All of Us are Dead Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis All of Us are Dead Episode 6, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dalam videonya Pak Lee menamai virus itu virus Jonas dan ia akan mencari obatnya.

Cheolsu menulis SOS di atap dengan benda-benda yang ada. Eunji mencuci tangannya dan juga wajahnya. Ia memakai lip tint dan mengikat rambutnya.

Mijin, Hari dan yang lain masih berjuang dengan membunuh zombie yang mereka temui.

Gwinam menemukan pisaunya dan mengambilnya.

Anak-anak yang ada di ruang siaran terdiam. Nggak tahu harus gimana lagi.

Yang Cheongsan lihat adalah anak perempuan yang sudah menjadi zombie. Ia tertimpa meja dan nggak bisa pergi dari sana.

Dan ternyata orang yang mengintip Cheongsan adalah Nayeon.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo menggenggam tangan Jimin. Mendadak Jimin melepaskan tangan Onjo dan jalan menuju jendela. Ia mau bunuh diri. Onjo manggil yang lain dan minta mereka untuk mencegahnya. Jimin nangis-nangis dan minta mereka untuk membiarkannya.

Selanjutnnya Onjo bicara berdua sama Jimin di ruang siaran. Ih bicaranya di dekat toilet. Jimin melarang Onjo untuk mengatakan sesuatu. Ia nggak tahu rasanya nggak punya orang tua. Nggak akan ada yang memerahinya dan nggak akan ada yang mencemaskannya. Berhenti bertingkah kalo ia tahu segalanya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo cerita kalo ia selalu hampir berada di peringkat akhir. Ayahnya selalu memarahinya kalo nilainya nggak akan naik dengan sendirinya sehingga ia akan sulit untuk masuk UNS. Tapi satu hal yang selalu ayahnya bilang. Kalo terjadi sesuatu padanya maka ayahnya lah yang akan pertama datang.

Jimin menunjukkan kalo ayahnya nggak datang. Onjo membenarkan. Ia nggak tahu ayahnya masih hidup apa enggak. Jimin pikir Onjo masih punya harapan. Onjo mengungkit kalo ia sudah kehilangan Isak dan Gyeongsu. Ia nggak mau kehilangan teman lagi dan minta Jimin agar jangan mati.

Tanpa sadar Jimin menekan mic sehingga membuat suara dengung. Banjang jadi punya ide. Yang lain masuk mengikuti Banjang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya Banjang menjelaskan rencananya. Jadi ia akan membuat suara ke beberapa tempat. Para zombie akan berkumpul dan mereka bisa pergi ke tempat Cheongsan untuk menjemputnya. Selanjutnya mereka ke atap. Ada banyak helikopter di atas dan mereka bisa ditemukan kalo di atap. Daesu paham. Tapi mereka akan memutar lagu apa?

Banjang menunjukkan CD di jendela. Lanjut ke rencana selanjutnya. Mereka membuka kertas di sekat ruang siaran. Soohyuk bilang ke Cheongsan melalui mic dan memintanya untuk tetap di sana. Mereka akan menjemputnya. Cheongsan melarang mereka untuk melakukannya karena itu sangat berbahaya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Nggak mau temannya dalam bahaya, Cheongsan berniat untuk pergi dari sana. Onjo mendadak bicara. Ia tahu kalo selama ini Cheongsan nggak pernah mendengarkannya. Tapi untuk kali ini saja ia minta Cheongsan untuk mendengarkannya. Tetap di sana sampai mereka datang.

Hal itu malah jadi kesempatan buat Gwinam. Ia mengambil pisaunya dan pergi ke ruang siaran untuk membunuh semua yang ada di sana.

Foto : NODRAKOR.ICU

Semua zombie pergi ke arah speaker. Soohyuk melihat dari atas dan Daesu melihat dari pintu. Masih ada anak gendut yang kakinya memakai pembatas jalan. Setelah dia pergi masih ada satu zombie yang bukannya pergi ke arah suara tapi malah membenturkan kepalanya di jendela.

Junyoung rasa dia b#doh kayak Daesu. Atau dia tuli. Nggak ada waktu lagi. Soohyuk nyuruh Daesu dan JUnyoung untuk membawa yang lain pergi dari sana dan ia akan menjaga dari belakang. Onjo menggenggam tangan Jimin dan meminta agar jangan melepaskan tangannya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Mereka berbaris meninggalkan ruang siaran tepat di belakang zombie itu. Awalnya semuanya berjalan lancar. Sampai tanpa sengaja Junyong menjatuhkan botol minumnya. Zombienya merespon. Soohyuk ngasih aba-aba buat lari. Mereka lalu menaiki tangga. Jimin sempat terjatuh kesandung potongan tangan. Onjo menarik tangannya dan membantunya.

Soohyuk ada di posisi paling belakang dan menghalau zombie yang tersisa.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gwinam sampai di ruang siaran untuk menemukan Cheongsan tapi nggak ada siapapun di sana. Dih dia melihat catatan yang ditinggalkan banjang. Tahu apa yang mereka rencanakan, ia pun pergi ke sana.

Di tangga zombie tadi berhasil menemukan Soohyuk dan berniat menggigitnya. Soohyuk berjuang untuk menghindar dan bertahan sebisanya. Gwinam datang dan membunuh zombie itu. Dih darahnya bikin mau muntah. Soohyuk berterima kasih dan melihat pisau di tangan Gwinam yang berlumuran darah. Ia terluka tapi bilangnya nggak papa.

Gwinam menanyakan Cheongsan dan bilang akan membunuhnya. Soohyuk waspada dan minta Gwinam untuk nggak melakukannya. Gwinam muak. Dia tahu kalo Soohyuk pandai berkelahi. Ia selalu bilang seperti itu. Tapi sekarang ia nggak terkalahkan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Keduanya berkelahi. Awalnya Soohyuk lebih unggul, tapi Gwinam lebih kuat darinya. Dan saat Soohyuk tersudut, Banjang datang dan berusaha untuk menjauhkan Gwinam dari Soohyuk. Akibatnya ia malah yang digigit Gwinam. Soohyuk menarik Gwinam dan melemparkannya ke luar. Gwinam jatuh dan sekarat.

Soohyuk menolong Banjang dan membawanya pergi dari sana.

Foto : NODRAKOR.ICU

Mijin, Hari, Minjae dan Junsung tiba di depan pusat pelatihan memanah. Mijin melihat pintunya terkunci dan menanyakan kodenya. Minjae memberitahunya sambil melawan zombie. Akhirnya pintunya terbuka. Junsung tongkatnya patah. Kayak dia terluka saat melawan zombie.

Semuanya masuk setelahnya. Junsung nangis mengeluhkan lukanya. Ternyata dia tertusuk. Mijijn panik dan minta Hari dan Minjae untuk membawakan kotak P3K.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Mereka akhirnya berhasil menemukan Cheongsan. Daesu langsung memeluknya, tapi saat Cheongsan melihat Onjo, dia langsung mendorong Cheongsan dan meluk ONjo. Onjo melepaskan pelukannya dan menendang Cheongsan yang nggak pernah mendengarkannya.

Mendadak Onjo menyadari kalo Soohyuk nggak ada. Mereka keluar untuk mencarinya. Soohyuk kembali bersama Banjang. Ada zombie yang mengejar sehingga mereka kembali masuk, mengunci pintu dan menutup semua tirai. Banjang meriksa tempat itu. Cheongsan ngasih tahu kalo ada zombie di sana tapi nggak bisa bergerak karena kejepit piano.

Hyoryeong mendadak ketakutan lihat luka gigitan di tangan Banjang. Yang lain yang melihatnya juga jadi mundur sama takutnya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah nggak bisa hanya diam. Ia minta Bu Park yang seorang anggota dewan untuk menggunakan kuasanya dan mengeluarkannya dari sana. Ia harus ke sekolah untuk menyelamatkan putrinya. Bu Park nggak bisa melakukannya. Ia minta ayah untuk menunggu sampai mereka selesai dites dan ia akan mengirim helikopter. Nggak bisa. Pun setelah dites mereka masih harus dikarantina

Tentara datang membawakan makanan. Ayah menanyakan berapa lama mereka harus dikarantina. Pak tentara bilang sekitaran sebulan. Ayah nggak bisa menunggu selama itu. Ia minta pak tentara untuk membiarkannya keluar dengan mengungkit kalo ia juga pernah mengikuti pelatihan berssama rekannya. Dan rekan ayah adalah sunbae pak tentara.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Pak tentara tetap pada aturan dan menekankan kalo mereka nggak bisa menggunakan koneksi. Bahkan hakim sama jaksa aja dikarantina. Ayah nggak bisa berlama-lama dan melumpuhkan tentara yang ada di ruangan itu. Bu park menegur ayahh dan minta ayah untuk mengikuti protokol. Ayah nggak bisa. Ia sering nggak bisa menyelamatkan orang saat mengikuti protokol. Ia minta bu Park untuk nggak menghukum mereka.

Bu Park menolak. Lah ayah yang membuat ulah kok malah dia yang harus membereskannya. Ayah mohon pada bu park selaku orang tua. Ia pasti tahu apa yang ia pikirkan.

Selanjutnya ayah mengganti pakaiannya jadi pakaian pak tentara. Ia menyamar keluar bersama rekannya.

Sampai luar ayah melihat kalo nggak ada yang memakai seragam sekolah. Nggak ada yang bisa keluar. Nggak ada yang bisa diselamatkan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Cheongsan waspada dan mau menyerang Banjang tapi Soohyuk menghalangi. Ia beerusaha bilang ke Cheongsan kalo Bnajang nggak digigit zombie. Dia digigit sama Gwinam. Cheongsan makin yakin karena ia melihat sendiri Gwinam digigit sama zombie. Orang yang digigit zombie akan berubah menjadi zombie.

Soohyuk kekeuh dengan pendiriannya kalo gwinam bukan zombie. Dia mengenalinya dan bisa bicara dengannya. Banjang lebih percaya pada Cheongsan dan berpikir kalo ia akan menjadi zombie. Ia nggak mau membahayakan mereka dan berencana untuk pergi. Ia berterima kasih pada Soohuk dan berbalik.

Foto : NODRAKOR.ICU

Nggak kayak biasanya, Soohyuk manggil Banjang dengan namanya, Namra dan memintanya untuk jangan pergi. Ia menarik Banjang je jendela dan membukanya. Dengan menunjukkan tangannya yang menggenggam tangan Banjang ia bilang kalo ia akan melempar Banjang kalo ia berubah biar nggak membahayakan mereka.

Cheongsan nggak bisa percaya begitu aja. Ia mendekat meski Soohyuk melarangnya. Mereka hampir bertenkar . Banjang teriak minta mereka berhenti. Ia bilang keCheongsan kalo ia akan bunumereka diri kalo merasa ada yang aneh. Cheongsan minta maaf. Banjang nggak papa. Ia juga nggak merasa bersalah pada mereka.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya ia duduk di jendela. Ia minta Soohyuk untuk mendorongnya kalo ia berubah.

Onjo menghampiri Cheongsan dan berpikir kalo Banjang nggak akan berubah. Sudah lama dan dia masih belum berubah. Cheongsan pikir Onjo mengatakannya karena suka sama Soohyuk makanya memihaknya. Onjo membantahnya tapi di mata Cheongsan Onjo memang begitu.

Foto : NODRAKOR.ICU

Minjae udah mengobati Junsung. Pendarahannya sudah berhenti dan ia juga sudah mensterilkannya. Junsung ngomel mulu menyalahkan mereka. Harusnya mereka nggak keluar. Mijin menenangkan kalo Junsung nggak akan mati.

Hari mencoba untuk nelpon bantuan tapi telponnya nggak bisa terhubung.

Foto : NODRAKOR.ICU

Mendadak Banjang merasa aneh dengan tangan kirinya. Ia melihat Soohyuk dan merasa lapar. Ia merasa Soohyuk sangat harum dan mau menggigit lehernya. Cheongsan mau menyerangnya tapi Soohyuk menghalangi. Mereka jadi berkelahi selamat . Onjo nyuruh Cheongsan untuk meletakkannya. Kalo Banjang menggigit Soohyuk sekarang lehernya pasti berdarah. Tapi ia nggak papa.

Onjo menghampiri Banjang dan menanyakan keadaannya. Banjang menanyakan kenapa Onjo membelanya padahal sebelumnya ONjo sangat membencinya? Onjo mengatakan kalo sekarang ia masih membencinya. Tapi nggak tahu keapa ia melakukannya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Banjang mau pergi meninggalkan mereka biar semuanya selesai tapi Onjo dan Soohyuk melarang. Jimin nggak mau bersama Banjang. Ada darah zombie dalam tubuhnya. Orang tuanya juga dibunuh sama zombie. Ia mengungkit kalo dia sendiri yang bilang mau menggigit Soohyuk dan bukan nggak mungkin banjang juga akan menggigit mereka.

Onjo memberitahu kalo sebelum berubah tangan isak dan Gyeongsu sangat dingin tapi tangan banjang hangat. Ia bukan zombie. Ia lalu memastikan apa yang Cheongsan dan Soohyuk lihat soal Gwinam. Ia yakin kalo mereka nggak bohong. Dalam film ada orang-orang yang kebal terhadap gigitan zombie. Mungkin Gwinam dan Banjang salah satunya.

Soohyuk mengambil tali dan mengikat tangan Banjang dengan tangannya. Dengan begitu kalo Banjang berubah, ia hanya bisa menggigitnya dan nggak akan menggigit mereka.

Foto : NODRAKOR.ICU

Pak polisi memakai jaket dan memasukkan bayi Haesu di dalamnya ia melihat ada motor di luar dan berencana untuk pergi menggunakannya. Rekannya menolak. Takutnya itu nggak akan bisa dipakai seperti sebelumnya. Pak polisi meyainkan kalo itu sepertinya masih bagus.

Akhirnya mereka keluar. Dan setelah menyalakannya, para zombie langsung mengejar mereka. Mendadak ada seorang anak perempuan berlari ke arah mereka dan minta diselamatkan. Pakpolisi membawanya masuk kembali ke restoran. Rekannya pak polisi mengeluh kalo mereka harusnya langsung pergi tadi.

Anak itu ngasih tahu kalo ibunya ada di luar. Pak polisi merasa sedih lihatnya. Ibu anak itu sudah menjadi zombie. Ia lalu meluk anak itu.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Banjang dan Soohyuk duduk agak jauhan dari yang lain. Daesu dan yang lain membicarakan Banjang yang sekarang ada darah zombie di tubuhnya. Kalo benar Banjang kebal, apa ia nggak akan berunah jadi zombie? Daesu ikir Banjang Sembi? Setengah zombie.

Junyoung mengeluhkan mereka yang sudah nggak minum selama 2 hari. Hyoryeong juga merasa lapar. Nayeon melihat ada banyak minuman di dekatnya dan mau keluar tapi anak-anak malah membicarakannya. Mereka bilang kalo ia bukan manusia setelah apa yang dilakukannya pada Gyeongsu. Akhirnya ia nggak jadi keluar. Lah mereka malah ingat kalo di ruangannya ada makanan dan minuman sumbangan dari para wali murid..

Mereka mau masuk tapi keburu Nayeon menguncinya. Ia lalu sembunyi karena nggak mau mereka menemukannya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah dan rekannya sampai di pintu belakang. Mereka harus memanjat tembok. Ayah naik duluan dan meninggalkan rekannya padahal rekan ayah ingin ikut dengannya.

Habis turun ayah ketahuan sama petugas. Ia ditanya dari unit mana? Ayah nggak bisa menjawabnya dan melumpuhkannya. Habis tu ayah ditembaki saat pergi dari sana.

Foto : NODRAKOR.ICU

Daesu berusaha membuka kunci itu tapi nggak bisa dan akhirnya mendobraknya. Dih susah. Dan lagi suaranya malah membuat zombie diluar jadi bereaksi jadinya mereka berhenti.

Jimin mengambil kamera dan merekam. Ibu dan ayahnya datang ke depan sekolah untuk menyelamatkannya tapi polisi dan tim bantuan malah nggak datang. Kalo nanti ada yang melihat videona ia minta agar mereka yang harusnya datang dihukum. Ia nangis dan bilang ke orang tuanya kalo ia sayang mereka.

Foto : NODRAKOR.ICU

Hyoryeong mengambi kamera itu setelah Jimin meletakkannya. Ia juga bicara dengan orang tuanya kalo ia baik-baik saja dan teman-temannya memperlakukannya dengan baik. Ia bahkan juga memperlihatkan teman-temannya lalu bilang kangen sama ayah dan ibunya.

Wujin minta orang tuanya untuk menaikkan uang jajannya dan Daesu nyanyi tapi liriknya soal makanan. Cheongsan bilang kalo ia baik-baik saja dan berharap orang tuanya juga sama.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo cerita ke ayahnya kalo mereka nunggu ayah semalaman tapi ayah nggak datang jadi mereka bertahan sebisanya.

Ayah sendiri berusaha bertahan diantara tembakan yang diarahkan padanya. Ia berlari sekuat yang ia bisa lalu lompat ke sungai. Kayak ayah terluka tapi ia bertahan dan terus berenang.

Onjo tahu kalo ayahnya akan datang saat terjadi sesuatu padanya. Ayah nggak perlu datang kalo nggak memungkinkan. Yang terpenting ayah baik-baik saja. Dan hal yang biasanya ia katakan saat minta uang jajan, kali ini akan ia katakan secara cuma-cuma. Appa saranghae..

Bersambung…

29 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 8 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 8 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…