Adamas Eps 9 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 9 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca EPISODE SEBELUMNYA HERE

Sebelumnya…

Hye Soo menepikan mobilnya.

Hye Soo : Mau kuturunkan di sini?

Soo Hyun : Tentu.

Soo Hyun mau turun, tapi Hye Soo menyebutkan nama Woo Shin.

Hye Soo : Ada yang ingin kau sampaikan padanya?

Soo Hyun : Suruh dia berhati-hati dan…

Seo Hee memotong kalimat Soo Hyun. Dia mengajak Soo Hyun pergi. Dia bilang, mereka tak boleh membuang waktu.

Soo Hyun dan Seo Hee turun. Setelah mereka turun, Hye Soo melajukan mobilnya.

Soo Hyun menatap Seo Hee.

Soo Hyun : Apa ada masalah?

Seo Hee : Tidak, hanya saja… Menurutmu dia bisa dipercaya?

Soo Hyun : Melihat dia datang ke sini, Woo Shin pasti juga bergerak.

Hye Soo memikirkan perkataan Soo Hyun tadi.

Soo Hyun : Aku akan ke kantor pusat.Bukan, rumah persembunyian.

Dan Hye Soo pun kesal, setidaknya kau harus memberitahuku. Beraninya kau berbohong.

Hye Soo ingat pas Woo Shin bohong padanya. Dia tanya, apa ada orang yang membantu Woo Shin selain dia, di rumah atau diluar. Woo Shin bilang tidak.

Hye Soo : Kali ini, ceritanya berbeda.

Ponsel Hye Soo berdering.

Telepon dari Kabag. Jung.

Seo Hee di rumah persembunyian. Dia lagi diomeli Bu Lee.

Bu Lee : Lagi-lagi kau membuat masalah! Bagaimana jika rumah persembunyian kita bocor karena kecerobohanmu! Kau pikir kau akan aman! Kita semua akan jatuh!

Seo Hee : Aku menyadari jalan menuju ke sini ada di titik buta CCTV. Kukira kau sudah mengambil tindakan.

Bu Lee kesal, yang benar saja.

Seo Hee : Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil dan jawablah. Kenapa Pak Kang ingin bicara empat mata dengan Jaksa Song?

Soo Hyun dan Pak Kang lagi berdebat. Pak Kang memberikan Soo Hyun laporan kepolisian kalau Bu Jang bunuh diri.

Soo Hyun yakin itu pembunuhan.

Soo Hyun : Kenapa dia bunuh dirisetelah menyelesaikan desain baru? Ayo serbu ARES segera.

Pak Kang : Tidak akan ada surat perintah.

Soo Hyun : Mari tangkap tanpa surat perintah. Kita akan mendapatkannya nanti. Aku jelas melihat Pak Lee di sana.

Pak Kang : Menurutmu siapa yang bertanggung jawab atas kematian Bu Jang? Pak Ha. Dia yang ingin menyebarkan rumor tentang dia memiliki Adamas. Dia berasumsi Tim A akan membawa Adamas kembali ke wastu untuk tujuan keamanan. Dia dibunuh oleh Tim A sebagai hukuman. Mereka pasti mengira dialah yang melanggar keamanan. Jika bukan karena Pak Ha, dia pasti masih hidup. Jangan buat keadaan makin rumit.

Soo Hyun : Astaga, aku hampir tertipu. Kau salah. Jika Tim A membunuhnya karena termakan rencana Woo Shin, mereka akan memajangnya. “Jika main-main dengan Haesong, kau akan mati.” Mereka akan memberi tahu. Tapi mereka tetap diam. Jadi, itu perbuatan Tim A, tapi kita belum tahu motifnya. Tapi jika kau bilang Woo Shin bertanggung jawab atas kematiannya, aku akan tersinggung.

Pak Kang : Upacaranya sebentar lagi. Jika kita mendapat Adamas sebelum itu, semuanya berakhir. Jadi, mari kita berhenti.

Soo Hyun : Jangan bercanda. Jika petarung tak bertanding, lalu siapa? Ringnya ada di luar sana.

Pak Kang : Jika kita mundur, bagaimana dengan keselamatan Nn. Kim? Menurutmu dia akan tetap hidup bahkan tanpa perlindungan kami?

Soo Hyun : Itu langkah murahan.

Pak Kang : Jaksa Song, menurutmu siapa yang akan bertanggung jawab atas kematian Nn. Kim?

Tiba2, lampu di gedung SIH hidup-mati.

Ternyata itu ulah rekanan Sun, yang menabrak generator listrik dengan mobil berkali2.

Sun sendiri ada diatas gedung. Dia bicara dengan rekannya di telepon.

Sun : Dia akan menyalakan generator darurat mereka. Lalu gedung-gedung di sekitar mereka juga akan mendapat listrik.

Rekannya, tapi kita tidak akan melihat cahayajika mereka di bawah tanah.

Sun : Itu tidak penting. Cari saja gelombang elektromagnetik di atas tingkat tertentu. Aku akan mengawasi mulai sekarang.

Sun mulai menyalakan alatnya.

Tak lama, alatnya berbunyi dan memancarkan sinar merah. Dia tersenyum senang karena menemukan gedung SIH.

Anggota SIH mengikuti Soo Hyun sampai ke terowongan SIH. Dia bilang, dia akan mengawasi Seo Hee.

Soo Hyun heran dan bertanya, kenapa mereka sangat protektif.

Soo Hyun : Dahulu kalian tak seperti ini. Katakan. Apa yang kalian rencanakan?

Seo Hee dan Bu Lee menyalakan lampu teplok. Setelah itu, Bu Lee mengambil senter dan berkata, akan pergi memeriksa.

Bu Lee : Seluruh lingkungan pasti mati lampu. Tetaplah di sini.

Bu Lee membuka pintu. Sun pun muncul di hadapannya. Sun juga kaget Bu Lee tiba2 membuka pintu. Bu Lee terkejut melihat Sun.

Bu Lee : Siapa kau?

Sun pun masuk dan menatap Bu Lee dengan tatapan sadis.

Sun : Aku?

Sun lalu menu5uk Bu Lee berkali2. Seo Hee yang melihat itu, berusaha menolong. Tapi dia didorong Sun sampai jatuh membentur meja. Ponsel Seo Hee pun terlempar ke lantai saat dia jatuh.

Bu Lee melawan Sun. Dia membanting Sun ke meja. Tapi Sun kemudian berdiri dan menu5uk punggung Bu Lee.

Bu Lee langsung jatuh. Tak sampai di sana, Sun menu5uk Bu Lee lagi.

Bu Lee terkapar. Melihat itu, Seo Hee merangkak mendekati ponselnya.

Soo Hyun masih berdebat dengan Anggota SIH.

Soo Hyun : Kenapa tidak bisa menjawab? Apa kalian merencanakan sesuatu?

Anggota SIH bilang tidak dan dia hanya mematuhi perintah.

Ponsel Soo Hyun berbunyi. Telepon dari Seo Hee.

Soo Hyun : Ya, Kim Seo Hee-ssi.

Seo Hee ketakutan, Bu Lee… tolong aku.

Sun mendekati Seo Hee.

Dia melemparkan ponsel Seo Hee ke lantai.

Seo Hee menatap Sun. Sun juga melihatnya.

Soo Hyun pun sadar sesuatu terjadi pada Seo Hee.

Dia dan Anggota SIH bergegas ke tempat Seo Hee.

Tae Sung di mobil polisi bersama rekannya.

Rekannya, Lee Chang Woo?

Tae Sung : Dia hanya merampok mereka yang berpengaruh. Dia mengambil uang, permata, dan emas batangan mereka. Serta sesuatu yang lebih berharga. Bukti korupsi mereka. Itu sebabnya mereka menyebutnya pencuri terkenal.

Rekannya, siapa pun yang dia rampok dianggap korup. Mereka akan dicap dan dinilai oleh publik.

Tae Sung : Cari tahu orang-orang yang hidupnya hancur karena dia. Cari tahu apakah mereka terkait dengan Haesong dan bagaimana caranya.

Rekannya, apa maksudmu? Kau merencanakan sesuatu, ‘kan?

Tae Sung : Jangan melapor ke kantor pusat dahulu.

Tae Sung pun turun dan beranjak ke Haesongwon.

Bersambung ke part 4…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like