Bloody Heart Eps 12 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 12 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Di episode sebelumnya, Ibu Suri berkata akan menghancurkan Joseon yang dilindungi Gye Won mati-matian. Tangis Gye Won jatuh, dia lalu berkata akan menggulingkan siapapun yang berani menghancurkan Joseon, tak terkecuali Ibu Suri. Ibu Suri syok mendengar itu. Tapi Ibu Suri tetap keras kepala. Dia bilang, Gye Won bisa melakukan itu hanya jika Raja sadar. Bersamaan dengan itu, Jung mengumumkan kepada seluruh menteri bahwa Raja telah sadar.

Bagaimana kelanjutannya?

Jung mengumumkan bahwa Raja telah sadar.

Semua bingung, karena yang mereka lihat, Raja masih belum siuman.

Ibu Suri dengan sorot mata marah berkata, kalau dia khawatir Raja tidak akan pernah sadar lagi.

Gye Won langsung bertanya, apa yang sudah Ibu Suri lakukan kepada Raja. Tapi kemudian dia menambahkan kalimatnya. Dia bertanya, apa rencana Ibu Suri.

Ibu Suri berkata, tidak ada. Takdir sedang memihaknya.

Ibu Suri : Begitu Paduka Raja Mulia meninggal, semua tindakanku adalah demi negara ini.

Gye Won : Itu pengkhianatan.

Ibu Suri : Kalian, para pria, tak menyangka seorang wanita bisa berkhianat. Orang-orang yang memberikan kekuasaan kepada Ibu Suri dan Ratu sebagai pengganti Raja adalah kalian, para pria. Aku akan menerima kekuasaan yang diwariskan Joseon kepadaku.

Gye Won : Yang Mulia, anda tak bisa mendapatkan kekuasaan semudah itu. Aku akan menghentikan anda.

Gye Won yang terpukul, lalu beranjak pergi meninggalkan Ibu Suri.

Ibu Suri terdiam memandangi kepergian Gye Won.

Jung menyuruh Dayang membuka tirai yang menutupi Raja.

Dayang Choi dan Dayangnya Raja membuka tirai.

Raja masih belum siuman, semua bingung dengan maksud Jung.

Jung memanggil tabib kerajaan. Dia menyuruh tabib memberitahukan kondisi Raja pada mereka semua.

Tabib : Racun di perutnya sudah dinetralkan. Namun, kesadarannya belum kembali. Dia masih muda dan sehat, jadi, dia mungkin akan sadar kembali hari ini.

Jung lalu bicara pada semuanya.

Jung : Apa sudah sebulan atau setahun sejak Paduka Raja pingsan? Ini baru dua hari. Beraninya kalian membahas perwalian Ibu Suri di hadapannya? Jika Paduka Raja pulih hari ini, bagaimana cara kalian mengabarkan hal tersebut?

Seorang menteri berkata, bahwa Ibu Suri lah yang memberi mereka perintah.

Jung marah, sejak kapan Istana menerima wasiat seseorang tanpa pembenaran? Kalian tak akan melakukan tindakan yang membuat kalian dianggap berkhianat.

Menteri akhirnya nurut pada Jung.

Jung memanggil Nam Sang.

Nam Sang tak mengerti agaimana bisa situasi seburuk ini terjadi?

Jung : Orabeoni, aku butuh bantuan Tiga Kantor. Ibu Suri mengincar takhta tanpa berkonsultasi dengan Istana Kerajaan. Paduka Raja masih hidup. Ibu Suri tak boleh mengeklaim perwalian. Jika Istana bersatu dan ikut campur, Ibu Suri tak akan mendapat pembenaran untuk maju.

Nam Sang : Anggota Dewan Park mengumpulkan pendapat dari Tiga Kantor.

Jung kaget mendengar itu, Anggota Dewan Park melakukan itu?

Nam Sang beranjak meninggalkan istana. Diluar, dia bertemu ibunya yang sudah menunggunya.

Nyonya Yoon : Apakah Ibu Suri benar-benar mengeklaim perwalian?

Nam Sang : Tidak, seluruh Istana Kerajaan berusaha menghentikannya.

Mendengar itu, Nyonya Yoon syok. Dia bahkan hampir jatuh.

Nam Sang langsung memegangi ibunya.

Nyonya Yoon melarang Nam Sang mencampuri urusan Ibu Suri.

Nyonya Yoon : Apa pun yang terjadi, jangan menarik perhatian dan awasi dari jauh. Berjanjilah. Ini keinginan ibumu.

Nam Sang : Aku hanya menjalankan tugasku sebagai pejabat. Jangan khawatir.

Nyonya Yoon : Kau harus menuruti perkataan ibu. Jika ibu kehilanganmu, ibu tak mungkin bisa melanjutkan hidup.

Kepala Kantor Segel buru-buru menuju istana Ibu Suri.

Dia membawa token pengiriman pasukan, atas perintah Ibu Suri.

Tapi beberapa pasukan tiba-tiba menghalanginya.

Lalu Won Pyo datang.

Won Pyo : Kita dalam keadaan darurat. Sampai Paduka Raja mengeluarkan perintah, Kantor Segel dan Lencana akan diawasi oleh Kementerian Pertahanan.

Pengawal Park memberitahu Gye Won bahwa Ibu Suri berusaha mengambil token pengiriman pasukan.

Gye Won : Lindungi jumlah pasukan dan catatan personel Kementerian Pertahanan.

Pengawal Park : Baik.

Pengawal Park bergegas pergi.

Kepala Kantor Segel menghadap Ibu Suri.

Ibu Suri kaget, itu juga dilarang? Apa itu perintah Anggota Dewan Park?

Kepala Segel : Benar. Namun, bagaimana bisa Anggota Dewan Park tahu semua perintah anda?

Gye Won bertanya-tanya siapa yang ada di belakang Ibu Suri. Dia yakin, pemberontakan ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri oleh Ibu Suri.

Lalu dia membayangkan ada seseorang di belakang Ibu Suri, tapi dia tidak tahu siapa.

Gye Won berterima kasih kepada Won Pyo karena sudah menghentikan Kantor Segel dan Lencana.

Won Pyo : Ini sudah tugasku sebagai petugas keamanan istana. Akankah Ibu Suri benar-benar memilih jalan pemberontak? Dia menginginkan token pengiriman pasukan untuk mengumpulkan pasukan gubernur. Ini pengkhianatan.

Gye Won : Aku tak yakin Ibu Suri memikirkannya.

Won Pyo : Kau benar. Ini bukan sesuatu yang bisa dia lakukan. Seorang tetua dari rakyat atau keluarga kerajaan pasti mendukungnya. Seluruh Istana pasti menyadari bahwa kau dan Ibu Suri saling mengkhianati, serta fakta bahwa Ibu Suri menerima bantuan orang lain.

Gye Won : Orang lain. Jika itu benar, mereka akan segera menunjukkan diri.

Bersambung ke part 2…

22 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
The Penthouse 2 Ep 9
Read More

The Penthouse 2 Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 9, Untuk Kalian semua yang mau tahu tentang daftar link recap…