Bloody Heart Eps 11 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 11 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Ibu Suri melihat Raja terbaring lemah tak sadarkan diri.

Ibu Suri tersenyum, ini aku, ibumu.

Ibu Suri teringat permintaannya kepada biksu.

Ternyata dia ingin memimpin Joseon sebagai Ibu Suri dan meminta biksu menyantet Raja sampai meninggal.

Di depan Raja, Ibu Suri bertanya apa benar Raja mengonsumsi racun.

Jung : Iya, Yang Mulia. Tabib sudah mengatakannya.

Ibu Suri ingin tahu apa yang dimakan Raja sebelumnya.

Kasim Jung bilang, demi menghormati ritual pemanggil hujan, Raja mengurangi porsi makanan selama 3 hari.

Kasim Jung : Sejak semalam, Paduka Raja bahkan tak minum air.

Dayang Choi: Itu benar. Para pekerja di istananya bisa bersaksi.

Ibu Suri : Aneh sekali. Kau bilang dia berpuasa. Bahkan mantan Raja tak melakukan itu. Tapi entah bagaimana dia mengonsumsi racun.

Gye Won angkat bicara.

Jung menatap Gye Won.

Gye Won : Yang Mulia, sekarang bukan saatnya menilai tindakannya. Kita menyaksikan upaya pembunuhan. Biro Interogasi harus dibentuk untuk menginterogasi semua orang yang bekerja di istananya untuk mengetahui kebenaran dibalik musibah ini.

Ibu Suri bilang pertanyaan Gye Won akan terungkap setelah Raja sadar dan yang harus mereka utamakan adalah pengobatan Raja.

Gye Won tak setuju, Yang Mulia.

Ibu Suri membalas Gye Won dengan kalimat pedas. Dia bilang Gye Won seperti mempercayai bahwa Raja tak akan sadar lagi.

Gye Won terdiam menatap Ibu Suri. Sorot matanya seolah tahu itu rencana Ibu Suri.

Ibu Suri lalu berkata, bahwa yang lebih penting adalah mereka tak boleh membiarkan posisi Raja kosong, karena itulah dia akan menjadi wali kuasa sampai Raja sadar.

Semua kaget.

Gye Won melontarkan kata-kata menusuk.

Gye Won : Ini kali pertama orang membahas perwalian disaat Paduka Raja masih hidup. Paduka Raja mungkin menderita penyakit cukup kuat sehingga pejabat bisa menjalankan tugas mereka. Tolong batalkan perintah anda.

Ibu Suri menantang Gye Won. Dia menyuruh Gye Won membangunkan Raja.

Ibu Suri : Dengan begitu aku tak perlu menggantikannya naik tahta.

Jung heran sendiri melihat Ibu Suri dan Gye Won saling berdebat.

Won Pyo sendiri merasa keinginan Ibu Suri yang mau menjadi wali kuasa, tidak masuk akal.

Won Pyo : Hanya istana yang bisa memutuskan. Beraninya dia membicarakan perwalian saat Paduka Raja masih hidup! Saat Paduka Raja bangun, dia akan dituduh berkhianat.

Sa Hyung : Tapi Ibu Suri bersikeras.

Won Pyo : Hukum harus ditegakkan. Semua akan berakhir begitu Paduka Raja sadar.

Gye Won bicara dengan Jung empat mata.

Dia meminta Jung mengeluarkan perintah.

Gye Won : Mustahil dia meminum racun saat berpuasa. Biro Interogasi harus menanyai para pelayan di istananya…

Jung : Ada sesuatu yang kudengar saat pertama kali kemari. Siapapun di dalam dinding ini adalah mata dan telingamu. Mempertanyakan kesetiaan mereka bukanlah prioritasku. Itu akan mengarah pada kesimpulan rancanganmu.

Gye Won : Kalau begitu, kau bersedia menerima perwalian Ibu Suri?

Jung : Kau menyarankan agar aku membiarkan pejabat istana mengambil alih meski tahu mereka mematuhimu? Kau yang akan memerintah negara ini.

Gye Won : Rupanya kau meragukanku. Kalau begitu, pertimbangkan untung dan ruginya. Kau keponakanku di istana ini.

Dayang Han membawa Kepala Seketaris Kerajaan menemui Ibu Suri.

Ibu Suri bilang mereka gak boleh membiarkan istana Raja kosong.

Ibu Suri : Perwalianku hanya bertujuan menyelamatkan kita, jadi sampaikan kata-kataku ke semua rakyat.

Kepala Seketaris Kerajaan mengerti dan pamit.

Ibu Suri : Apa kata Hyekang?

Dayang Han : Dia menyarankan anda menjadi wali dan memimpin pasukan istana.

Ibu Suri : Artinya, aku akan menantang Menteri Perang.

Jung ke istana Raja dan melihat semua pejabat sudah berkumpul di sana.

Jung dan Won Pyo saling bertatapan.

Lalu Jung pergi ke kamar Raja.

Di depan kamar, dia bertemu Kasim dan semua pelayan.

Jung : Semua asisten pengawas istana harus menjaga istana Raja apapun posisi awal mereka.

Kasim Jung : Aku dengan rendah hati menerima perintah anda.

Jung juga melarang dayang atau pelayan istana masuk ke kamar Raja sendiri.

Jung menatap Raja yang masih belum siuman.

Jung bertanya-tanya, siapa yang harus dia percaya.

Kasim Heo di halaman istana celingukan.

Lalu dia masuk ke kolong beranda dan mengambil bungkusan berwarna biru.

Ternyata bungkusan biru itu berisi daftar suap.

Ibu Suri tanya kenapa Kasim Heo memberikan itu padanya.

Kasim Heo menjelaskan, di buku itu tertulis dengan detail siapa yang menyuapnya.

Kasim Heo : Kapan pun anda memanggil seseorang, buku itu mungkin akan berguna. Aku menawarkannya kepada anda.

Ibu Suri tanya apa imbalan yang Kasim Heo inginkan.

Kasim Heo memohon agar dia dikembalikan ke posisi sebagai Kepala Kasim.

Dia bilang jika dia kembali menjadi Kepala Kasim, maka dia akan mengambil alih istana untuk Ibu Suri. Dia akan menjadi anjing peliharaan Ibu Suri. Jika Ibu Suri memberi perintah, maka dia akan menggigit siapapun yang dimaui Ibu Suri.

Ibu Suri bilang dia akan mengembalikan gelar Kasim Heo sebagai Kepala Kasim.

Ibu Suri mulai memakai jubahnya sebagai wali kuasa.

Dia senang.

Jung bersama dayang2nya. Dia heran Ibu Suri meminta tempat di depan tahta, serta pakaian merah di hari pertama bekerja sebagai wali kuasa.

Jung : Mengklaim posisi Wali Kuasa tanpa persetujuan istana? Ini belum pernah terjadi.

Jung dan Ibu Suri bertemu di depan istana Raja.

Ibu Suri menatap Jung dengan tatapan sombong, lalu beranjak pergi.

Jung mulai berpikir.

Para menteri juga marah dengan sikap sepihak Ibu Suri yang seenaknya mengklaim posisi Wali Kuasa.

Tapi mereka tak bisa apa-apa karena takut dituduh berkhianat.

Menteri No : Daegam, apa kau tak menyadari keputusannya yang aneh? Keputusannya sama sekali tidak terduga.

Yang ditanya diam saja.

Lalu Kasim Jung datang bawa berita dari istana.

Menteri No bertanya, apa Paduka Raja sudah sadar?

Kasim Jung diam saja dan bertatapan dengan Gye Won.

Setelah hari terang, Ibu Suri dibawa dengan tandu kebesarannya menuju istana Raja.

Dia kembali tersenyum.

Sekarang, dia sudah tiba di depan balai istana.

Dia tersenyum lagi melihat balai istana Raja yang akan berada di genggamannya.

Saat mau melangkah menuju balai istana, Gye Won datang dan meminta Ibu Suri berhenti.

Gye Won : Jalan Raja hanya untuk seorang Raja. Tolong jangan melanggar kehormatan suci.

Ibu Suri : Apa kau menyuruhku menempuh jalan untuk abdi?

Gye Won : Itulah hukumnya.

Ibu Suri tertawa, hukumnya?

Ibu Suri menatap Gye Won dan berkata dia akan merevisi hukum kalau begitu agar bisa melewati jalan Raja.

Ibu Suri tidak peduli dan terus melangkah menuju balai dengan pedenya.

Ibu Suri masuk ke balai istana. Dan, woaaah, balainya kosong! Wkwkwkwk

Sementara para menteri berkumpul di depan Raja yang masih belum siuman.

Tak lama kemudian, Jung masuk dan melangkah dengan anggun nya di depan mereka semua.

Para menteri memberi hormat kepada Jung, layaknya seorang Raja.

Ibu Suri terdiam di balai istana.

Gye Won datang dan memberitahu bahwa semua pejabat tinggi dan rendah telah hadir di kamar Raja.

Gye Won : Dimana pun Paduka Raja berada, di sanalah para pejabat berkumpul.

Ibu Suri berbalik menatap Gye Won.

Gye Won mendekat dan bertanya apa yang Ibu Suri harapkan dengan mengincar kekuasaan Raja.

Gye Won berkaca-kaca dan meminta Ibu Suri berhenti karena tak mau Ibu Suri dianggap berkhianat.

Ibu Suri nya tetap keras kepala.

Ibu Suri : Ucapanmu barusan memberiku tujuan. Pembenaran yang kau terapkan seumur hidupmu. Hukum kita. Sistem Joseon yang kau lindungi dengan mempertaruhkan nyawamu. Aku akan meruntuhkan Joseon mu.

Ibu Suri menahan tangis menatap Gye Won.

Gye Won : Negara ini adalah negaraku. Negara yang kulindungi seumur hidupku. Tak ada yang memahaminya sebaik ada. Jika anda berani membahas niat untuk menghancurkan Joseon, meskipun kau yang mengutarakannya….

Gye Won berteriak, aku akan! Menggulikanmu!

Ibu Suri syok mendengar perkataan Gye Won.

Tangis Gye Won akhirnya keluar. Gye Won pun berkata, jika tak menjadi ibu Raja, maka Ibu Suri bukan siapa-apa.

Ibu Suri : Kau akan memakzulkanku? Untuk melakukannya, Paduka Raja harus hidup. Tapi aku khawatir, itu tak akan pernah terjadi.

Adegan berpindah pada Jung yang menatap Raja.

Lalu Jung berbalik dan mengumumkan pada semua menteri bahwa Raja telah sadar.

Bersambung….

Gila ih, makin seru…

Next episode : Jung berusaha mengeluarkan Raja dari istana dan meminta bantuan Ttong Geum. Tapi ketahuan Ibu Suri. Sementara Ttong Geum ditangkap Yeon Hee dan disiksa.

Raja akhirnya bangun guys… Biksu yang membantu Ibu Suri, ternyata Siwol, anak angkat Kasim Jung yang selama ini sering Raja sebutkan.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Penthouse Ep 3 Part 1
Read More

Penthouse Ep 3 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 3 Part 1, Yuk dibaca juga bagian lengkap cerita di tulisan yang ini.…