Bloody Heart Eps 13 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 13 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Tae bangun. Tapi saat bangun, dia melihat sosok ibunya disampingnya, tengah menuangkan teh untuknya.

Tae: Mulai sekarang, kita akan minum teh bersama setiap hari. Setelah mengikuti pelajaran, datanglah ke ruanganku. Aku memasukkan racun ke dalam tehmu. Tak ada raja yang pernah selamat dari racun. Sebelum tubuhmu menoleransi racunnya, kau akan menderita sakit perut dan demam. Sembunyikan gejalanya. Jangan sampai ada yang tahu. Tabib kerajaan sekali pun. Gejala itu tak boleh dicatat di jurnal rumah sakit.

Ratu nangis, bencilah aku karena ini, Putra Mahkota. Seorang ibu sengaja memberi racun kepada putranya! Racun!

Tae: Ibu lebih suka jika aku menoleransi racun daripada melihatku diracuni. Aku akan meminumnya. Jadi, kumohon, ibu, jangan menangis.

Sosok Ratu akhirnya menghilang.

Itu hanya lamunan Tae.

Gye Won kembali ke kediamannya bersama Pengawal Park.

Gye Won menyuruh Pengawal Park menyelidiki Kasim Jung.

Pengawal Parl : Baik, Tuan. Kau percaya dia merawat biksu itu sejak masih kecil?

Gye Won : Ibu Suri tak mungkin bisa membuat rencana yang dapat memecah belah para pejabat, demikian pula dengan biksu.

Para pasukan dari Jeolla sudah siap.

Mereka berkumpul di depan istana tempat Raja memulihkan diri.

Gye Won di singgasana nya, membayangkan Raja lah yang bekerja di belakang Ibu Suri.

Gye Won marah, apa anda yang mengendalikan Ibu Suri, Yang Mulia!!

Raja sedang menghimpun kekuatan.

Para pasukan dari Jeolla langsung berlutut, begitu ia keluar dari dalam rumah peristirahatannya.

Gubernur Ham : Aku, Ham Changik, Gubernur Provinsi Jeolla, memberi hormat kepada Paduka Raja.

Kasim Jung membawa Hyekang menemui Raja.

Hyekang berlutut, tak berani menatap Raja.

Raja ingin tahu kenapa Jung tetap tinggal di istana?

Raja : Apa dia ditahan?

Hyekang : Karena dituduh, para dayang Chaeokdang dilarang meninggalkan istana. Pasti Permaisuri Park tetap tinggal karena hal itu.

Raja : Apakah hanya itu?

Hyekang : Ya, Yang Mulia.

Raja mendekati Hyekang. Dia menyuruh Hyekang melihatnya.

Hyekang menatap Kasim Jung. Kasim Jung mengangguk.

Barulah Hyekang berani menatap Raja.

Raja senang melihat wajah Hyekang, jadi, seperti ini rupamu. Aku ingin memujimu secara langsung. Aku akan mengingatmu.

Hyekang : Aku sangat berterima kasih, Yang Mulia.

Hyekang kembali menunduk.

Hyekang : Yang Mulia, aku khawatir anda kelelahan. Istirahatlah.

Raja : Kau boleh pergi.

Hyekang pun pergi.

Kasim Jung mengingatkan Raja, menemui Hyekang secara langsung terlalu berisiko. Kasim Jung minta Raja tak mengulanginya.

Raja : Kyun-ah, jangan meninggalkannya. Dia pengikut setiaku dan salah satu rakyatku. Aku tak mau menganggapnya sebagai pion.

Hyekang menunggu diluar. Dia tersenyum lebar. Tak lama, Kasim Jung keluar. Hyekang langsung mendekati Kasim Jung.

Hyekang : Ayah, kuharap aku tak membuat kesalahan. Aku mengira Paduka Raja menakutkan, tapi ternyata tidak.

Kasim Jung : Kenapa kau tak bilang tentang Permaisuri Park?

Hyekang : Ayah bilang berita itu tak akan membantunya pulih. Aku belajar menjaga ucapan selama menjadi putra ayah.

Kasim Jung : Apa Ibu Suri benar-benar menganggap Permaisuri Park sebagai ancaman besar?

Hyekang : Bahkan aku tak bisa menggoyahkannya. Saat ayah menyamar, bukankah Permaisuri Park diserang?

Kasim Jung : Ya, Nona Cho dalangnya.

Hyekang : Itu perintah Ibu Suri.

Kasim Jung terkejut mendengarnya.

Kasim Jung lalu berkata, mereka harus menjemput Jung.

Hyekang : Akan kusampaikan pesannya. Aku pergi dulu.

Hyekang beranjak, tapi Kasim Jung memanggilnya.

Kasim Jung : Siwol-ah.

Hyekang menoleh, ya, ayah?

Kasim Jung : Apa kau aman?

Hyekang tersenyum dan menunjukkan tongkatnya sebagai senjatanya.

Hyekang : Jangan cemaskan aku, Ayah. Aku pergi.

Jung cemas di kamarnya. Lalu Dayang Choi datang dan mengatakan bahwa situasi di istana kian memburuk dan dia akan mencarikan jalan keluar agar Jung bisa lari dari istana.

Jung tak mau. Dia bilang, jika dia lari, maka dia akan dianggap bersalah.

Dayang Choi : Jika anda kehilangan nyawa, semua akan sia-sia. Ttong Geum sudah ditahan. Berapa lama anda berharap dia akan tetap diam? Anda akan dituduh berkhianat jika dia berbohong. Ibu Suri sudah melarang dayang istana dan pelayan anda meninggalkan istana. Jika menunggu lebih lama, anda akan tetap terjebak di sini.

Jung pun resah. Dia memegangi perutnya dengan wajah bingung.

Dayang Choi melihat itu.

Yeon Hee ngadu ke ayah dan kakaknya. Dia bilang, Ttong Geum masih tak mau bicara, padahal para kasim berkata, kalau Ttong Geum akan bicara.

Yeon Hee :Aku harus bagaimana? Jika terus begini, aku akan ditangkap karena menuduh orang tak bersalah.

Won Pyo : Kau menuduh Permaisuri Park, jadi, hukumannya akan berat.

Yeon Hee : Ayah!

Won Pyo : Apa Ibu Suri menyuruhmu memanggil ayah? Kau bertindak gegabah karena berharap pada ayah. Lagi pula, Ibu Suri menginginkan kekuatan militer di istana. Jangan libatkan ayah dalam perseteruan remeh ini.

Won Pyo dan Sa Hyung mau pergi, tapi Yeon Hee merengek. Dia bilang, dia akan kehilangan nyawanya jika Jung tetap hidup.

Yeon Hee : Kumohon. Ayah, tolong jangan biarkan aku mati.

Lalu Ibu Suri datang. Yeon Hee langsung berhenti merengek. Ibu Suri menatap Won Pyo.

Ibu Suri : Kau tak punya pilihan, Menteri Cho. Menjadi pengkhianat bersama putrimu, atau membunuh Anggota Dewan Park dan Permaisuri Park.

Won Pyo : Aku tak mengerti. Bagaimana dengan urusan negara selagi Paduka Raja tak berdaya?

Ibu Suri : Itu bukan urusanku. Tentara Pusat beranggotakan pengikut setia Anggota Dewan Park. Petugas patroli bersenjata di dalam istana yang hanya setia kepadanya pasti membuatmu cemas. Fokuslah menjaga istana seperti biasanya. Aku hanya ingin Anggota Dewan Park dan Permaisuri Park musnah.

Raja memikirkan Jung. Dia ingat saat membuka mata, Jung lah yang pertama dilihatnya.

Raja merasa sedih karena membiarkan Jung sendirian di istana.

Raja menyuruh Kasim Jung mengirim kabar ke Istana Ibu Suri.

Raja : Aku tak bisa lagi meninggalkan Permaisuri Park sendirian di istana.

Kasim Jung : Baik, Yang Mulia. Aku yakin kabar sudah disampaikan.

Hyekang menuju kamar Ibu Suri.

Di depan pintu, sudah menunggu Dayang Han dan pelayan.

Sambil berjalan, Hyekang menyelipkan pesan ke tangan si pelayan.

Si pelayan langsung pergi begitu mendapat pesan Hyekang. Dan Hyekang ke kamar Ibu Suri.

Hyekang bertanya, kenapa Gye Won masih belum mundur.

Ibu Suri : Dia sudah menegaskan penolakannya.

Hyekang : Yang Mulia, para pejabat setia kepadanya sejak lama. Jika mereka memihaknya lagi…

Ibu Suri : Apa kau membenci Anggota Dewan Park?

Hyekang terdiam mendengar pertanyaan Ibu Suri. Dia tak bisa jawab.

Ibu Suri : Jika tidak, lupakan masalah ini.

Hyekang : Baik, Yang Mulia.

Ibu Suri : Kapan Paduka Raja akan mati? Begitu dia mati, Kementerian Perang tak akan merepotkan.

Hyekang : Dia akan menyerah pada penyakitnya seperti yang diharapkan Maitreya.

Gye Won ada di taman Ibu Suri. Tapi anak buah Ibu Suri melarangnya masuk.

Ibu Suri yang juga sedang di taman, melihat itu dan menyuruh Gye Won masuk.

Gye Won mendekati Ibu Suri. Keduanya saling menatap dengan sorot mata terluka.

Gye Won : Apa kau takut dengan masa depan? Kau membawa penjaga bersenjata di sisimu. Apa biksu jahat itu memberimu saran untuk menyingkirkanku?

Ibu Suri : Ya, dan bukankah mereka mulai berpaling darimu?

Gye Won : Apa rencanamu setelah mendapatkan kekuasaan? Apa sebenarnya makna kekuasaan bagimu?

Kasim Jung memberitahu Raja bahwa ‘mereka’ berani menolak panggilan Raja.

Raja : Aku harus menemuinya secara langsung.

Kasim Jung : Mereka berusaha menghindari kantor.

Raja : Meski keras kepala, mereka akan berjuang sampai mati demi keyakinannya. Tapi mereka yang akan menggantikan para pejabat saat ini.

Anggota Sarim menolak ketua mereka masuk ke istana.

“Mereka bilang Kantor Kasim Istana berencana menggantikan Dewan Negara. Kenapa anda datang di depan orang rendahan? Kami khawatir nyawa anda akan sia-sia.”

“Sejak eksekusi Cendekiawan Yoo Haksoo, aku menjauhi urusan negara. Aku juga mengabaikan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, murid-murid Akademi Konfusius dieksekusi atau dipenjara karena mengutarakan pikiran mereka dan aku tak bisa diam saja. Jangan halangi aku dari kematian yang adil.” jawab ketua mereka.

Lalu Raja datang, konyol sekali. Kau tak sadar kapan harus proaktif dan kapan harus menunggu. Kau menolak panggilan rajamu. Kau mengabaikan masalah politik dan hanya fokus pada buku.

Semua langsung memberi hormat kepada Raja.

Raja menatap Ketua Cendekiawan.

Raja : Jaga diri dan bersiaplah untuk masa depan. Saat pengkhianat di istana tersingkir, aku akan menunjuk anggota Sarim dan meminta mereka merancang dunia impian mereka. Aku berjanji sebagai raja kalian.

Ketua Cendekiawan langsung bersujud.

“Aku, cendekiawan klasik Moon Simhyun, hormat kepada Paduka Raja.”

Semuanya langsung ikut bersujud kepada Raja.

Cendekiawan Moon menemui Raja secara pribadi.

Cendekiawan Moon : Sebelum datang ke pengadilan, kami ingin tahu posisi anda.

Raja : Silakan.

Cendekiawan Moon : Apa anda percaya bahwa Yoo Haksoo adalah dalang pembunuhan ibu anda?

Raja : Tidak. Tentu saja aku tahu dia diperlakukan tak adil.

Cendekiawan Moon : Kalau begitu, tolong terima permohonan kami mengenai statusnya sebagai pengkhianat. Untuk waktu yang lama, temanku difitnah sebagai pembunuh. Jika anda mengembalikan statusnya, orang-orang yang mendukung keyakinannya akan memilih untuk setia kepada anda.

Raja pun berjanji bahwa kelak dia akan membersihkan nama Yoo Haksoo.

Nam Sang masuk ke kantor dan terkejut melihat Cendekiawan Kim sudah datang.

Nam Sang : Tuan, kapan anda tiba di kantor?

Cendekiawan Kim : Bodoh sekali aku membuatmu khawatir. Apa kau baik-baik saja?

Nam Sang : Ya, Tuan Kim. Apa anda sudah pulih? Tanpa kehadiran anda, sulit sekali mengumpulkan pendapat Tiga Kantor.

Cendekiawan Kim : Banyak masalah mendesak lainnya. Ibu Suri telah mengumumkan jika Tiga Kantor terus melakukan penolakan, maka akan ada pembatasan di Kantor Sensor dan Inspektorat Jenderal.

Nam Sang kesal, Ibu Suri melarang protes? Berani sekali dia.

Cendekiawan Kim : Karena itu permohonan gabungan dari Tiga Kantor tak boleh dibahas lagi. Jika tidak patuh, pejabat dari Tiga Kantor akan dilarang bicara.

Nam Sang : Tuan Kim, karena itu kita harus membahas kesalahan ini.

Cendekiawan Kim : Apa kau tak sadar bahwa ayahmu pun dijauhi oleh istana? Inspektur Jenderal dan Jenderal Sensor sudah setuju. Sekarang, lupakan masalah ini.

Nam Sang : Tapi Tuan…

Dan pejabat 3 kantor lain datang. Nam Sang terdiam. Mereka juga kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Yeon Hee cemas di kamarnya, memikirkan nasibnya. Tak lama, Jung datang dan dia langsung terdiam.

Jung : Ttong Geum, lahir di rumahmu. Kau pasti mulai menyayanginya. Semua luka Ttong Geum hanya akan membuatmu merasa bersalah.

Yeon Hee tetap keras kepala, rasa sayang untuk pelayan yang lebih rendah dari ternak? Mungkin itu hanya berlaku untukmu. Dia hanya bekerja di istana agar bisa melindungimu. Jika kau tak ingin melihatnya terluka, bicaralah dengan jujur.

Jung pun mengerti kalau tak ada gunanya membujuk Yeon Hee.

Jung : Aku harus menemui Ibu Suri.

Yeon Hee memberitahu kalau Ibu Suri di balai istana, jadi Jung harus kesana jika ingin bertemu Ibu Suri.

Setelah Jung pergi, Dayang Kim meminta Yeon Hee membebaskan Ttong Geum.

Yeon Hee tak mau.

Yeon Hee : Kasim Heo akan segera membawa kembali orang-orang di Desa Hutan Bambu. Meski Ttong Geum tak bicara, identitasnya akan segera terungkap.

Sa Hyung dan pasukannya datang mengepung orang-orang Desa Bambu.

Seobang panic, ada apalagi sekarang! Kenapa kau kembali kemari bersama mereka lagi?

Jin Sa maju, kami sudah membayar upeti. Kenapa kau menakuti kami lagi?

Sa Hyung : Aku juga bingung. Ini perintah dari seseorang yang berpangkat tinggi.

Jin Sa : Seberapa tinggi?

Seobang dan istrinya pelukan.

Seobang panic, apa kami akan dibawa pergi lagi?

Sa Hyung : Aku juga tak tahu. Bicaralah dengan gubernur desa.

Sa Hyung memerintahkan pasukan membawa mereka semua pergi.

Tapi pasukan lain datang melindungi mereka.

Dua orang, kayaknya sih ya, kayaknya, mata-mata Ibu Suri, mengintip. Mereka melihat ada pasukan lain yang melindungi orang2 Jung.

Salah satu dari pasukan yang datang melindungi orang2 Jung berkata, bahwa Gubernur Provinsi Jeolla berbicara.

Jin Sa kaget, Gubernur Provinsi Jeolla?

*Gubernur Jeolla, berarti pasukan kiriman Raja!! Yeay!

Dayang Choi menghalangi Jung yang akan menemui Ibu Suri.

Jung : Aku menyelamatkan Ttong Geum saat dia sakit. Setelah pulih, dia tak mau hidup sebagai budak yang kabur dan memilih kembali kepada tuannya. Aku tak bisa menghentikannya. Kali ini, aku tak ingin menyesali pilihanku. Aku akan bicara dengan Ibu Suri di kantor kerajaan.

Dayang Choi : Jangan. Penghuni Istana Dalam tak boleh masuk ke kantor kerajaan. Tolong pikirkan keselamatan anda.

Jung : Tidak bisa.

Dayang Choi : Yang Mulia!

Jung : Kau bilang Ttong Geum bisa bicara kapan saja. Aku tak bisa membiarkannya menahan rasa sakit yang menyiksa. Jangan ikuti aku. Itu perintah.

Dayang Choi pun menyerah dan membiarkan Jung ke balai istana.

Sekarang, Jung sudah berdiri di depan gerbang balai istana.

Dia menatap sejenak balai istana.

Kasim Heo memberitahu Ibu Suri bahwa Jung datang ingin bertemu.

Ibu Suri yang lagi membaca gulungan, kaget.

Cendekiawan Kim marah karena Jung berani-beraninya masuk balai istana.

Dia bilang, penghuni istana dalam masuk ke balai istana adalah hal tabu.

Rekannya yang lain setuju.

Ibu Suri : Permaisuri Park pintar dan mungkin sudah tahu konsekuensinya. Aku harus menerimanya. Persilakan dia masuk.

Jung masuk dan menghadap Ibu Suri.

Ibu Suri : Aku penasaran seberapa mendesak masalah ini. Bicaralah.

Jung : Atas perintah anda, salah satu pelayan istanaku dibawa oleh Kantor Kasim Istana

Ibu Suri : Itu untuk membuktikan bahwa kau tak bersalah.

Jung : Aku berterima kasih. Namun, itu bukan yurisdiksi Kantor Kasim Istana.

Ibu Suri : Ini hanya masalah sepele.

Jung : Mungkin begitu, tapi ini pelanggaran langsung terhadap otoritas Pengadilan Negara.

Ibu Suri marah, kau berani masuk ke kantor kerajaan hanya karena seorang pelayan?

Ibu Suri menyuruh pelayan mengusir Jung.

Ibu Suri : Kita akan membahas hukuman yang pantas untukmu.

Dua pelayan maju, hendak membawa Jung pergi.

Tapi sebelum diseret keluar, Jung pun mengumumkan kehamilannya.

Sontak lah Ibu Suri kaget mendengarnya.

Jung menegaskan sekali lagi, kalau dia tengah mengandung anak Raja, cucunya Ibu Suri.

Jung : Jika anda bersimpati kepadaku, izinkan aku bersama dengan Paduka Raja di vila kerajaan tempat Yang Mulia memulihkan diri.

Ibu Suri berdiri. Dia beranjak mendekati Jung.

Ibu Suri : Ada kemungkinan anak laki-laki akan lahir.

Jung : Benar, Yang Mulia.

Ibu Suri terhenyak. Tapi dia berusaha tenang dan pura-pura gembira dengan kehamilan Jung.

Ibu Suri : Ini berita menggembirakan bagi seluruh negeri. Aku sangat bangga.

Diluar, Won Pyo dan Gye Won saling bertatapan dingin.

Won Pyo memikirkan katak-kata Ibu Suri.

Ibu Suri : Tentara Pusat beranggotakan pengikut setia Anggota Dewan Park. Petugas patroli bersenjata di dalam istana yang hanya setia kepadanya pasti membuatmu cemas.

Gye Won lalu pergi ke kantor segel dan menatap token pengiriman pasukan.

Gye Won bertanya-tanya, kenapa biksu menyuruh Ibu Suri mengendalikan token pengiriman pasukan?

Gye Won : Jika Paduka Raja benar-benar menjadi dalang, dia tak akan membiarkan Ibu Suri mengendalikan elemen penting untuk memanggil pasukan ke seluruh negeri.

Won Pyo datang dan melihat Gye Won di depan token pengiriman.

Won Pyo tersinggung.

Won Pyo : Token pengiriman pasukan milik Kementerian Perang. Siapa pun yang ingin mendapatkannya akan ditangani oleh hukum. Kau pernah mengatakannya.

Gye Won menatap Won Pyo.

Gye Won : Benar, dan aku hanya ingin memastikan bahwa kau masih memilikinya.

Won Pyo : Saat ini aku bertanggung jawab atas keamanan istana. Jangan membuatku meragukanmu.

Gye Won : Tampaknya kau sudah meragukanku.

Won Pyo : Kau mengawasiku dengan mengendalikan Tentara Pusat. Kenapa mereka melaporkan jadwal kepadamu sebelum melapor ke Kementerian Perang? Mulai saat ini, siapa pun yang melapor kepadamu akan dihukum disiplin militer.

Gye Won : Apa kau memihak Ibu Suri?

Won Pyo : Aku tak memihak siapa pun.

Gye Won : Mengumumkan hal tersebut saat ini sama artinya dengan menyatakan bahwa kau memihak Ibu Suri.

Sa Hyung datang, ngasih tahu Won Pyo kalau Jung mengumumkan kehamilan.

Won Pyo kaget dan langsung menatap Gye Won.

Ibu Suri yang tidak percaya, menyuruh tabib memeriksa Jung.

Tabib pun memberikan ucapan selamat pada Jung, karena Jung benar-benar hamil.

Ibu Suri menatap sinis tabib, lalu tersenyum kepada Jung.

Ibu Suri : Aku sangat gembira.

Jung : Aku merasa terhormat, Yang Mulia.

Ibu Suri : Aku harus mengabulkan keinginanmu atas pencapaian ini. Tapi bagaimana?

Jung : Kalau begitu, tolong bebaskan pelayanku dari Kantor Kasim Istana. Mengetahui bahwa dia disiksa karena tuduhan tak berdasar membuatku gelisah.

Ibu Suri terpaksa mengabulkan keinginan Jung.

Dia bilang wanita yang mengandung tak boleh merasa gelisah.

Sekarang, Jung ada di perpustakaan. Dia menunggu seseorang. Tak lama, yang ditunggunya datang.

Gye Won : Selamat atas kehamilanmu. Namun, kau seharusnya menyembunyikannya. Kau tahu alasannya. Kenapa kau memilih untuk mengungkapkannya?

Jung : Tujuannya adalah menyelamatkan salah satu pelayanku yang dia siksa.

Gye Won : Tentara Pusat akan menjaga Chaeokdang. Kau tak perlu khawatir.

Gye Won hendak pergi tapi sebelum pergi dia bilang begitu Raja kembali ke istana, kekacauan yang sia-sia ini akan berakhir.

Jung kaget Gye Won tahu Raja sudah pulih.

Setelah Gye Won pergi, Dayang Choi mendekati Jung.

Dayang Choi : Kantor Kasim Istana akan membebaskan Ttong Geum.

Jung : Katakan bahwa kita akan menjemputnya.

Bersambung ke part 2…

10 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Our Beloved Summer Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Beloved Summer Episode 1, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan…
Read More

Snowdrop Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Snowdrop Episode 6, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Untuk…
Read More

All of Us are Dead Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis All of Us are Dead Episode 8, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di…
Read More

Red Shoes Ep 18 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 18 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…