Bloody Heart Eps 15 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 15 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Won Pyo dan Sa Hyung menemui Yeon Hee.

Yeon Hee senang, apa ini artinya Ayah akan memimpin Tentara Pusat?

Sa Hyung : Benar. Paduka Raja ingin memberikan wewenang itu kepada Ayah.

Won Pyo : Kau tak perlu takut akan ditahan karena berhubungan dengan Ibu Suri.

Won Pyo dan Sa Hyung beranjak keluar.

Sa Hyung cemas, Selir Cho mungkin akan bertingkah lagi. Bukankah seharusnya dia diberi tahu? Paduka Raja tak akan berhenti sampai jabatan Anggota Dewan Park dicopot.

Won Pyo : Apa gunanya?

Sa Hyung : Aku cemas dia berulah karena mengincar posisi Permaisuri Park.

Won Pyo : Biarkan saja. Dia bertingkah karena merasa dilindungi.

Won Pyo menatap papan nama Yeonghwadang.

Won Pyo : Aku justru takut jika dia tumbuh dewasa dan menjaga sikap.

Won Pyo dan Sa Hyung beranjak pergi.

Yeon Hee ditemani dayangnya berjalan-jalan.

Dayang Kim : Anda tampak cantik hari ini.

Yeon Hee memegang binyeo nya.

Yeon Hee : Aku tak bisa menolak jika kakak iparku bersikeras agar aku memakainya.

Dayang Kim : Dia ingin anda disayangi Paduka Raja.

Yeon Hee : Apa pun yang kupakai, hal itu tetap mustahil. Apalagi Paduka Raja sudah menyadari kesalahanku.

Yeon Hee terkejut melihat Raja datang.

Raja : Kau berjalan-jalan.

Yeon Hee : Ya, Yang Mulia.

Raja : Aku khawatir mendengarmu hanya berdiam di dalam ruangan. Aku lega melihatmu keluar dan berjalan-jalan.

Yeon Hee : Maaf sudah merepotkan anda. Yang Mulia, aku orang yang kau butuhkan, ‘kan? Sebenarnya, anda menginginkan agar ayahku berada di sisimu.

Raja terdiam mendengar itu.

Yeon Hee : Anda harus memarahi dan mencaci maki aku. Katakan bahwa aku bodoh, dan pangkat serta statusku harus dilucuti. Aku tak suka jika anda seperti ini. Anda membuatku takut. Maaf, Yang Mulia. Aku permisi.

Yeon Hee buru-buru pergi.

Dan di kamarnya, Yeon Hee nangis.

Dayang Kim mencoba menenangkan Yeon Hee.

Yeon Hee menyenderkan kepalanya ke dalam pelukan Dayang Kim.

Jung ke kediaman Ibu Suri.

Kali ini, Dayang Han bersikap hormat kepada Jung.

Dayang Han : Ibu Suri, Permaisuri Park ingin bertemu.

Ibu Suri : Biarkan dia masuk.

Jung masuk.

Jung : Aku lega melihat anda bersemangat seperti biasanya.

Ibu Suri : Kenapa aku harus putus asa? Kebunku akan mekar di setiap musim semi dan aku masih menempati Istana Ibu Suri.

Jung : Sebenarnya hanya itu yang kau butuhkan, tapi kau memilih melakukan kejahatan mengerikan.

Ibu Suri : Seperti Paduka Raja yang naik takhta karena dia putra sulung mendiang Raja, menjadi Ibu Suri adalah tempat terbaikku. Tujuan tindakanku adalah melindungi rumahku. Paduka Raja pun demikian. Untuk melindungi takhtanya, dia bersekongkol dengan biksu untuk menjebakku. Dan sekarang, dia berharap aku mati.

Jung : Tampaknya anda takut dengan karma buruk akibat semua perbuatan anda. Tak perlu disembunyikan.

Ibu Suri : Membunuhku lebih mudah daripada memakzulkanku. Semua raja terdahulu, setelah mengeklaim kekuasaan, memperkuat posisinya dengan pembunuhan.

Jung : Paduka Raja berbeda dengan anda. Dia akan berbeda. Aku akan memastikannya. Aku tak akan membiarkannya mengambil jalan yang sama dengan anda.

Jung menunggu di halaman istana.

Tak lama, Sarim yang dipimpin oleh Kepala Moon lewat.

Mereka memberi hormat pada Jung, lalu pergi.

Dayang Choi : Sebaiknya anda kembali. Sejak anda datang ke kantor kerajaan, para pejabat Sarim telah mengutuk anda.

Jung : Itu sudah pasti. Dia menjaga adat istiadat.

Dayang Choi : Anda tahu Anggota Dewan Kiri Moon?

Jung : Aku sangat mengenalnya.

Dayang Choi Kasim Jung dari Istana Raja mengirimkan surat dari gubernur Desa Hutan Bambu.

Jung kaget, Desa Hutan Bambu?

Dayang Choi : Benar, Yang Mulia. Suratnya berisi informasi yang anda cari.

Di kamarnya, Jung membaca surat itu.

Dia terdiam dan menangis.

Pejabat Sarim menemui Raja di balai istana.

Cendekiawan Moon : Sebelum nama baik Yoo Haksoo kembali, kami meminta penyelidikan ulang atas pembunuhan mendiang Ratu Inyoung. Tolong setujui, Yang Mulia.

Sekarang, Raja di perpustakaan dengan Kasim Jung.

Kasim Jung mengatakan, permintaan Sarim tak masuk akal.

Kasim Jung : Fakta bahwa Mendiang Ratu Inyoung bunuh diri dapat terungkap.

Raja : Tapi Sarim tak akan tinggal diam. Menangkap pelaku dan membersihkan nama adalah keinginan Sarim.

Lalu Jung datang.

Raja kaget Jung mendadak datang kepadanya. Kasim Jung langsung pergi.

Raja menatap tegang Jung.

Jung : Aku datang dengan permintaan. Aku ingin mengunjungi makam Ttong Geum di luar Ibu Kota.

Raja : Aku akan meminta Biro Ibu Kota memasang perimeter terlebih dahulu. Tak akan ada yang tahu.

Jung : Aku sangat berterima kasih.

Raja memegang tangan Jung.

Raja : Permaisuri Park, aku khawatir kau tak mengizinkanku berada di sisimu lagi.

Jung : Kudengar kau melindungi para perajin di Desa Hutan Bambu. Apa itu benar?

Raja : Aku sudah memperingatkan gubernur agar mereka tak tertangkap seperti sebelumnya.

Jung : Sebelum mengonsumsi racun, kau berpuasa. Karena itu, tak ada satu pun yang dituduh meracunimu.

Raja : Para kasim dan dayang yang melayaniku akan selalu kulindungi.

Jung menatap Raja dan bicara dalam hatinya.

Jung : Yang Mulia, kkau berbeda dari Ibu Suri.

Sekarang, Jung ada di makam Ttong Geum.

Dia ditemani Eum Jeon dan Dayang Choi.

Tak lama kemudian, Gye Won datang. Eum Jeon dan Dayang Choi langsung menyingkir.

Gye Won : Makam siapa ini?

Jung : Di sini terbaring seseorang yang tak boleh kita lupakan.

Gye Won : Apa dia yang membuatmu meminta aku hadir hari ini?

Jung : Anggota Dewan Park, apa kau percaya Paduka Raja bisa menjadi raja yang bijak?

Gye Won : Aku tak yakin. Bisa dibilang seorang raja yang tak bisa menerima nasihat mirip dengan seorang tiran.

Jung : Tanpa pembersihan dan hukuman berat bagi pengkhianat, aku akan membuatnya menjadi raja yang bajik. Aku berjanji. Jadi, aku akan mengawasi Paduka Raja.

Gye Won : Padahal dia adalah suamimu?

Jung : Saat ini aku berbicara sebagai bawahannya. Dia adalah orang yang membuka jalan agar aku bisa melakukannya. Lagi pula, dia yang menempatkan para pengikut setia ayahku.

Jung memanggil Anggota Dewan Kiri Moon ke kamarnya.

Anggota Dewan Kiri Moon : Boleh aku tahu kenapa anda memanggilku?

Jung : Anda mengajukan banding atas pelarangan masa berkabung tiga tahun. Aku penasaran karena itu bertentangan dengan keyakinan Neo-Konfusianisme.

Anggota Dewan Kiri Moon : Pejabat tak bertugas memuaskan rasa penasaran anda. Jangan pernah memanggilku untuk masalah seperti ini lagi.

Anggota Dewan Kiri Moon mau pergi. Jung bicara lagi.

Jung : Masa berkabung tiga tahun melarang rakyat bekerja dan mencari nafkah. Banyak yang ditangkap dan dihukum dengan pukulan, bagaimana bisa seseorang mengabaikan dampaknya?

Anggota Dewan Kiri Moon menatap Jung. Dia heran karena keponakan Anggota Dewan Kiri Park bisa mengatakan hal seperti itu.

Jung : Bangsawan menjunjung tinggi kesopanan, tapi itu tak boleh dipaksakan kepada rakyat jelata.

Anggota Dewan Kiri Moon : Kenapa anda berkata demikian?

Jung : Ayahku bangga saat aku menguasai Pembelajaran Dasar dan Cermin Berharga untuk Mencerahkan Pikiran. Tapi dia melarangku membaca Analek Konfusius.

Jung lantas berdiri dan mendekati Anggota Dewan Kiri Moon.

Jung : Salah satu teman terdekatnya mengatakan ini saat memberikan Zhongyong. “Baca dan kuasai. Buku itu mengajarkan bahwa kita harus setia pada sifat manusia yang dianugerahkan kepada kita. Gender bukan faktor yang memengaruhi proses belajar.”

Sontak lah, Anggota Dewan Kiri Moon terkejut mengetahui bahwa Permaisuri Park yang dibencinya adalah Jung.

Anggota Dewan Kiri Moon terharu, Jung-ah.

Anggota Dewan Kiri Moon bertemu Gye Won diluar. Keduanya saling memberi hormat. Gye Won mau pergi. Anggota Dewan Kiri Moon bicara.

Anggota Dewan Kiri Moon : Putri Yoo Haksoo, kau yang membawanya kemari?

Gye Won pun langsung menemui Jung di perpustakaan.

Gye Won : Kau bersedia melakukannya?

Jung : Aku ingin identitasku kembali.

Gye Won : Aku sudah bilang itu mustahil. Jika kembali menjadi putri Yoo Haksoo, kau mempertaruhkan nyawamu dan nyawaku.

Jung : Paduka Raja menunjuk cendekiawan yang sepaham dengan ayahku. Ini kesempatan terakhir untuk mengembalikan statusku.

Gye Won : Kau akan segera diangkat menjadi ratu. Menjadi keponakanku akan lebih menguntungkan bagimu.

Jung : Sarim akan mencoba melengserkanku karena aku putri dari pejabat yang berjasa.

Gye Won : Sarim akan memilih diam. Mereka tak akan berani menentang keinginan Paduka Raja. Apalagi setelah mereka menyaksikan para pejabat yang berjasa disingkirkan. Itulah alasannya.

Jung : Jika pengadilan tak menentangnya, siapa yang bisa menghentikannya?

Gye Won : Jadi kau memilih untuk menentangnya?

Jung : Aku tak akan mengambil langkah yang sama sepertimu. Itu sebabnya kau harus mengembalikan statusku.

Gye Won pergi tanpa menjawab lagi perkataan Jung.

Raja bergegas menemui Jung. Raja memegang tangan Jung dan berkata, status Yoo Haksoo akan dipulihkan.

Raja : Anggota Dewan Kiri Moon memintanya meski tanpa penyelidikan ulang terkait pembunuhan ibuku dan aku menyetujuinya.

Jung senang mendengar itu, aku merasa terhormat.

Raja : Mereka ingin menangkap pembunuh ibuku, karena itu aku bingung kenapa mereka mudah menyerah.

Jung tiba-tiba terdiam.

Raja bingung menatap Jung.

Jung kemudian bertanya, apakah mungkin statusnya dipulihkan juga?

Jung : Sarim akan menyambutku di pihak mereka.

Raja : Kau tahu sifat Anggota Dewan Park. Untuk mengembalikan statusmu, kita harus mengungkap bahwa kau bukan keponakannya. Dia tak dapat ditebak, apalagi dia memiliki informasi tersebut sebagai ancaman.

Jung : Aku akan membujuknya, Yang Mulia. Jadi…

Raja : Permaisuri Park. Dia tak bisa dibujuk, tapi dia bisa disingkirkan. Setelah selesai, kita bebas melakukan segala keinginan kita.

Jung terdiam sejenak, sembari menatap tangan Raja yang memegang tangannya.

Jung : Yang Mulia, apa pun pilihan yang kuambil, kau harus paham bahwa semua demi kebaikanmu.

Raja : Aku tahu. Kau satu-satunya orang yang selalu berada di pihakku.

Won Pyo dan pasukannya menyeret dua pengawal ke kediaman Gye Won.

Gye Won pun keluar dari kediamannya. Nyonya Yoon dan Nam Sang kaget melihat Won Pyo datang bawa pasukan.

Won Pyo : Maaf aku mengganggu selarut ini. Sebelum divisi direstrukturisasi, Paduka Raja memerintahkan komandan Tentara Pusat dihukum atas dosa mereka. Tapi mereka kebetulan mencari perlindungan di sini. Bawa mereka pergi!

Pasukan Won Pyo membawa dua pengawal Gye Won pergi.

Gye Won ingin mendekat, tapi Won Pyo langsung menghalangi Gye Won dengan senjatanya.

Gye Won : Menteri Cho, dengar…

Sontak lah, para pengawal Gye Won ingin mencabut pedang mereka, tapi dilarang Gye Won.

Won Pyo : Ini urusan resmi istana. Siapa pun yang ikut campur akan dihukum dengan hukum miiter.

Gye Won : Aku minta kau mengingat ini. Paduka Raja tak akan membiarkan kerabat dari pihak istrinya merajalela.

Won Pyo : Kerabat dari pihak istrinya yang setia kepadanya adalah orang-orang yang dia butuhkan. Lain kali, pedang ini akan menyentuh lehermu dalam keadaan terhunus.

Won Pyo dan orang2nya beranjak pergi.

Nyonya Yoon menyusul Won Pyo ke dalam rumah.

Nyonya Yoon tak terima, Menteri Perang menyeret orang-orang kita seperti anjing. Dia pasti beranggapan bahwa kau lebih rendah darinya.

Gye Won nya malah tenang, tak ada yang perlu diributkan.

Nyonya Yoon : Lakukan perintah Paduka Raja sebelum keluarga kita musnah. Sebagai istrimu dan wanita terhormat, aku mematuhi perintahmu demi keluarga ini. Hidupku sebagai wanita tak pernah diprioritaskan. Aku mengatakan ini sebagai nyonya rumah ini. Tolong bunuh Ibu Suri.

Gye Won : Apa itu keinginanmu yang sesungguhnya?

Nyonya Yoon terdiam. Tak lama kemudian, dia keluar.

Gye Won menyusul Nyonya Yoon.

Nyonya Yoon : Kecemburuan menguasaiku. Tolong lupakan perkataanku.

Gye Won : Setiap kali takdir keluarga kita dalam bahaya, kau menuruti keputusanku tanpa mengeluh. Aku bersyukur. Sekali lagi, takdir keluarga kita berada di ujung tanduk.

Nyonya Yoon : Apa kau akan menentang Paduka Raja?

Gye Won : “Mereka yang mencari kematian akan hidup.” Pemimpin sejati keluarga ini adalah kau, Nyonya.

Nyonya Yoon hanya tersenyum sedikit mendengar pujian Gye Won.

Jung di kamarnya, menunggu kabar dari Gye Won.

Dia tanya ke Dayang Choi, apa Anggota Dewan Park masih belum mengirim kabar?

Dayang Choi : Sayangnya belum. Boleh aku tahu kabar yang anda tunggu?

Jung terdiam heran.

Bersambung ke part 3….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
How To Be Thirty Ep 3
Read More

How To Be Thirty Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis How To Be Thirty Episode 3, Lihat daftar selengkapnya untuk cerita rekap full di tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 27 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 27 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…