hal-hal yang kuabaikan. “Dia akan berguna, jadi, aku akan menerimanya.” Itulah yang kupikirkan. Jika aku tahu kau abdi yang menakutkan dan kejam…

Jung : Jika tahu, kau tak akan memilihku dalam seleksi.

Raja : Meskipun aku tahu, keputusanku tak akan berubah. Meski tantangannya berat, semua lebih mudah daripada kehilangan kau dan Pangeran.

Foto KBS2
Foto KBS2
Foto KBS2

Hari penobatan tiba.

Raja dan Jung tengah bersiap.

Lalu Yeon Hee datang menghadap Jung.

Yeon Hee : Selamat, Yang Mulia. Mengawal anda ke upacara adalah tugasku sebagai selir kerajaan. Aku ingin mengantar anda ke upacara itu. Tolong izinkan aku melakukannya.

Jung : Terima kasih atas bantuanmu.

Yeon Hee : Ini suatu kehormatan.

Foto KBS2
Foto KBS2

Raja masih bersiap.

Terdengar narasi Raja, Raja berkata, kalau Jung adalah pisau berkilau yang tergantung di atas kepalanya.

Jung masih bersiap. Terdengar narasi Jung.

Jung : Mereka bilang harus ada pedang yang tergantung agar raja merasakan beratnya takhta.

Raja : Kau satu-satunya tempatku berlindung.

Jung : Aku akan selamanya menjadi tempat berlindungmu.

Raja : Aku akan berjalan di sisimu. Karena kau adalah pedang di atas kepalaku dan tempatku berlindung.

Foto KBS2
Foto KBS2

Upacara penobatan dimulai.

Raja dan Jung mulai berjalan, menuju singgasana yang telah disiapkan.

Foto KBS2

Raja berjalan melewati Yeon Hee.

Sontak lah Yeon Hee langsung menatap Raja.

Foto KBS2

Raja dan Jung berdiri di depan singgasana mereka.

Mereka saling menatap.

Terdengar lagi narasi Raja.

Raja : Kau adalah kekasihku, ratuku, dan juga dan rival politikku.

SELESAI….

Gimana guys? Kalian puas sama endingnya?

Gye Won yang benar-benar mencintai negaranya, akhirnya harus kehilangan nyawanya demi melindungi wanita yang dicintainya. Dia juga menyesal karena telah memaksa wanita yang dicintainya menjadi Ibu Suri. Kenapa harus dibuat meninggoy gitu? Kenapa gak dibuat, Gye Won mengundurkan diri dari jabatannya lalu pergi ke desa dan hidup bahagia sama istri dan anaknya. Nyonya Yoon kasihan banget. Dia gak dapat cinta suaminya dari awal sampai akhir.

Won Pyo yang setia kepada Raja, juga mendapat hukuman. Dia diasingkan, karena Raja takut Won Pyo menjadi Gye Won kedua. Tapi dengan diasingkannya Won Pyo, malah membuat konflik baru. Yeon Hee gak terima ayahnya diperlakukan seperti itu, berambisi menjadi Ibu Suri.

Terus Raja? Dia menang sih.. Sarim jadi pendukungnya, musuhnya dia kalahkan semua dan Jung jadi Ratu.

Tapi kesel gak sih kalian sama Raja? Harusnya Raja yang melindungi Jung. Lah ini malah kebalik, Jung yang melindungi Raja.

Rahmi Iza