Bloody Heart Ep 1 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 1 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Raja mengunjungi Ibu Suri Choi. Ibu Suri memakai hanbok putih, tanda berkabung.

Ibu Suri : Kau tak pernah lupa mengunjungiku meskipun aku ibu tirimu. Pengabdianmu kepada orang tuamu menjadi teladan bagi semua orang.

Raja : Itu adalah tugasku sebagai seorang putra.

Ibu Suri menuangkan teh untuk Raja. Tapi saat Raja hendak mengangkat cawannya, Ibu Suri bilang tehnya tidak beracun. Raja kaget. Ibu Suri bilang dia hanya bercanda.

Ibu Suri : Kudengar kau masih sulit tidur, jadi, aku menyiapkan teh krisantemum. Ratu mati sia-sia. Bagaimana kau bisa tidur dengan tenang? Apa ini kali kedua? Putri Mahkota juga mati sia-sia. Kudengar dia dibakar sampai tak bisa dikenali. Izinkan aku mengatakan ini karena ini pemakaman nasional. Istana Ratu tak boleh dibiarkan kosong dalam waktu lama.

Sekarang, Raja bermain mahjong sendirian di istananya. Dia menaruh bidaknya, hingga membentuk susunan.

Raja lalu membayangkan bidak-bidak itu adalah para menteri. Disinilah dia sadar bahwa semua menterinya memihak Gye Won. Bidak yang disusunnya, sama persis seperti susunan para menteri saat berdiri di depannya.

Raja melamun di istananya.

Kasim bilang cuacanya dingin.

Raja : Sepertinya aku tak akan bisa tidur malam ini. Aku akan tidur di perpustakaan.

Kasim : Baik, aku akan menyiapkan tempatnya.

Di perpustakaan, Raja berdiri di depan sebuah rak.

Tak lama kemudian, dia menggeser rak itu. Ternyata rak itu bukan rak biasa. Itu adalah pintu yang seketika terbuka setelah digeser Raja.

Ada lorong di dalamnya.

Raja pun masuk, menyusuri lorong itu.

Kita lalu dibawa ke masa lalu Raja, saat Raja masuk muda.

-7 tahun lalu-

Seja berjalan-jalan di pasar, ditemani kasim dan para pengawalnya. Kasim membujuk Seja untuk kembali ke istana. Tapi Seja bilang dia harus melihat dulu seperti apa Nona Yoon yang akan dinikahinya.

Kasim : Belum terlambat untuk kembali ke istana. Aku akan meminta pengawal mengantar anda pulang.

Kasim menoleh ke para pengawal. Tapi saat menoleh lagi ke arah Seja, Seja nya udah ngilang.

Sontak kasim dan pengawal panik dan bergegas mencari Seja.

Seja nya ternyata bersembunyi di bawah meja dagangan seseorang.

Seja mulai berjalan-jalan sendirian.

Tiba-tiba, seorang gadis lewat di depannya. Gadis itu tampak mengikuti gerombolan anak-anak yang membawa telur.

Seja mengikuti gadis itu.

“Jika kami membawakan telur, kau akan mengubahnya jadi anak ayam? Bahkan tanpa ayam?” tanya seorang anak.

“Tentu saja. Masukkan ke sana.” jawab gadis itu, menyuruh anak-anak menaruh telur di dalam jerami.

Gadis itu lalu membasahi telur dengan secentong air.

“Kelembapannya cukup. Untungnya, cuacanya bagus. Jangan lupa memutarnya tiga kali sehari. Dalam tiga, empat hari, kalian akan melihat anak ayam.”

“Seorang gadis muda menipu orang-orang bodoh. Ada apa dengan dunia ini?” ucap Seja.

Gadis itu berbalik dan menatap Seja.

“Siapa kau?”

“Kau sungguh percaya telur akan menetas tanpa eraman ayam?”

“Setelah menciptakan lingkungan hangat dan lembap, seperti tubuh ayam, aku melihat telurnya menetas dengan kedua mataku sendiri.”

“Mereka tak akan menetas.”

“Pasti bisa.”

Seja menginjak telur2 itu hingga pecah.

Seja : Kini, mereka tak akan bisa menetas.

Gadis itu marah, telur yang kau pecahkan bukan sekadar telur, tapi mereka akan menjadi ayam. Balas mereka dengan harga ayam.

Seja : Jika kau menginginkan uangnya, cobalah menangkapku.

Seja pun kabur dengan kudanya. Tapi tak disangka, gadis itu bisa menunggangi kuda dan mengejar Seja.

Seja terkejut, kau bisa menunggang kuda? Kau mengikutiku kemari demi mendapat ganti rugi ayam?

“Telur itu bisa mengajari mereka tentang buah dari jerih payah untuk masa depan. Kau merusak kesempatan itu.”

“Kau pikir aku akan tertipu dengan kebohongan untuk anak-anak?”

Seja mau pergi. Gadis itu bilang jika Seja pergi ke depan, Seja akan jatuh ke rawa.

Seja tak percaya dan memacu kudanya ke depan. Dan benar saja, ada rawa di depan dan Seja jatuh.

Gadis itu mendekati Seja. Dia menatap Seja dengan wajah kesalnya.

“Kau tak berbohong.”

“Aku memang tak berbohong.”

Gadis itu mengulurkan tangannya, mau membantu Seja berdiri.

Sekarang, Seja dan gadis itu ada di jembatan.

Gadis itu menunjuk ke depan mereka.

“Di sebelah sana. Para wanita naik ayunan di Dano. Kudengar banyak pria datang kemari untuk menemui tunangannya sebelum menikah. Ternyata itu benar. Baiklah, aku percaya kau akan meninggalkan uang untuk ayam di kedai.”

“Menurutmu kau bisa menetaskan telur-telur itu? Anak-anak itu hanya ingin makan hari ini. Mereka akan memakan telurnya bahkan sebelum menetas.”

“Tapi tetap saja, jika menyesali perbuatannya, mereka akan belajar sesuatu. Lalu setelah itu, dan di lain waktu, mereka akan sedikit lebih baik.”

“Kau cukup jelek. Kau jelek, kurang ajar, angkuh, dan bahkan kejam. Kau cerewet dan tak lembut, jadi, siapa yang akan menikahimu?”

“Kau kejam.”

“Karena itulah aku akan menikahimu.”

Gadis itu kaget dengan ucapan Seja.

Sekarang, gadis itu berjalan sendirian menuju rumahnya.

Seseorang mengawasinya.

“Cepat kejar dia. Cari tahu keluarganya, keluarga ibunya, dan reputasi mereka.”

Seja memberitahu ayahnya siapa gadis yang akan dinikahinya.

Gadis yang bersama Seja tadi adalah putri Cendikiawan Yoo Haksoo?

Seja : Aku tak akan menikahi gadis lain selain putri dari keluarga itu.

Raja : Kau tak mengenal Cendekiawan Yoo Haksoo? Dia masa depan Sarim. Dia sangat dihormati oleh Sarim jadi, para pejabat juga mengawasinya.

Seja : Itulah alasannya. Kita harus meningkatkan kekuasaan atau Sarim untuk melawan para pejabat.

Ratu : Seja!

Raja menyuruh kasim dan pengawal yang berdiri di belakang Seja keluar.

Raja memarahi Seja.

Raja : Kenapa kau begitu ceroboh? Sudah kubilang kau harus selalu waspada di istana.

Seja : Maafkan aku. Namun, ayah juga merasakan hal yang sama denganku. Ayah tak bisa menerima putri seorang pejabat sebagai putri mahkota. Itu sebabnya ayah menunda pernikahanku hingga kini. Lagi pula, dia wanita yang hebat. Dia baik dan bijaksana, selayaknya seorang ratu.

Ratu : Aku mengerti perasaanmu. Sudah waktunya belajar, jadi, kau harus pergi.

Seja pun pamit.

Raja bicara dengan Ratu.

Ratu bilang Seja benar.

Raja : Aku tahu. Tapi tetap saja, aku takut. Aku naik takhta berkat dipilih oleh para pejabat yang menggulingkan kakakku. Jika aku melibatkan Sarim, untuk mengendalikan para pejabat, bagaimana respons mereka?

Ratu : Saat terjadi pergolakan, keluargaku dimusnahkan karena kami orang terdekat raja terdahulu. Mereka menuntutmu untuk mengusirku karena tak sudi melayani ratu dari keluarga pengkhianat. Tapi kau mengatasi tekanan mereka dengan mempertaruhkan nyawamu.

Raja : Aku suamimu. Jika tak bisa melindungi istriku sendiri, bagaimana bisa aku mempertahankan negara ini?

Ratu : Kalau begitu, percayalah kepada Putra Mahkota. Dia adalah penerusmu.

Kasim Heo memberitahu Gye Won bahwa Raja dan Seja berencana melibatkan Sarim untuk mengawasi para pejabat yang melakukan kudeta.

Gye Won : Apa benar itu perkataan Putra Mahkota?

Besoknya, Cendikiawan Yoo datang memenuhi panggilan Raja.

Raja : Aku ingin meminta bantuanmu.

Cendikiawan Yoo langsung berlutut.

Cendikiawan Yoo : Aku akan menyerahkan hidupku untuk menjalankan perintah anda, Yang Mulia.

Raja : Aku ingin putrimu menjadi Putri Mahkota.

Sontak Cendikiawan Yoo kaget mendengarnya.

Yoo Jung tengah belajar ditemani ibunya. Ketika sang ayah pulang, dia langsung berdiri dan menyembunyikan buku yang tengah dibacanya.

Cendikiawan Yoo diam saja menatap putrinya, lalu dia menyuruh istrinya mengambilkannya air madu.

Cendikiawan Yoo cmemberitahu putrinya, ada yang melamar.

Yoo Jung : Ternyata ada keluarga yang belum mendengar tentangku.

Cendikiawan Yoo : Pernikahan ini memiliki kehormatan dan tanggung jawab terbesar.

Yoo Jung kaget, apa ini pernikahan kerajaan? Paduka Raja berusaha mengendalikan para pejabat dengan menggunakan Sarim? Apa ayah menerimanya?

Cendikiawan Yoo : Sebagai orang tua, ayah menolaknya, tapi sebagai rakyat, ayah harus menerimanya.

Yoo Jung : Ayah, aku tak mau tinggal di istana.

Cendikiawan Yoo : Kau tercengang karena banyak yang lupa bahwa rakyat adalah fondasi negara kita. Di Joseon, agar wanita bisa menerapkan ilmunya untuk negara, dia harus hidup sebagai Ratu. Ayah belum pernah melihat gadis yang lebih pantas menjadi ratu selain dirimu.

Maka Yoo Jung mulai istana, dia bersama para gadis lain.

Hari demi hari berlalu. Hanya 3 gadis yang lolos seleksi pemilihan putri mahkota.

Dari kejauhan, Seja ditemani Kasim Heo menatap Yoo Jung.

Kasim Heo : Jika anda menyukai salah satunya, beri tahu aku kapan pun anda siap.

Seja : Aku tak akan menemui mereka. Aku ingin melihatnya terkejut pada malam pertama kami bersama. Aku tahu dia akan berteriak.

Yoo Jung pun terpilih sebagai Putri Mahkota. Dia diantar para dayang menuju kediamannya.

Kepala Dayang : Ini tempat tinggal anda sebagai Putri Mahkota mulai saat ini.

Gye Won dan antek2nya rapat, membahas Putri Mahkota.

Gye Won : Akhirnya, putri dari Cendekiawan Yoo Haksoo terpilih. Ini adalah upaya untuk menahan kita dengan memanfaatkan Sarim. Menteri Jo Won Pyo bilang, dia lebih baik mengganti Raja daripada harus menyaksikan Seja bersanding dengan Yoo Jung.

Gye Won : Satu reformasi membuat kita berjasa terhadap negara ini, tapi dua reformasi menjadikan kita pengkhianat.

Won Pyo : Lalu, apa kau menyarankan agar kita menyerahkan hidup kita?

Gye Won : Ratu adalah musuh kita, kini Putri Mahkota bersama Sarim. Paduka Raja baru saja memberi kita alasan. Ratu Shin adalah putri dari raja makzul yang kita bunuh, Shin Heogyeon. Cendekiawan Yoo Haksoo belajar bersama Shin Heogyeon, bukan?

Pasukan istana memukuli dan menangkap semua anggota Sarim.

Anggota Dewan Kiri, dipimpin Gye Won melakukan aksi protes di depan istana Raja.

Gye Won : Aku, Anggota Dewan Kiri Park Gyewon, menyerahkan jabatanku dan juga hidupku untuk mengabarkan aksi keji ini. Cendekiawan Yoo Haksoo memanfaatkan pengaruhnya atas Sarim untuk merencanakan pengkhianatan! Pengkhianat yang memihaknya telah mengakui segalanya dan kejahatannya telah terungkap secara detail. Fakta yang lebih mengerikan adalah pemimpin para pengkhianat tersebut ternyata Paduka Ratu.

Raja keluar dan terkejut melihat aksi protes Gye Won.

Gye Won : Ratu menyimpan dendam karena pemenggalan ayahnya, Shin Heogyeon si Pengkhianat dan berkonspirasi untuk membunuh Yang Mulia Raja. Dia bersekongkol dengan cendekiawan jahat Yoo Haksoo untuk menaikkan takhta Putra Mahkota demi pemerintahannya. Semuanya terungkap melalui insiden ini. Yang Mulia! Lengserkan Ratu dan ungkap setiap kejahatan yang dia lakukan!

Raja : Anggota Dewan Kiri. Aku mohon padamu. Tolong jangan gulingkan Ratu dari takhta. Dia adalah istriku.

Gye Won : Yang Mulia. Anda tak boleh melibatkan perasaan pribadi ke dalam urusan negara.

Raja marah dan memerintahkan pengawal istana untuk memenjarakan Gye Won.

Raja : Dia pendosa yang berani memfitnah Ratu!

Tapi tak ada yang mendengar perintahnya. Mereka kompak memihak Gye Won. Termasuk, Won Pyo yang menjadi komandan.

Para menteri bahkan melepaskan topi mereka, mengancam akan melepaskan jabatan mereka jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

Raja syok, apa kalian berani mengancamku? Pengawal Istana, angkat pedang kalian! Bawahanku, pakai topi kalian lagi!

Dari kejauhan, Seja dan Ratu menatap Raja.

Seja minum teh bersama ibunya, sambil mengobrol.

Ratu : Apa kau menyesalinya?

Seja : Tidak. Selama aku tak memilih kandidat mereka, mereka akan tetap protes siapa pun pilihanku.

Ratu : Kau benar. Pastikan kau melindungi Putri Mahkota sebagai suaminya.

Seja : Sama seperti ayahku.

Ratu : Benar. Suami harus melindungi istri, dan ibu harus melindungi anak-anaknya.

Seja terhenyak dengan perkataan ibunya.

Ratu : Tehmu mulai dingin.

Seja minum tehnya.

Ratu menatap Seja dengan tatapan nanar.

Ratu : Tae-ya. Aku baru saja meracuni tehmu.

Sontak lah Seja terkejut mendengarnya.

Raja teringat kata-kata Ratu nya tadi kepadanya.

Ratu : Yang Mulia, aku akan memberimu alasan untuk melawan mereka. Yang Mulia, tolong jaga keselamatan Putra Mahkota.

Ratu memberitahu Seja bahwa dosis racunnya lebih banyak dari biasanya.

Ratu : Kau akan sakit beberapa hari. Jika Putra Mahkota negara ini hampir terbunuh, mereka akan berhati-hati untuk sementara waktu.

Seja : Anggota Dewan Kiri tak akan gentar karena trik semacam ini. Dia akan berusaha lebih keras untuk melengserkan ibu.

Ratu : Aku tahu. Rasa sakit yang kau derita tak akan mengakhiri ini. Ibumu tak akan menjadi ratu yang digulingkan. Aku akan mati sebagai ratu negara ini.

Ratu meminum teh miliknya yang juga dia taruh racun.

Tangis Seja keluar saat melihat ibunya kesakitan, tapi dia tak bisa berbuat apapun karena dia juga kesakitan.

Ratu sambil menahan sakit, menegaskan ke Seja bahwa mereka diracun sampai mati. dan meminta Seja mengingat itu selamanya.

Ratu : Gunakan untuk keuntunganmu. Satu-satunya yang akan membuatmu aman adalah simpati orang-orang untukmu sebagai anak dari ibu yang diracun.

Raja masuk dan terkejut melihat istri-anaknya sekarat.

Raja bergegas memeluk istrinya. Dia lalu berteriak, memanggil orang diluar.

Para dayang dan kasim langsung masuk. Mereka pun berlutut melihat Ratu dan Seja terkapa.

Raja : Ratu dan Putra Mahkota diracun sampai mati. Tutup semua gerbang istana! Aku pasti akan menangkap pelakunya dan memusnahkan tiga generasi untuk menghukum mereka atas kejahatan ini!

Tapi kenyataannya, Raja tak mampu berbuat apa-apa. Gye Won masih ada di istana.

Seja marah. Raja menjelaskan, bahwa Gye Won berjanji akan menyelamatkan nyawa Seja.

Seja : Ratu negeri ini diracun hingga tewas. Kenapa penyebab kejahatan ini masih belum dihukum? Kenapa tak ada yang bertanggung jawab?

Raja malah menyuruh Gye Won masuk.

Gye Won : Yang Mulia. Yoo Haksoo, pengkhianat yang membunuh Ratu dan keluarganya dipenggal, dan harta mereka disita. Tolong perintahkan hukuman untuk putri Yoo Haksoo.

Seja marah dan mencengkram kerah Gye Won.

Seja : Aku akan membunuhmu! Aku akan mencabik-cabikmu! Aku akan membunuhmu!

Raja menyuruh pengawal untuk mengurung Seja.

Setelah itu dia menyuruh Gye Won untuk memenggal Jung besok.

Jung terduduk lemas di penjara. Tak lama, ayah ibunya lewat. Tangis Jung langsung pecah.

Ayah ibu Jung juga menangis. Tapi penjaga langsung membawa ayah ibu Jung pergi.

Ayah Jung dipenggal. Jung menunggu gilirannya.

Seja dan ayahnya di perpustakaan. Seja memohon pada ayahnya untuk melepaskan Jung.

Seja : Gadis itu tak bersalah. Apa Ratu mati karena dia bersalah?

Raja : Aku kehilangan istriku karena aku lemah. Setelah kehilangan dia, aku harus melindungimu, Putra Mahkota. Aku adalah suami pengecut yang berpaling dari kematian istriku.

Seja : Apa ayah ingin aku menjadi pengecut seperti ayah? Aku tak bisa melakukan itu.

Raja pun terusik dengan kata-kata Seja.

Raja akhirnya memberitahu Seja ada jalan rahasia di perpustakaan.

Raja : Di istana, ada jalan rahasia yang hanya diketahui penerus takhta. Kau bisa keluar dari istana lewat jalan ini. Ikuti Kyun.

Dibawah, Kasim Jung dari istana Ratu sudah menunggu.

Dia memakai pakaian hitam serta wajahnya yang ditutupi cadar hitam.

Raja meminta Seja membuktikan bahwa dia berbeda darinya.

Malam itu, penjara tempat Jung ditahan dibakar.

Seja bergegas membawa Jung pergi.

Seja memacu kudanya dan berhenti di jembatan tempat mereka menghabiskan waktu bersama terakhir kali sebelum menikah.

Jung terjatuh.

Seja yang tadinya berjalan di depan Jung setelah turun dari kuda, langsung mendekati Jung.

Seja : Saat pria bertopeng datang, dia akan membawamu ke tempat aman.

Jung : Jika aku pergi ke sana, apa aku akan bertemu ibu dan ayahku?

Seja tak bisa menjawab.

Jung : Lupakan saja. Mereka dipenggal karena aku menjadi Putri Mahkota. Tapi hanya aku yang selamat. Kenapa kau tak membiarkanku mati saja?

Seja : Kumohon hiduplah. Karena aku, ibuku meninggal. Karena aku, satu keluarga musnah. Tapi aku akan hidup. Aku akan hidup dan menyiksa pelaku yang membantai ibuku dan orang-orang yang berharga bagiku. Jadi, kumohon, tetaplah hidup. Kumohon. Tolong tetap hidup dan jadilah kuat.

Sekarang, Jung sudah tumbuh dewasa. Dia menunggu Tae yang kini sudah menjadi Raja di jembatan tempat mereka berpisah terakhir kali.

Tak lama kemudian, Raja datang. Jung tersenyum kepada Raja.

Sambil tersenyum pada Raja, Jung berjalan ke arah Raja.

Raja lega dan berterima kasih dalam hatinya karena Jung tetap hidup.

Raja : Cintaku yang hancur karena aku, cintaku Putri Mahkota.

Bersambung….

Next episode : Raja memilih Yeon Hee, putri Won Pyo, sebagai pendampingnya..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

The Sound of Magic Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Sound of Magic Episode 5, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…