Bloody Heart Eps 11 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 11 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Gye Won menemui Jung.

Jung sendiri tengah berdiri di kamarnya, menghadap ke jendelanya.

Jung : Aku yakin Ibu Suri menganggapku sebagai menantu yang mengincar kekayaan keluarga kerajaan. Apa alasannya berusaha membunuhku padahal dia tahu aku keponakanmu?

Gye Won bertanya, apa Raja sudah tahu kalau Ibu Suri lah dalang dibalik peristiwa kemarin.

Jung pun berbalik dan menatap Gye Won. Dia bertanya, apa yang harus dia lakukan. Haruskah dia mengatakan kebenarannya kepada Raja.

Gye Won : Kalau begitu, kau juga harus membahas keterlibatan Selir Jo. Namun, Paduka Raja tak boleh kehilangan Menteri Jo dan putrinya.

Jung : Benar, itu sebabnya Ibu Suri memanfaatkan Selir Jo. Namun aku tak bisa menutup mata.

Gye Won : Dia dalah Ibu Suri, ibu Paduka Raja. Meskipun kebenarannya terungkap, menghukum seorang ibu adalah dosa terhadap langit.

Jung : Seorang ibu mertua mencoba membunuh menantunya.

Gye Won : Itu skandal kerajaan. Tolong hentikan.

Jung : Skandal yang terungkap membuatnya diberi izin untuk melawan langit. Aku akan mengurangi martabatnya sebagai kompensasi karena aku nyaris tewas.

Jung beranjak ke pintu. Gye Won bilang dia berencana pensiun dan pergi ke pedesaan.

Jung kaget dan berbalik menatap Gye Won.

Gye Won : Kepindahkanku ke pedesaan karena sakit dapat dianggap sebagai kompensasi.

Jung : Bahkan tanpa kehadiranmu, kau tetap bisa memengaruhi para pejabat.

Gye Won : Paduka Raja akan punya waktu untuk melebarkan sayapnya. Kegiatannya selama aku tak hadir juga membuatku penasaran. Dengan begitu, keterlibatan Ibu Suri akan tetap terkubur.

Gye Won mendekati Jung dan minta Jung mengubur soal keterlibatan Ibu Suri.

Ttong Geum dibawa keluar oleh Dayang Choi dari istana Jung.

Bersamaan dengan itu, Yeon Hee dan Dayang Kim datang.

Yeon Hee marah dan menampar Ttong Geum.

Dayang Choi sontak menjauhkan Ttong Geum dari Yeon Hee.

Dan Dayang Kim mencegah Yeon Hee.

Dayang Kim : Jangan Selir Jo. Seorang pelayan hanya bisa dihukum oleh majikannya.

Yeon Hee : Kenapa dia melayani Permaisuri Park? Dia milik keluargaku!

Jung keluar dan berkata bahwa saat ini Ttong Geum ada dibawah pengawasannya.

Jung : Kau masih belum belajar menjaga sikap.

Yeon Hee : Itu perbuatan Ibu Suri, bukan aku. Tak ada yang bisa menyalahkan wanita bertahta jadi aku menjadi kambing hitam.

Jung : Kurangi bicara dan sembunyikan emosimu. Jadi kau tak akan dimanfaatkan. Hanya dengan cara itu, kau dan keluargamu bisa bertahan. Ttong Geum kini berada dibawah pengawasanku. Jangan menggangunya.

Jung beranjak pergi.

Dayang Choi dan Ttong Geum langsung mengikutinya.

Yeon Hee kesal setengah mati.

Kasim Jung menyuruh Raja kembali ke kamar.

Kasim Jung : Pernyataan untuk ujian khusus sepertinya mustahil dijawab.

Kepala Kim menemui Nam Sang. Dia marah, kau tega melakukan ini padaku!

Nam Sang meminta Kepala Kim untuk tenang.

Nam Sang : Dia masih dalam pemeriksaan…

Kepala Kim : Itu tak perlu! Aku sudah sering melihatnya menimbulkan masalah. Laporkan pelanggarannya dan pecat dia! Tidak. Dia harus diberi hukuman yang lebih berat.

Nam Sang : Keterlibatannya masih belum dipastikan. Tolong tenang.

Kepala Kim : Saat si bodoh itu bilang dia memihak Ibu Suri, seharusnya aku langsung mengasingkannya. Aku hanya bisa menyalahkan diriku karena menyayangi putra bungsuku. Kenapa dia bisa sebodoh ini?

Raja di istananya dengan Kasim Jung.

Raja : Apa itu pesan dari Siwol?

Kasim Jung : Benar, Yang Mulia. Dia bilang, pertanyaannya terlalu sulit untuk dijawab.

Raja : Jika melewatkan kesempatan ini, aku harus menunggu kesempatan datang lagi.

Raja tertidur setelah lelah membaca ribuan gulungan.

Jung datang membawa makanan dan melihat Raja sudah pulas.

Jung mendekat dan menyelimuti Raja.

Lalu dia melihat papan baduk. Dia heran melihat papan baduk didominasi warna hijau dan hanya ada satu anak baduk berwarna putih.

Saat mau melihat dari dekat, Raja bangun dan menarik Jung.

Jung : Apa aku mengganggu tidurmu?

Raja : Aku hanya beristirahat sebentar dan sudah akan bangun.

Jung : Kau harus selalu tidur dengan nyaman.

Raja : Bagaimana denganmu? Bagaimana kabarmu? Bukankah seharusnya kau beristirahat setelah teror itu?

Jung : Aku sangat sehat Yang Mulia.

Raja memeluk Jung.

Raja : Permaisuri Park, kau harus berumur panjang. Tak terluka dan juga sehat. Kau harus hidup selama beberapa dekade mendatang.

Besoknya, Raja kembali menggemburkan tanah bersama para petani.

Raja bahagia.

Lalu dari kejauhan, dia melihat Jung. Raja melambaikan tangannya.

Jung tersenyum melihat Raja.

Raja menyuruh para petani melihat Jung.

Raja : Lihatlah kesana. Dia calon Ratu.

Tentu saja para petani tak berani menatap Jung.

Raja senyum-senyum, dia istriku.

Si petani yang sudah berumur tertawa mendengarnya.

Raja menatap si petani itu dan bertanya kenapa dia tertawa.

Petani muda di sebelah petani tua menjawab karena Raja terpesona.

Raja tertawa, kurasa kau benar. Bagi makhluk tak berdaya sepertiku, terpesona adalah sebuah kemewahan.

Petani tua bertanya kenapa Raja merasa tak berdaya.

Petani tua : Anda bisa mewujudkan apapun hanya dengan memarahi orang lain.

Raja tertawa lagi, memarahi orang lain bisa memberiku segalanya?

Petani tua mengangguk.

Raja mulai sadar, benar. Aku akan menciptakan dunia seperti itu. Saat hari itu tiba, aku akan menjalani hidupku dengan menyayangi istri dan rakyatku.

Jung pergi ke kediaman Ibu Suri.

Dayang Han mengumumkan kedatangan Jung.

Ibu Suri : Suruh dia masuk.

Ibu Suri menuangkan teh ke cawan mereka berdua.

Ibu Suri : Aku berniat mengundangmu tapi kau lebih dahulu menemuiku.

Jung : Maafkan aku, Yang Mulia.

Ibu Suri : Silahkan.

Jung diam menatap Ibu Suri.

Ibu Suri : Apa kau tak mendengarku? Orang bisa beranggapan aku menyajikan racun di tehmu.

Tapi Jung tetap tak meminum teh itu.

Ibu Suri : Kau sudah tahu.

Jung : Jika maksud anda adalah kejadian terbaru, maka aku tahu.

Ibu Suri : Jadi begitu, jadi apa langkahmu selanjutnya?

Jung : Sama sekali tak ada karena Anggota Dewan Park bersedia menebus kesalahannya. Setelah mengundurkan diri, dia akan pindah ke pedesaan. Agar Paduka Raja tetap menjadi putra yang baik, insiden ini akan dikubur.

Ibu Suri terkejut mendengarnya.

Biksu tengah berdoa di kuil ketika seseorang merangkak masuk dan mendekatinya.

Pria itu melihat wajah si biksu.

“Aku benar, kau memang putraku.”

Si biksu kaget melihat ayahnya datang.

“Kau sudah tahu berapa lama ayah mencarimu? Selamatkan ayah. Kau tahu betapa kejamnya preman di rumah judi.

“Aku memutuskan ikatan duniawiku saat mengambil sumpah.”

“Itu tak berlaku untuk ikatan darah. Kudengar, kau seorang Maitreya. Berarti aku adalah ayah seorang Maitreya. Biarkan ayah memanfaatkanmu. Orang-orang akan menawarkan uang dan beras saat mendengar namamu.”

Pria itu tertawa.

Biksu marah dan mencengkram pria itu.

“Ini perkataan ayah yang menjual anak delapan tahunnya kepada preman. “Setidaknya tubuhnya sehat, tapi jika dilihat, kau sendiri tampak tak sehat.”

Biksu melepas cengkramannya. Dia lalu mengakhiri doanya dan beranjak keluar.

Diluar, dia bertemu Dayang Han. Dayang Han bilang biksu harus segera menjawab karena Ibu Suri tak sabar menunggu jawabannya.

Biksu : 3 hari. Hari ketiga dari hari ini, keinginan Yang Mulia akan terkabul.

Ibu Suri minta penjelasan ke Gye Won tentang Gye Won yang akan mengundurkan diri.

Gye Won : Tak akan ada yang berubah meski aku meninggalkan Ibu Kota.

Ibu Suri : Begitu kau pergi, seburuk apa perlakuan Paduka Raja kepadaku?

Gye Won : Dia tak akan semena-mena karena kau ibunya.

Ibu Suri : Bagaimana dengan Permaisuri Park? Apa dia akan diam saja padahal aku mengutus pembunuh untuk mengejarnya? Kau secara terbuka mengumumkan bahwa kau akan setia kepadanya.

Gye Won : Yang Mulia, tak akan ada yang berani menyakiti anda.

Ibu Suri meminta 3 hari. Dia bilang dia akan menenangkan diri sampai 3 hari itu tiba. Hanya 3 hari.

Dayang Choi memberitahu Jung bahwa Ibu Suri meminta 3 hari.

Jung pun heran, aku penasaran kenapa dia meminta 3 hari.

Dayang Choi : Paduka Raja akan mengunjungi makam setelah ritual pemanggil hujan. Mungkin dia harus mengurus segalanya selagi Paduka Raja pergi.

Biksu jahat memulai ritualnya malam itu.

Sementara Gye Won menulis surat pengunduran dirinya.

Terdengar suara Won Pyo.

Won Pyo : Daegam, calon Ratu telah ditunjuk tapi terlalu cepat untuk mengundurkan diri. Aku tak akan mendesakmu demi mendengar alasan kau kembali.

Raja sudah mengenakan jubahnya untuk ritual pemanggil hujan.

Semua Kasim dan Dayang serta Pelayan juga sudah berkumpul.

Kasim Jung : Yang Mulia, untuk melihat altar pemanggil hujan, anda harus segera berangkat ke Sajikdan.

Raja diam saja, tapi wajahnya terlihat pucat. Wae? Ada hubungan sama si biksu kah?

Ibu Suri di kamarnya bertanya-tanya, apa si biksu jahat sungguh bisa mewujudkan keinginannya.

Ritual pemanggil hujan dimulai. Hari sudah pagi.

Raja berjalan sendirian menuju altar, sedangkan para menteri di belakangnya.

Bersamaan dengan itu, si biksu komat kamit membaca mantera.

Hujan akhirnya turun. Semua senang.

Tapi Raja, tiba-tiba saja muntah darah.

Tak lama setelah muntah darah, Raja jatuh dan tak sadarkan diri.

Para menteri langsung berlarian menolong Raja.

Dayang Han langsung melaporkan kejadian itu kepada Ibu Suri.

Ibu Suri terkejut. Tapi dia senang. *Omo, Raja disantet?

Jung yang mendengar Raja jatuh sakit, langsung berlari ke tempat Raja.

Dia tak peduli dengan hujan deras yang mengguyur tubuhnya.

Gye Won pun sama.

Won Pyo memerintahkan anak buahnya menutup gerbang istana. Dia bilang, sampai dia memberi perintah tak ada yang boleh keluar-masuk istana.

Pintu gerbang istana ditutup.

Won Pyo : Drum akan dipukul, kecuali tentara yang menjaga gerbang. Semua tentara yang bertugas, berkumpul di halaman utama.

Raja tengah dirawat tabib.

Baik Jung, Yeon Hee, Gye Won bersama 2 menteri lainnya menunggui Raja.

Tabib terkejut memeriksa Raja. Dia langsung menghadap Jung begitu selesai memeriksa Raja.

Jung : Bicaralah, Raja yang sehat, pingsan setelah batuk darah tiba-tiba. Apa penyebabnya.

Tabib mengatakan, limpa dan perut Raja terluka parah.

Jung : Apa karena makanannya? Apa yang dia makan?

Tabib : Limpa adalah yang pertama terkena dampak racun. Berdasarkan perubahan warna di jepit rambut perak, sepertinya Yang Mulia mengonsumsi racun.

Jung kaget dan langsung menatap Raja.

Gye Won sepertinya tak percaya Raja mengonsumsi racun.

Jung tanya kapan Raja akan sembuh.

Jung : Dia akan menjadi dirinya lagi. Benar, kan?

Tabib : Tolong jangan ampuni aku.

Mendengar itu, tangis Yeon Hee langsung pecah.

Dayang Han melaporkan kondisi Raja pada Ibu Suri.

Ibu Suri tersenyum senang.

Ibu Suri lalu berkata, kalau dia harus ke istana Raja.

Ibu Suri : Karena aku ibu Paduka Raja.

Gye Won menatap Raja.

Gye Won dalam hati berkata, karena Raja tak punya keturunan, jadi jika Raja meninggal, maka yang berhak memutuskan siapa Raja berikutnya adalah….

Bersamaan dengan itu, Ibu Suri datang.

Gye Won menatap Ibu Suri dengan tatapan tegang.

Sementara Ibu Suri sedikit tersenyum menatap Gye Won.

Gye Won : Ibu Suri.

Bersambung ke part 3….

Cuma ngarep happy ending, jangan ada yang meninggal….

Tapi di sejarah aslinya, banyak yang percaya kalau Raja meninggal karena diracun… Jgn sampai kayak ending Moon Lovers…

19 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hello, Me! Ep 13 Part 2
Read More

Hello, Me! Ep 13 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 13 Part 2, Jika Kalian ingin menemukan full recapnya di tulisan yang…
18 Again Ep 9 Part 4
Read More

18 Again Ep 9 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 9 Part 4, Melihat keseluruhannya ada di tulisan yang ini. Jika penasaran…
Read More

The Penthouse 3 Ep 22

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 22, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…