Bloody Heart Eps 16 Part 1 (Last Eps)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 16 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Di episode sebelumnya, Raja dan Jung berlawanan. Raja bilang, jika Jung memilih menjadi lawannya, maka dia akan menyingkirkan Jung.

Tangis Jung langsung mengalir mendengar itu.

Raja : Aku mendambakan kekuasaan demi melindungimu. Aku tak mau kehilangan istriku dengan sia-sia seperti mendiang ayahku. Aku akan melanjutkan pilihanku. Itu satu-satunya cara melindungimu.

Jung : Silakan, Yang Mulia. Ambil jalanmu sendiri. Namun, ambil jalan itu karena dirimu, bukan demi melindungiku. Aku akan melindungi diriku sendiri. Aku akan melindungi diriku dengan segenap kemampuanku.

Raja pun tercengang dengan jawaban Jung.

Daebi Mama kaget, apa maksudmu? Permaisuri adalah putri Yoo Haksoo, mantan putri mahkota?

Dayang Han : Benar.

Daebi Mama langsung mencemaskan Gye Won.

Daebi Mama : Bagaimana nasib Anggota Dewan Park jika itu benar? Kejahatannya terlalu mengerikan.

Gye Won digiring menuju kantor pengadilan. Won Pyo datang melihatnya.

Won Pyo : Kenapa kau mengambil pilihan bodoh?

Gye Won : Jika aku tak menggoyahkan rencana Paduka Raja, semua anggota Sarim dan Istana akan dikuasai olehnya.

Won Pyo : Aku tak tahu kesepakatanmu dengan selir itu, tapi kau akan menyesal.

Gye Won : Aku memikirkan setiap pilihan yang kubuat agar tak perlu menyesali apa pun.

Won Pyo : Antar dia ke Pengadilan Negara dengan hormat.

Gye Won memberi hormat kepada Won Pyo sebelum dibawa pergi ke kantor pengadilan.

Ibu Suri berlari keluar, demi melihat pria yang dicintanya.

Pengawal langsung berhenti berjalan begitu melihat Ibu Suri datang.

Gye Won menatap Ibu Suri, dia ingat jawaban Ibu Suri atas pertanyaannya.

Gye Won bertanya, apa rencana Ibu Suri setelah mendapat kekuasaan. Ibu Suri bilang tak ada.

Ibu Suri : Aku hanya berharap melindungi. Orang yang kurindukan dapat kembali dan berkunjung karena kekuatan.

Gye Won mengalihkan pandangannya dan mengajak para pengawal pergi.

Nam Sang dan Nyonya Yoon menemui Jung.

Nam Sang marah, Yang Mulia. Dan juga ibu. Bagaimana kalian bisa melakukan hal seserius ini?

Jung : Aku tak punya alasan.

Nyonya Yoon : Jangan berani menegur Permaisuri. Ini rencana ayahmu dan ibu.

Nam Sang : Ibu!

Nyonya Yoon menatap Jung. Dia bilang Gye Won sudah menepati janji. Sekarang, giliran Jung harus menepati janji.

Nyonya Yoon : Anda harus menepati janji untuk menjaga keluarga kita dan Anggota Dewan Park.

Jung : Aku akan melakukannya.

Nyonya Yoon : Aku akan memercayai anda.

Yeon Hee resah di kamarnya. Tak lama, ayah dan kakaknya datang.

Yeon Hee : Permaisuri adalah putri mahkota? Apa maksudnya?

Sa Hyung : Kau harus tenang, Selir Cho.

Yeon Hee gak terima, dia telah melakukan kejahatan berat. Kenapa kalian tak membahas hukumannya?

Won Pyo : Bukankah ayah sudah bilang? Bahkan Paduka Raja menutup mata.

Yeon Hee : Ayah!

Won Pyo : Kita tak bisa menjatuhkan Permaisuri. Tapi karir Anggota Dewan Park tamat. Jangan menarik perhatian. Kau akan menjadi ratu, tapi kau belum dilantik. Paduka Raja dapat melengserkanmu meski kau sudah menjadi ratu.

Sa Hyung : Kau senang, bukan?

Yeon Hee : Aku takut. Ayah dan Kakak. Kalian ingin aku menjadi ratu?

Won Pyo : Kau bisa bertahan di istana dengan dukungan atau kekuasaan Paduka Raja. Hal yang paling ayah takutkan adalah melihatmu menua seorang diri.

Kasim Jung menemui Raja di perpustakaan.

Raja : Permaisuri takut aku akan mengikuti jejak raja makzul dan ratunya. Apa kau juga percaya aku akan melakukannya?

Kasim Jung menyemangati Raja, jalan mana pun yang anda ambil, jalan yang anda pilih adalah yang benar.

Raja : Kau selalu lebih kuat dariku.

Kasim Jung : Aku hanya pria rendahan. Pelayan rendahan ini diterima dan diajari untuk berguna, lalu aku dibebaskan dari pekerjaanku sebagai pelayan dan diakui hanya oleh mendiang Raja. Mendiang Raja bilang hanya aku yang bisa dia percayai. Dia memintaku untuk menjaga anda. Aku menyaksikan mendiang Raja dihina, dan aku melihat kematian ratunya yang menyedihkan. Aku tak bisa membiarkan anda menderita. Tolong jangan bimbang.

Raja : Panggil Tiga Kantor. Setidaknya aku bisa memperingatkannya.

Jung bertemu dengan Sarim di tempat lain.

Jung : Ayahku adalah Cendekiawan Yoo Haksoo dan aku putrinya. Ayahku dan aku memiliki fondasi di Sarim. Aku bersama dengan kalian. Karena itu, bergabunglah denganku.

Anggota Dewan Kiri Moon diam saja, tapi yang lain setuju bergabung dengan Jung.

Mereka bilang mereka dijebak secara tak adil dan dibuang, bahkan mereka tak bisa bernapas dengan tenang sebagai penjahat. Lalu Jung dikejar sebagai pengkhianat dan datang ke istana sendirian. Mereka berjanji, akan menjadikan Jung Ratu dan putra Jung Pangeran.

Jung : Untuk masalah ini, silakan bergabung dengan para pejabat yang berjasa. Aku berjanji agar hukuman Anggota Dewan Park dikurangi sebagai imbalan karena telah mengembalikan identitas asliku.

Para pejabat saling berdebat. Sebagian ingin Jung dihukum, tapi sebagian lagi membela Jung.

Terutama Won Pyo dan Cendekiawan Kim yang ingin Jung dihukum.

Won Pyo : Status sosial Permaisuri mengguncang fondasi negeri ini. Kita tak bisa memaafkannya.

Sarim membela Jung, Anggota Dewan Park mengakui kesalahannya. Kenapa kau menyalahkan Permaisuri?

Cendekiawan Kim : Bukankah kita harus membuatnya bertanggung jawab karena menipu atasannya?

Sarim : Jika ingin Permaisuri bertanggung jawab, mulai dari Paduka Raja. Jadi, mendiang raja harus bertanggung jawab karena menyelamatkan Permaisuri. Kita harus menghukum mendiang Raja?

Raja tertawa : Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku menghukum diriku sendiri? Atau haruskah aku menghukum mantan Raja, ayahku?

Won Pyo : Yang Mulia, tolong jangan bicara seperti itu.

Raja : Kita tak bisa membahas masalah ini lagi. Bukankah ini sangat mengejutkan? Rakyat dan Sarim adalah musuh, tapi kalian bersatu. Anggota Dewan Park Gye Won adalah dalang dari semuanya. Dia akan bertanggung jawab.

Malam pun tiba.

Won Pyo kediamannya, tengah membaca buku.

Lalu Sa Hyung datang membawa kroni-kroni Gye Won.

Won Pyo berdiri dan tidak mengatakan apapun melihat mereka.

Mereka semua memberi hormat pada Won Pyo.

Dayang Han berlari ke kamar Ibu Suri, sambil berteriak meminta tolong.

Dayang Han : Yang Mulia! Tolong ampuni aku, Yang Mulia.

Lalu 3 pengawas datang. Mereka bilang, mereka dapat perintah dari Raja untuk menginterogasi Dayang Han.

Ibu Suri marah melihat Dayang Han diseret keluar.

Ibu Suri menghentikan mereka.

Ibu Suri : Aku akan menemui Raja dan bicara langsung dengannya.

Ibu Suri melakukan aksi protes seorang diri di depan istana Raja.

Ibu Suri : Aku mohon, Yang Mulia. Tolong maafkan dosa-dosa ibu anda.

Raja keluar dan berlutut pada Ibu Suri.

Raja : Kenapa ibu melakukan ini? Jika aku tak menghormati ibu, cambuk saja aku!

Ibu Suri : Kudengar kantor kerajaan setiap hari mengalami kekacauan karena diriku. Aku ingin menyembah dan memohon belas kasihan anda. Yang Mulia, anda harus meninggalkanku dan menunjukkan kekuasaan anda.

Raja berbisik, cukup. Kau tak sedap dipandang.

Ibu Suri mengeluarkan pisaunya dan menatap Raja sambil tersenyum licik.

Ibu Suri : Apa rakyatmu akan membunuhku untuk menyelamatkan diri? Atau apa mereka memulai kudeta dan menggulingkan putra tak berbakti sepertimu? Apa pun yang mereka pilih, tak akan ada pembenaran. Tapi jika aku terluka, pemberontakan mereka akan mendapat pembenaran.

Raja pun menghentikan Ibu Suri yang mau bunuh diri.

Raja : Apa yang harus kulakukan untuk minta maaf atas ketidakpatuhanku?

Ibu Suri : Kirim aku ke istana di Onyang bersama para dayangku. Aku sudah tak berdaya jika harus bertahan di istana.

Raja langsung mengizinkan.

Ibu Suri kaget Raja memberi izin semudah itu.

Dari kejauhan, Jung menatap Raja.

Raja juga menatap Jung.

Raja dan Jung bicara di kamar Raja.

Raja : Istana penuh dengan orang yang akan berkhianat jika kau menunjukkan belas kasihan. Itu sebabnya aku butuh seseorang yang pasti akan memihakku. Jika tak berada di pihakku, mereka selalu menentangku.

Jung : Aku akan memihakmu dan hidup bersamamu sampai akhir hayatku.

Raja menatap Jung.

Raja : Lalu kenapa kau melakukan ini?

Jung : Karena aku tak ingin kehilanganmu. Aku bukan musuhmu, Yang Mulia. Aku ingin menjadi rakyat yang memberi nasihat jujur. Tolong terima aku. Kau harus menerimaku.

Raja terhenyak mendengarnya.

Besoknya, Kasim Jung melaporkan pada Raja bahwa Ibu Suri akan meninggalkan istana hari itu.

Kasim Jung : Yang Mulia. Aku tak pernah menduga Sarim berkolusi dengan Istana Kerajaan. Jika dua musuh dapat bekerja sama, maka rakyat anda bisa kembali bekerja sama dengan Ibu Suri.

Raja : Aku tahu.

Kasim Jung : Ibu Suri akan diserang oleh perampok dalam perjalanan ke Onyang. Pelakunya sama seperti penerobos ke istana. Karena tak dibayar, mereka memutuskan untuk menyerangnya karena dendam. Aku akan membuat mereka mengaku bahwa mereka membunuh Ibu Suri.

Raja kaget mendengarnya.

Raja : Kyun-ah.

Kasim Jung : Ini cara termudah. Anda harus mengambil jalan ini. Yang Mulia. Anda harus mengambil jalan yang benar. Aku menunggu perintah anda.

Ibu Suri bersiap untuk pergi. Dia sedang dirias oleh pelayannya.

Lalu Dayang Han datang, memberitahu bahwa sudah waktunya untuk pergi.

Ibu Suri menatap Dayang Han dan pelayannya.

Ibu Suri : Kalian sudah bekerja dengan baik. Kalian boleh pergi.

Malamnya, Kasim Jung menunggu di atas kudanya. Dia mengenakan pakaian hitam-hitamnya.

Kasim Jung teringat kata-kata Raja, yang melarangnya membunuh Ibu Suri.

Raja : Kau harus berhenti. Aku harus merenungkan keputusanku untuk menindak Ibu Suri.

Tak lama kemudian, beberapa orang datang menemui Kasim Jung.

Kasim Jung : Mereka akan tiba di istana Jinwi besok. Ini Ibu Suri. Bunuh dia tanpa rasa sakit.

Pengawal Park memberitahu Gye Won yang dipenjara bahwa Ibu Suri pergi ke Istana Onyang.

Pengawal Park : Ya, dia bersiap dalam waktu singkat, jadi, persiapannya tak sempurna.

Gye Won : Kapan dia pergi?

Pengawal Park : Sekitar dua hari lalu. Mungkin dia menginap di istana Jinwi hari ini.

Gye Won : Dia membakar tempat tinggalnya agar tak diusir. Selain itu, dia tahu dirinya menjadi target pembunuhan. Tapi dia meninggalkan istana, tempat teraman baginya.

Gye Won yang curiga, ingin pergi.

Pengawal Park melarang, jangan, Tuan. Satu-satunya cara adalah kabur.

Gye Won : Biarkan aku pergi secepatnya!

Dayang membawakan Raja surat.

Dayang : Yang Mulia, ada pesan penting.

Raja : Apa ini?

Dayang : Ibu Suri meninggalkan surat ini untuk anda.

Raja : Kapan dia meninggalkannya? Dia pergi dua hari lalu.

Dayang : Dia memberi tahu pengawasnya untuk memberikan surat ini setelah dua hari.

Gye Won memacu kudanya bersama para pengawalnya.

Sebelumnya, dia mendapat laporan dari Pengawal Park kalau Kasim Jung belum kelihatan di istana setelah kepergian Ibu Suri.

Omo… Gye Won curiga kalau Ibu Suri akan dibunuh oleh Kasim Jung.

Raja membaca surat Ibu Suri.

Ibu Suri sendiri ada di hutan.

Ibu Suri : Raja, bukankah sudah kubilang? Jika aku menumpahkan setetes darah dari leherku, kau pikir kau aman di takhtamu? Saat aku mati, selebaran dengan tulisan tanganku yang menyatakan bahwa aku dibunuh olehmu akan dipasang di seluruh negeri. “Raja telah membunuh ibunya.” Yang Mulia, saat ini kau pasti ingin menyelamatkanku dari kematian. Ini adalah pembenaran yang membuat keluarga kerajaan memberontak. Kau akan menjadi anak yang membunuh ibunya sendiri. Kuharap, kau hidup dalam rasa sakit yang kutinggalkan, terjebak dalam pemberontakan berdarah dan pembersihan.

Ibu Suri tersenyum.

Raja panic dan memerintahkan kasim untuk mengirim kavaleri ke Istana Jinwi.

Raja lalu bertanya dimana Kasim Jung.

Dayang Han : Kasim Jung belum datang sejak kemarin.

Raja : Lalu di mana dia!

Kasim Jung bersiap memanah Ibu Suri.

Tapi kemudian, dia terkejut melihat seseorang datang.

Orang itu Gye Won. Dia berdiri di depan Ibu Suri.

Kasim Jung berusaha mengenali siapa yang berdiri di depan Ibu Suri.

Ibu Suri marah, apakah Raja mengirimmu ke sini? Apa kau datang untuk membunuhku? Haruskah aku mati untukmu? Saat aku mati, kalian semua akan menderita. Aku akan dengan senang hati mati demi kalian semua.

Gye Won : Yang Mulia. Akulah penyebab semua dosa anda. Jadi, kumohon, anda harus hidup.

Ibu Suri : Apa Raja menyuruhmu untuk memastikan aku hidup? Joseon-mu akan tetap utuh jika aku hidup, jadi kini kau ingin menyelamatkanku.

Gye Won : Apa anda begitu kesulitan? Apakah itu alasan anda ingin melepaskan semuanya? Anda bilang ingin hidup sebagai ibu rumah tangga yang memasak makan malam untuk suami dan menunggunya pulang. Aku lupa bahwa anda bisa bahagia karena hal-hal kecil dalam hidup. Seharusnya aku membiarkan anda menjalani hidup itu. Aku menyesal dan terus menyesal.

Pengawal Park dan orang2nya datang.

Kasim Jung dan orang2nya bertarung melawan mereka, tapi para pengawal Gye Won kalah.

Mengetahui orang yang berdiri di depan Ibu Suri adalah Gye Won, Kasim Jung langsung melesatkan panahnya ke arah Gye Won.

Gye Won yang mendengar suara panah dilesatkan, berbalik dan berlari ke arah panah.

Ibu Suri terhenyak melihat Gye Won nya dihujani panah.

Gye Won yang terluka parah, berjalan terseok2 ke arah Ibu Suri.

Gye Won : Yang Mulia. Kumohon, hiduplah. Meski hidup lebih memalukan dan kejam daripada kematian. Saat bunga mekar, anda bisa melihatnya dan hidup sehari… Saat salju turun di tengah musim dingin, anda bisa melihat salju dan hidup sehari lagi. Jika menjalani hidup seperti itu, suatu hari, anda pasti bisa tersenyum kembali.

Ibu Suri tak sanggup berkata apa-apa. Dia syok melihat kekasih hatinya sekarat.

Gye Won sudah tak tahan lagi.

Gye Won : Izinkan aku beristirahat sebentar.

Gye Won pun akhirnya jatuh.

Gye Won tewas.

Ibu Suri bergetar hebat. Dia memegang wajah Gye Won.

Tak lama, tangisnya pecah.

Malam pun tiba. Kasim Jung menghadap Raja di perpustakaan.

Raja terkejut mendengar Gye Won sudah tidak ada. Dia sulit percaya Gye Won mati semudah itu.

Kasim Jung : Yang Mulia. Aku harus meninggalkan istana sebentar. Tentara Pusat melihatku. Mereka akan bersaksi bahwa aku membunuh Anggota Dewan Park dan mencoba membunuh Ibu Suri. Untuk sementara, aku tak bisa melayani anda.

Raja marah, bukan hanya untuk sementara!

Kasim Jung : Aku akan berada di dalam kota. Aku akan bersembunyi di sekitar sini agar bisa datang kapan pun anda membutuhkanku.

Kasim Jung memberikan hormatnya pada Raja.

Raja berkaca-kaca menatap Kasim Jung.

Kasim Jung pergi, tapi Raja mencegahnya.

Raja : Jika kau pergi, siapa yang harus kupercaya?

Kasim Jung : Aku meminta Permaisuri menjaga anda. Sama seperti mendiang Raja yang memintaku untuk menjaga anda, satu-satunya orang yang kupercaya di dunia ini adalah Permaisuri.

Raja terdiam mendengarnya.

Bersambung ke part 2…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Snowdrop Ep 1 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Snowdrop Episode 1 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Penthouse Ep 9 Part 2
Read More

Penthouse Ep 9 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 9 Part 2, Sebelum baca pastikan lihat dulu dari cerita Episode sebelumnya baca…
Read More

Undercover Ep 14 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 14 Part 1, Untuk Kamu yang ingin tahu daftar selengkapnya tersedia lengkap di…
The Sweet Blood Ep 12
Read More

The Sweet Blood Ep 12

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Sweet Blood Episode 12 (Gadis Vampir), Jika ingin menemukan seluruh recap lengkap langsung pada…