All of Us are Dead Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis All of Us are Dead Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Foto : NODRAKOR.ICU

Seorang youtuber sedang menuju Hyosan untuk membuat konten dengan merekam yang terjadi di sana. Karena jalanannya macet dan ia juga nggak bisa ke sana secara jalannya itutup, ia pun memutuskan untuk mendaki gunung. Nggak lupa ia juga menunjukkan segala persiapannya. Setelah sampai ia beneran dikejar zombie. Kontennya sangat disukai. Ia sembunyi di balik mobil.

Ibu Cheongsan memanjat tembok untuk sampai di sekolah. Ada helikopter di atas dan dibawah banyak zombie berkeliaran. Cheongsan melihat ke luar jendela. Onjo menghampirinya dan menanyakan keadaannya. Tangannya terluka. Dia nggak nggak papa. Ibu melihat Gyeongsu dan malah menghampirinya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo berusaha untuk menghibur Cheongsan tapi Cheongsan melarangnya. Mereka sama-sama kehilangan teman yang berharga.

Gyeongsu menggigit ibu. Ibu berusaha untuk pergi sambil mengingatkan Gyeongsu kalo ia adalah ibunya Cheongsan temannya. Zombie lain datang dan ikut memakan ibu. Di atas helikopter lewat.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo bertanya-tanya apa di bawah baik-baik saja? Chengsan pikir ayah Onjo akan baik-baik saja karena dia petugas kebakaran sedang ayah dan ibunya mungkin sedang di restoran karena ibunya sangat mementingkan usahanya. Mungkin sekarang sedang menggoreng ayam untuk zombie. Onjo jadi ingin makan ayam goreng ibunya Cheongsan. Meski asin tapi rasanya enak. Cheongsan mengajaknya untuk makan ayam goreng bersama setelah semuanya berakhir.

Cheongsan mengaku nggak dengar suara Nayeon sama Park Ssaem setelah mereka keluar. Daesu pikir artinya mereka masih hidup. Nggak mungkin mereka diam aja kalo lihat zombie. Awalnya yang lain diam sehingga Daesu pikir nggak ada yang menanggapinya tapi kemudian Soohyuk dan yang lain juga bilang berpikiran sama.

Foto : NODRAKOR.ICU

Minji rasa Nayeon pantas mendapatkannya karena dia sudah membunuh Gyeongsu. Toh mereka nggak mengusirnya. Ia pergi atas kemauannya sendiri. Dan Park Ssaem dia juga menyalahkan mereka atas kepergian Nayeon.

Hehe lagi serius Soohyuk malah bilang mau ke toilet. Daesu, Hyoryeong danJunyong juga pingin ke toilet tapi mereka nggak bisa.

Foto : NODRAKOR.ICU

Eunji dan Cheolso masih di atap Eunji menunjukkan kalo nggak ada yang datang. Kalo ada mereka pasti nggak akan membiarkan mereka dirundung. Ia berharap terjadi kebakaran biar semua orang mati. Cheolso yakin kalo bantuan akan datang. Kalo enggak mungkin lebih baik terjadi kebakaran. Dia tahu kalo Eunji ingin hidup.

Foto : NODRAKOR.ICU

Daesu tenyata ingin buang air besar. Dih ngomongnya gini amat ya… . Daesu ngasih saran gimana mereka kalo mau buang air kecil atau buang air besar yang bikin semua orang merasa konyol. Minji nggak mau. Ia akan menahannya saja sampai penyelamat datang.

Onjo pikir itu mungkin akan lama. Di luar juga mungkin keadaannya sama. Ia ngasih tahu kalo ayahnya bilang kalo sedang terisolasi, toilet dan tempat tidur harus dipisahkan. Lah gimana caranya membuat toilet? Onjo menunjukkan ruang siaran.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah habis telponan sama pusat lalu ngasih tahu yang lain kalo helikopter akan datang jam 11. Mereka harus bermalam di sana malam ini. Ia akan membuat toilet sementara. Di waktu yang sama Onjo juga melakukan hal yang sama sama ayah, yaitu membuat toilet sementara. Oh… Gitu ya bikinnya.

Setelah toiletnya jadi, Soohyuk langsung memakainya disusul Daesu. JUnyong yang dapat giliran setelah Daesu nggak jadi buang air kecil gegara kebauan Daesu.

Foto : NODRAKOR.ICU

Mereka berunding membicarakan langkah selanjutnya. Minji pikir nggak akan ada yang datang. Banjang juga berpikir begitu. Mungkiin mereka semua sudah mati. Kalo enggak, ibunya akan datang dan mengobrak abrik sekolah untuk mencarinya. Ia pikir mereka harus keluar tapi Onjo melarang. Lebih baik mereka tetap di tempat aman dari pada pergi ke tempat yang berbahaya.

Soohyuk pikir mungkin karena sudah malam. Ia yakin kalo besok pasti ada yang datang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah Onjo ingin pergi untuk menyelamatkan Onjo yang nggak bisa dihubungii di sekolah tapi Bu Park melarang. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengutamakan urusan pribadi. Ia menunjukkan asistennya yang juga punya orang yang berharga di luar sana tapi mereka nggak pergi karena mereeka tahu kalo mereka akan mati kalo keluar.

Bu park menunjukkan kalo ayah adalah seorang pemadam kebakaran dan ia adalah seorang politikus. Mereka nggak boleh meletakkan urusan pribadi di atas urusan umum untuk saat seperti ini.

Foto : NODRAKOR.ICU

Anak laki-laki yang selamat di kantin keluar. Ia melihat situasi di luar dan melihat sebuah sepeda. Dengan pisau di tangannya ia menuju sepeda itu dan menaikinya. Dih rantainya lepas. Akhirnya ia melepaskan sepedanya dan mencoba masuk ke kelas. Dih semuanya terkunci.

Secara acak ia masuk ke ruang kepala sekolah. Dikiranya dia dah aman, tahunya di dalamnya juga ada banyak zombie. Eh, kepala sekolahnya ngumpet di bawah meja. Anak itu berjuang untuk bertahan hidup dengan menggunakan pisau. Ia membunuh semua zombie di sana dengan cara menusuk lehernya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Karena sudah malah Mijin ngajak anak gendut itu untuk keluar. Karena gelap, zombie mungkin nggak akan melihat mereka. Anak gendut itu nggak mau. Mijin lalu mengajak Hari untuk keluar. Ia tinggal membawa panahnya dan mengikutinya. Hari nggak mau. Mijin tersinggung dan jadi meremehkan hari yang adalah seorang atlet. Cuman manah doang bisa dapat uang dan masuk univerrsitas.

Hari juga nggak terima dengan apa yang Mijin katakan. Ia menyebut Mijin b#doh dan menyuruhnya dia. Mijin nggak terima dan mereka pun bertengkar. Anak gendut itu dan juga Minjae berusaha untuk melerai.

Foto : NODRAKOR.ICU

Youtuber itu masih melakukan siaran langsung. Ia melihat kalo tempat itu sangat sepi makanya ia memutuskan untuk masuk. Dih nggak tahunya malah di dalam ada banyak zombie yang langsung mengejarnya begitu merasakan keberadaannya.

Merasa panik, youtuber itu pun lari keluar. Ia sembunyi di taman bermain. Ih suasananya nyeremin banget.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Polisi menunjukkan ke pak Lee apa yang sudah terjadi di luar. Dengan santainya pak Lee bilang kalo yang kuat akan mencabik-cabik yang lemah. Ia mengungkit kalo ia sudah memperingatkan tapi nggak ada yang percaya. Ia lalu membicarakan putranya yang sudah ditindas dalam waktu yang lama. Ia baru mengetahuinya setelah anaknya mencoba untuk bunuh diri.

Selanjutnya diadakan rapat komite. Bukannya merasa bersalah, anak-anak itu malah bilang kalo mereka hanya bercanda. Mereka sudah biasa melakukannya. Pak Lee nggak bisa apa-apa. Apalagi anak yang dirundung bersama Jinsu juga membenarkan kalo mereka hanya berecanda.

Pak Lee nggak mau menyerah. Ia melaporkannya ke polisi tapi nggak ada tanggapan. Kepala sekolah juga memintanya untuk nggak membesar-besarkannya dan menawarkannya untuk menjadi guru tetap. Pak Lee lalu memindahkan Jinsu ke sekolah lain tapi anak-anak itu kembali menemukan Jinsu. Dih serem de. Mereka memasukkan Jinsu ke mesin cuci. Mereka menganggap JInsu sebagai mainan mereka.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Malam itu JInsu pulang dalam keadaan basah kuyup dan putus asa. Pak Lee malah memarahinya dan menyuruhnya untuk melawan mereka. Berjuang sekuat tenaga seakan nyawanya dipertaruhkan. Jinsu yang putus asa berpikir untuk mati saja.

Pak Lee nggak mau anaknya mati begitu saja. Karena itulah ia menyuntikkan zat itu. Polisi mengklaim kalo pak lee sudah menciptakan monster. Tapi menurut pak Lee lebih baik putranya hidup sebagai monster daripada mati begitu saja. Dunia didominasi sama kekerasan dan mereka pantas mendapatkannya. Polisi paham kalo Pak Lee ingin mengubah dunia menjadi lebih baik. Tapi gimana dengan orang-orang yang ngga tahu apa-apa? Apa mereka juga harus bertanggung jawab?

Sejak saat itu pak Lee selalu melakukan penelitian. Ia mengurung putranya yang keadaannya makin mengg#la. Polisi mendesaknya untuk memberitahu apa obatnya. Ia yakin kalo pasti ada penawarnya. Dengan tenang pak lee bilang kalo nggak ada. Pak polisi merasa geram tapi nggak bisa apa-apa juga. Ia lalu mengajaknya untuk pergi. Mereka diperintahkan untuk dievakuasi.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Para penjahat dipindahkan dengan menggunakan bus. Di depan ada banyak polisi yang memblok jalan. Para zombie datang dan menerjang mereka. Di dalam pak Lee sama polisi mendengar suara itu. Nggak tahunya para zombie sudah berhasil masuk. Pak polisi melihat sendiri gimana para zombie itu menggigit rekan polisinya dan membuat mereka menjadi zombie juga.

Pak polisi berjuang agar nggak kena gigit. Pak Lee tersenyum lihat itu tapi sedetik kemudian dia malah nangis. Ia menarik zombie yang mau menggigit pak polisi. Pak polisi mengajaknya untuk pergi dari sana tapi pak Lee menolak. Ia nyuruh pak polisi untuk mengambil laptpnya di lab sains SMA Hyosan. Di sana ada cara untuk mengatasi itu semua. Pak Lee bahkan membiarkan dirinya digigit para zombie agar pak polisi bisa pergi.

Foto : NODRAKOR.ICU

Sampai luar hampir semua orang sudah berubah menjadi zombie. Bahkan para penjahat yang mau dievakuasi juga. Pak polisi lalu melihat satu rekannya yang belum terinfeksi. Ia ngasih tahu tentang laptop pak Lee dan mereka juga harus segera pergi ke badan penanggulangan bencana untuk meminta bantuan.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Hari berubah pagi. Onjo dan Cheongsan melihat kalo masih belum ada bantuan yang datang. Mijin sama Hari juga merasa kecewa setelah melihat kalo situasi di luar masih sama. Hari memutuskan untuk pergi. Minji mengajak untuk keluar dari gerbang belakang karena lebih dekat. Hari mau ke lantai 2 dulu. Adiknya keas 11. Ia mau melihat apa keadaannya baik-baik saja. Dia nyuruh mereka untuk mengikutinya kalo mau.

Onjo minta mereka untuk bertahan sampai bantuan datang. Banjang nggak sependapat karena mereka nggak tahu kapan bantuan akan datang. Belum lagi mereka juga akan mengalami dehidrasi nanti. Yang lain pikir Banjang ingin mereka pergi dari sana. Banjang membantah.

Soohyuk berusaha untuk menjelaskan apa yang Banjang maksud tapi Banjang membantahnya. Cheongsan pikir maksudnya Banjang mereka harus mempelajari situasi untuk menentukan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Banjang membenarkan. Minji mempertanyakan gimana mereka bisa mendapatkan informasi? Mereka kan nggak punya ponsel. Eh ada di ruang guru.

Foto : NODRAKOR.ICU

Eunji akhirnya tahu kalo video itu akan diunggah pada pukul 9 pagi ini. Harusnya CHeolsu ngasih mereka uang biar nggak terunggah. Ia mau memberikan uangnya tapi nggak bisa gegara zombie. Eunji mau bunuh diri sesuai rencana tapi Cheolsu melarang. Ia mati atau enggak video itu tetap akan terunggah secara otomatis.

Nggak mau hanya diam, Eunji memutuskan untuk turun dan mengambil ponselnya diruang guru. Ia mengajak Cheolsu untuk ikut tapi Cheolsu nggak mau. Ih pdahal ia yang mengambil videonya. Cheolsu berdalih kalo ia dipaksa melakukannya. Eunji pikir Cheolsu adalah pengecut. Ia seperti pembunuh yang disuruh sama orang lain tapi ia tetaplah pembunuh.

Foto : NODRAKOR.ICU

Cheongsan mau ke ruang guru untuk mengambil ponsel. Onjo melarang. Cheongsan pikir Onjo khawatir padanya tapi tahunya enggak. Ia hanya kesal. Cheongsan keluar dan mulai merambat di jendela. Soohyuk ikut. Daesu mau ikut juga tapi yang lain melarang. Dia nggak lihat badannya seperti apa?

Sebelum sampai di ruang guru Cheongsan menyinggung kalo Onjo menyampaikan perasaannya padanya. Apa mereka akan pacaran? Soohyuk nggak mau menjawab karena itu nggak penting sekarang. Mereka lalu turun menuju ruang guru.

Foto : NODRAKOR.ICU

Di depan Eunji digigit sama beberapa zombie. Dan setelahnya para zombie meninggalkannya. Eunji lalu masuk ke ruang guru. Saat pintu terbuka, semua zombie keluar. Eunji memukul semua ponsel sampai hancur. Tangannya kena pukul sampai jarinya patah tapi ia nggak merasa sakit. Perlahan ia berubah jadi zombie.

Ada satu ponsel yang jatuh. Cheongsan mengambilnya tapi malah ketahuan sama Eunji. Ia marah dan bilang akan membunuhnya. Zombie yang lain datang. Cheongsan mencari ponsel yang lain yang nggak rusak. Ia nyuruh Soohyuk untuk pergi duluan. Setelah mendapatkan ponsel yang bagus ia pun keluar.

Foto : NODRAKOR.ICU

Kepala sekolah membangunkan Gwinam, anak yang selamat dari kantin dan menyuruhnya untuk mengambil mobilnya. Ia ngasih kunci mobilnya dan memberitahu pelat nomornya. Gwinam nggak mau tapi kepala sekolah memaksa. Akhirnya ia mau tapi kepala sekolah harus ikutt dengannya. Ia butuh tameng. Kepala sekolah nggak mau. Ia mengambil pisau Gwinam dan berniat mengancamnya.

Gwinam dengan mudah meerebutnya dan bilang kalo ia akan memenangkannya andai itu adalah sebuah permainan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah Onjo mengevakuasi orang-orang di balai kota. Mereka semua bekerjasama untuk menghalau para zombie dan berusaha untuk sampai di atap. Yang lain pergi duluan sedang ayah menaham mereka dengan menyemprotkan air pemadam kebakaran. Setelah sampai di atas pintunya malah terkunci. Ayah nyuruh rekannya untuk membukanya dengan peralatan yang dibawanya sedang ia masih menahan para zombie.

Setelah berusaha akhirnya pintunya bisa terbuka. Mereka masuk ke atap sementara ayah nggak bisa bertahan dari para zombie. Setelah beberapa saat ayah akhirnya bisa sampai di atap. Ia membuat asap saat helikopter tiba.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Cheogsan terus melarikan diri dari para zombie. Tanpa sengaja ia masuk ke ruang kepala sekolah dan melihat Gwinam sedang mengikat kepala sekolah. Cheongsan merekamnya dan mengancxam akan mengirimkannya ke polisi kalo Gwinam nggak melepaskan kepala sekolah.

Sambil menyembunyikan pisaunya Gwinam ngash tahu kalo kepala sekolah mencoba membunuhnya dengan menuruhnya untuk keluar dan membawa mobilnya ke sana. Cheongsan meremehkan kalo Gwinam hanya b#j#ngan yang selamanya jadi pesuruh perundung.

Gwinam tersulut. Ia membunuh kepala sekolah lalu berniat melakukan hal yang sama pada Cheongsan. Cheongsan melawannya lalu melarikan diri keluar. Gwinam mengejarnya. Zombie mendekatinya dan ia dengan mudahnya membunuhnya dengan pisaunya. Nggak mau kehilangan Cheongsan, ia pun melemparkan pisaunya ke Cheongsan yang sedang berlari.

Bersambung…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Start Up Ep 10 Part 4
Read More

Start Up Ep 10 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 10 Part 4, Jika Kamu ingin melihat hingga memahami cerita baca Episode…
Read More

The Penthouse 3 Ep 33

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 33, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…