Adamas Eps 9 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 9 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca EPISODE SEBELUMNYA HERE

Woo Shin memberikan draft kasar memoar pada Pimpinan Kwon. Memoar itu juga belum diberi judul.

Pimpinan Kwon : Secepat ini?

Woo Shin : Aku agak terburu-buru agar bisa menyelesaikannya sebelum upacara.

Pimpinan Kwon : Apa maksudmu?

Woo Shin : Kudengar itu juga upacara pensiunmu. Kupikir akan lebih berarti jika kau menerbitkannya hari itu. Kau harus pensiun dengan gaya agar semuanya berjalan lancar.

Pimpinan Kwon meneguk konyaknya, lalu dia menatap Woo Shin.

Pimpinan Kwon : Aku melihat kemiripannya.

Woo Shin : Apa?

Pimpinan Kwon : Aku merasa ini mungkin takdir. Atau bukan. Itulah yang kurasakan.

Woo Shin : Kuharap yang pertama. Bagaimana denganmu? Apa aku hanya serakah?

Pimpinan Kwon : Aku suka idemu. Aku harus mengungkap memoarku di upacara. Apa ini artinya kau juga akan hadir?

Woo Shin : Itu…

Woo Shin terdiam sejenak, tak lama kemudian dia berkata, sebuah kehormatan baginya.

Pimpinan Kwon terus menatap Woo Shin.

Woo Shin beranjak keluar dari ruangan Pimpinan Kwon.

Woo Shin : Aku diundang.

Sampai di perpustakaan, dia heran pintu perpustakaan terbuka. Lalu dia melihat Dong Rim berdiri di depan rak. Dong Rim menatap Woo Shin dan nyuruh Woo Shin melihat sendiri siapa yang datang. Woo Shin melihat. Ternyata Kepala Pelayan Kwon.

Woo Shin : Kenapa kau kemari?

Kepala Pelayan Kwon : Aku akan melakukan wawancara sekarang.

Woo Shin : Tapi aku baru saja menyerahkan draf kepada Pimpinan.

Kepala Pelayan Kwon : Aku hanya ingin bicara.

Woo Shin : Baiklah. Tentu.

Woo Shin menatap Dong Rim. Dong Rim paham dan langsung keluar.

Kepala Pelayan Kwon menatap kesal Woo Shin.

Kepala Pelayan Kwon : Kau hanya beruntung atau memang berbakat?

Woo Shin pun duduk, aku lelah selalu bertanya apa maksudmu.

Kepala Pelayan Kwon : Kenapa aku selalu kalah darimu?

Woo Shin : Dalam hal apa aku mengalahkanmu? Aku benar-benar bingung.

Kepala Pelayan Kwon : Baiklah. Biar kutanyakan satu hal.

Woo Shin : Rasanya seperti aku yang diwawancarai. Aku mendengarkan.

Kepala Pelayan Kwon : Siapa yang memberitahumu tentang putraku? Ada yang membocorkan di rumah ini, ‘kan? Apa dia Pak Choi yang sangat dekat denganmu?

Woo Shin diam saja menatap Kepala Pelayan Kwon.

Kepala Pelayan Kwon : Bukan? Kalau begitu, Nyonya Hye Soo? Atau Pak Kim, penggemarmu? Benar juga. Masih ada Bu Oh yang mata duitan itu. Jawab aku. Siapa dia? Katakan!

Woo Shin : Kwon Min Jo. Kami berpapasan saat aku bekerja sukarela.

Kepala Pelayan Kwon : Pembohong.

Woo Shin : Jangan percaya jika tidak mau. Tapi saat itulah aku mendengar tentang transplantasi jantung Pimpinan. Dia juga bilang bahwa putramu adalah donornya. Itu saja. Seperti kataku, sisanya hanya imajinasiku. Aku juga punya pertanyaan. Kenapa kau tidak memberi tahu Pimpinan? Sepertinya dia tidak tahu tentang novel itu.

Kepala Pelayan Kwon : Aku hanya tutup mulut karena tahu dia akan patah hati. Dia menyayangi putraku lebih dari siapa pun. Jadi, jangan berani membicarakan Hoon-ku lagi. Atau aku akan memotong lidahmu. Wawancara selesai.

Kepala Pelayan Kwon pergi.

Dong Rim masuk dan mengomeli Woo Shin.

Dong Rim : Astaga. Pak Ha. Ada apa denganmu? Kenapa kau membuatnya marah? Jangan memprovokasinya lagi. Keadaan sudah cukup tegang.

Woo Shin berdiri dan beranjak ke mejanya.

Woo Shin : Aku hanya membuatnya sadar. Dia harus menyadari cinta yang dia miliki untuk putranya agar kebenciannya terhadap Pimpinan Kwon bisa tumbuh. Kurasa aku melihat harapan.

Dong Rim : Apa? Apa maksudmu?

Woo Shin : Dia menyebut namanya untuk kali pertama. Hoon. Nama putranya.

Tae Sung di ruangannya, memikirkan pertanyaan Woo Shin tentang Pak Lee.

Woo Shin : Lee Chang Woo, pencuri terkenal. Kau tahu kenapa dia mendapat julukan itu?

Tae Sung : Itu karena dia merampok orang-orang berpengaruh. Bukan hanya uang dan perhiasan, tapi brankas mereka.

Woo Shin : Itu dia. Bagaimana jika dia tidak mengincar uangnya?

Lalu Kepala Pelayan Kwon datang sambil teriak2 manggil Tae Sung.

Kepala Pelayan Kwon : Bawakan aku gergaji listrik.

Tae Sung : Gergaji listrik?

Kepala Pelayan Kwon : Sekarang juga!

Hye Soo mau pergi, dia diantar Bu Oh menuju mobil.

Tapi kemudian, mereka mendengar suara gergaji listrik.

Ternyata, Bu Oh mempekerjakan seseorang untuk menebang pohon di depan kamarnya.

Hye Soo dan Bu Oh datang. Mereka kaget melihat itu.

Hye Soo : Apa dia sudah gila?

Bu Oh : Sesange!

Dari ruangannya, Ketua Tim Lee melihat Kabag. Jung yang lagi teleponan sama orang. Selesai menelpon, Kabag. Jung langsung ke ruangan Ketua Tim Lee.

Kabag. Jung : Pak Lee, ada yang ingin kulaporkan.

Ketua Tim Lee : Kau lama sekali. Kudengar Pak Kwon memanggilmu, bukan aku.

Kabag. Jung : Maaf, Pak. Dia bilang ini mendesak.

Ketua TIm Lee : Aku tidak mau mendengarnya. Apa yang mendesak?

Kabag. Jung : Dia ingin kita memperketat keamanan Bu Jang, desainer perhiasan. Dia desainer terkenal…

Ketua Tim Lee meminta Kabag. Jung langsung ke intinya kenapa mereka harus mengawal Bu Jang.

Kabag. Jung bilang Adamas bersama Nyonya Jang.

Kabag. Jung : Mereka akan mengungkapnya di upacara hari jadi ke-80, dan dia akan merakit ulang saat itu.

Ketua Tim Lee tertawa tidak percaya mendengarnya.

Kabag. Jung : Ada apa, Pak?

Ketua Tim Lee : Lupakan saja. Bagaimana dengan itu?

Kabag. Jung : Ada masalah, Pak. Menurut rumor, Bu Jang tahu di mana Adamas. Kabar menyebar di antara pencuri. Tim Intelijen baru saja memberitahuku.

Ketua Tim Lee : Ada pelanggaran keamanan. Siapa yang menyebarkan rumor lebih dahulu?

Kabag. Jung : Itu terjadi bersamaan. Akan sulit mencari tahu siapa dia. Apa yang harus kita lakukan?

Ketua Tim Lee : Kita harus mengurusnya sebelum keadaan menjadi rumit. Di mana dia sekarang?

Soo Hyun di depan Ares. Dia ingin mencari tahu hubungan Haesong dengan Tim A.

Dia pun ingat saat meminta bantuan Seo Hee. Dia bilang dia kenal seseorang mata duitan dan ingin Seo Hee melempar umpan kepadanya.

Seo Hee nunggu di depan restoran. Tak lama, Jaksa Han keluar.

Seo Hee : Jaksa Han Min Soo?

Jaksa Han : Siapa kau?

Seo Hee : Kulihat kau makan cheonggukjang. Aku Kim Seo Hee reporter berita lokal dari TNC.

Jaksa Han : Terserah. Aku tidak tahu ini soal apa, jadi, pergilah.

Seo Hee terus mengikuti Jaksa Han.

Seo Hee : Kudengar kau bertanggung jawab atas sidang khusus kasus Kangchun. Kudengar Haesong terlibat.

Jaksa Han : Aku ingin tahu apa maksudmu.

Seo Hee : Kau tidak tahu itu? Apa itu laporan palsu?

Jaksa Han : Dengar, Nona Kim. Berhentilah bertele-tele.

Seo Hee : Aku menerima telepon. Penelepon bilang kasus ini berkaitan dengan ARES, afiliasi Haesong. Kami sudah tahu soal ini lewat tabloid. Kau tidak tahu? Kau tahu Ketua Tim Lee dari ARES?

Jaksa Han : Apa yang kau harapkan dari kejaksaan dengan informasi itu?

Seo Hee : Itu penelepon anonim, jadi, aku penasaran apa kau tahu sesuatu tentang itu. Aku mau minta tolong. Jika terjadi sesuatu, beri tahu aku.

Jaksa Han : Seharusnya kau tahu untuk tidak menanyaiku informasi kasus yang sedang berlangsung. Aku tidak mengerti maksudmu, jadi, tolong pergilah.

Soo Hyun bilang, Jaksa Han akan bertindak begitu mendengar Haesong terlibat.

Dan benar saja, Jaksa Han langsung ke Ares.

Agen Cha menerima telepon. Setelah itu, dia langsung ke ruangan Ketua Tim Lee.

Agen Cha : Pak Lee, jaksa dari Wilayah Seoul Pusat datang. Dia ingin bertemu “Ketua Tim Lee”.

Ketua Tim Lee kaget ada yang mencarinya.

Soo Hyun masuk ke gedung Ares. Tapi tertahan di lobi. Dia menunjukkan kartu pegawainya sebagai jaksa ke petugas di lobi.

Soo Hyun : Bukankah atasanku sudah datang? Aku agak terlambat.

Lalu Soo Hyun melihat Jaksa Han.

Soo Hyun : Itu dia. Hei…

Soo Hyun pura2 memanggil Jaksa Han. Lalu dia lari mengejar Jaksa Han.

Tiba2, Soo Hyun melihat ada beberapa orang yang lari menuju keluar.

Soo Hyun pun mengikutinya.

Seo Hee di taksi, menunggu Soo Hyun.

Soo Hyun : Tunggu di dekat sini. Jika aku tak keluar dalam 30 menit,beri tahu SIH.

Soo Hyun terus mengikuti mereka.

Ketua Tim Lee bergerak bersama Agent Cha dan Kabag. Jung.

Mereka masuk ke lift.

Jaksa Han di ruangan Pimpinan Ares. Tak lama kemudian, Ketua Tim Lee masuk.

Tapi Ketua Tim Lee yang datang seorang wanita.

Ketua Tim Lee : Aku Ketua Tim Lee Mi Young. Aku satu-satunya ketua tim di sini yang nama keluarganya Lee. Ada yang bisa kubantu?

Jaksa Han : Kau tahu pembantaian Penjara Kangchun, ‘kan? Seorang tahanan hukuman mati membantai banyak orang.

Pimpinan Ares : Benar. Kami tahu itu. Tapi apa hubungannya dengan dia?

Jaksa Han : Aku jaksa yang menangani persidangan. Aku menerima informasi.

Soo Hyun mengikuti sampai ke basement parkir.

Dia melihat beberapa tim keamanan.

Soo Hyun penasaran dan mencoba lebih dekat.

Tak lama, mereka masuk ke dalam sebuah gedung.

Soo Hyun mengikuti tapi dipergoki dua tim keamanan.

Soo Hyun : Aku jaksa. Kau tidak dengar kami akan datang?

Petugas bilang itu area terlarang dan menyuruh Soo Hyun pergi.

Soo Hyun : Aku hanya melakukan tugasku. Aku harus terlihat seperti sedang bekerja.

Soo Hyun lalu melihat 3 orang menuju ke mobil.

Soo Hyun : Astaga, mobil-mobil itu tampak bagus. Ukurannya besar.

Petugas bilang Soo Hyun tak punya surat perintah.

Soo Hyun : Surat perintah untuk memeriksa tempat parkir? Aku butuh izin untuk masuk?

Petugas bilang, khusus pegawai.

Soo Hyun mengerti dan beranjak keluar.

Jaksa Han masih bersama si Ketua Tim Lee dan Pimpinan Ares.

Jaksa Han : Ayolah. Tentu saja aku tahu.

Pimpinan Ares : Bagaimana bisa Haesong ada hubungannya dengan kejahatan keji itu? Itu menggelikan.

Jaksa Han : Tapi tetap saja, kupikir aku akan kemari untuk memberi tahu kalian. Ini. Aku membawa kartu namaku. Tolong katakan hal baik tentangku kepada Pimpinan. Mengerti?

Pimpinan Ares kebingungan.

Mobil Ketua Tim Lee beranjak keluar. Begitu keluar, Soo Hyun yang udah di taksi sama Seo Hee, langsung menyuruh supir mengikuti mereka.

Soo Hyun : Mobil itu. Yang itu ada di basemen. Semua kendaraan mereka ada di tempat parkir lantai dasar. Pasti ada tujuan lain.

Seo Hee : Kau benar. Menurutku itu mencurigakan, Jaksa Song.

Supir taksi : Kau jaksa?

Soo Hyun : Pak, jangan kehilangan mobil itu. Mendekatlah.

Supir taksi langsung menginjak gas.

Para sipir ke sel nya Pak Lee. Dia melihat Pak Lee membenturkan kepala ke dinding. Kepala Pak Lee sudah berdarah. Pak Lee menatap mereka, lalu kembali membenturkan kepalanya ke dinding.

Bu Jang membuka brankasnya dibalik lukisan. Lalu dia mengambil Adamas dan memberikannya ke Ketua Tim Lee.

Bu Jang : Itu masalah besar. Aku penasaran siapa yang menyebarkan informasi itu. Apa yang akan terjadi sekarang?

Bu Jang lalu mengatakan dia menambahkan sentuhan akhir pada desain Adamas.

Ketua Tim Lee : Haesong akan menghubungimu nanti.

Bu Jang : Permisi. Boleh aku bicara dengan Pimpinan? Aku harus segera bicara dengannya.

Ketua Tim Lee : Aku akan memberi tahu sekretarisnya.

Bu Jang : Tidak usah.

Ketua Tim Lee : Ada apa, Bu?

Bu Jang : Begini…

Bu Jang tampak bingung mengatakannya.

Ketua Tim Lee : Bu Jang?

Bu Jang : Adamas. Aku jarang mengerjakan permata sebesar ini. Awalnya, aku tidak percaya. Tapi kupikir dia harus tahu. Entah bagaimana mengatakannya, tapi…

Ketua Tim Lee sepertinya tahu apa yang mau dikatakan Bu Lee. Terbaca dari ekspresinya.

Ketua Tim Lee pamit ke kamar mandi.

Diluar, Ketua Tim Lee menerima telepon dari Pak Cho.

Ketua Tim Lee : Apa? Kenapa baru bilang sekarang?

Pak Cho : Maaf, Pak. Aku ingin mengurusnya sendiri.

Ketua Tim Lee : Tidak apa-apa. Aku akan pergi.

Selesai menelpon, Ketua Tim Lee memeriksa railing tangga.

Setelah itu, dia beranjak turun.

Soo Hyun dan Seo Hee tiba di dekat kediaman Bu Jang.

Soo Hyun : Ini tidak terlihat seperti kediaman biasa. Tapi aku ragu ini markas Tim A. Dilihat dari ketatnya keamanan, pasti ada sesuatu di dalamnya. Tidak terlihat tinggi, ‘kan?

Seo Hee : Kau akan memanjatnya?

Soo Hyun : Tunggu di sini.

Seo Hee : Apa yang akan kau lakukan?

Soo Hyun : Kita tidak bisa pergi seperti ini.

Seo Hee : Mari beri tahu SIH lokasinya.

Soo Hyun : Kita sudah di sini. Itu membuang-buang waktu.

Soo Hyun pun mulai beraksi.

Soo Hyun berhasil menyelinap ke rumah Bu Jang dari pintu belakang. Kebetulan pintu belakang, langsung terhubung ke pintu koridor di depan ruangan Bu Jang. Soo Hyun masuk. Ada tangga menuju ke bawah di depan kamar Bu Jang. Dan juga ada jendela besar di depan tangga. Soo Hyun baru masuk, terkejut melihat seseorang membuka pintu. Soo Hyun pun langsung menyembunyikan dirinya di tangga.

Ternyata Ketua Tim Lee. Dia mengintip dan melihat Ketua Tim Lee membawa kotak besar di atas meja.

Ketua Tim Lee pergi dan menyuruh Kabag. Jung menyelesaikannya.

Kamera menyorot alamat Bu Jang. 875-3 YEONGIN-RO! Alamat yang diminta Hye Soo pada Kabag. Jung.

Soo Hyun masuk ke kamar Bu Jang.

Dia melihat2 desain Adamas Bu Jang.

Tak lama kemudian, dia keluar dan menemukan Bu Jang gantung diri di selusur tangga.

Soo Hyun kaget dan berusaha menurunkan Bu Jang.

Bu Jang jatuh. Soo Hyun ikut jatuh. Langit-langit kaca yang menjadi tempat tergantungnya Bu Jang, juga pecah.

Kabag. Jung yang mendengar itu, langsung menyuruh anak buahnya masuk ke dalam.

Soo Hyun memeriksa kondisi Bu Jang.

Soo Hyun mendengus, sial!

Soo Hyun berdiri dan beranjak ke jendela. Dia melihat Anggota Tim A menuju ke dalam.

Soo Hyun pun langsung lari.

Anggota Tim A masuk dan terkejut melihat Bu Jang tergeletak di lantai.

Kabag. Jung : Hubungi polisi dan laporkan sebagai bunuh diri.

Agen Cha : Baik, Pak.

Kabag. Jung memeriksa di sekitaran Bu Jang.

Dia menemukan jejak sepatu.

Sadarlah Kabag. Jung ada orang lain di sana.

Soo Hyun memanjat tembok. Dia berjalan di tengah tembok. Tapi seorang Anggota Tim A memergokinya.

Soo Hyun mendengus kesal, lalu melompat dan menimpa tubuh Anggota Tim A.

Kabag. Jung yang mendengar suara perkelahian diluar, langsung keluar.

Soo Hyun kabur setelah melumpuhkan satu Anggota Tim A. Tapi dia sempat jatuh saat menuruni tangga.

Sambil menahan sakit di lututnya, Soo Hyun terus berlari. Anggota Tim A memburunya.

Di persimpangan, Soo Hyun terjatuh lagi karena lututnya yang sakit.

Seo Hee datang dan membantu Soo Hyun.

Tapi sialnya mereka kepergok Anggota Tim A.

Mereka lari lagi. Tepat saat itu, mobil Hye Soo datang. Mobil Hye Soo sempat menabrak bagian perut Soo Hyun yang sakit akibat ledakan.

Seo Hee menatap Soo Hyun, kau tidak apa-apa?

Soo Hyun meringis menatap Soo Hyun.

Hye Soo sendiri kaget melihat Soo Hyun.

Soo Hyun dan Seo Hee masuk ke mobil Hye Soo. Tanpa mereka sadari, kamera CCTV di persimpangan merekam mereka.

Kabag. Jung dan anak buahnya datang dan melihat mobil putih membawa mangsa mereka.

Kabag. Jung marah, ambil semua rekaman CCTV dan kamera dasbor!

Hye Soo : Aku tidak menduga akan bertemu denganmu seperti ini, Jaksa Song. Aku Eun Hye Soo.

Soo Hyun : Ya, aku tahu siapa kau. Aku juga tidak menduga kita akan bertemu seperti ini.

Hye Soo : Aku pasti datang tepat waktu. Kurasa kau sedang dikejar.

Soo Hyun : Ya. Seperti yang kau lihat.

Seo Hee : Kenapa kau kemari?

Hye Soo : Pertama, siapa kau?

Seo Hee : Aku Kim Seo Hee, seorang reporter.

Hye Soo : Begitu rupanya. Sedang apa kalian di sini?

Seo Hee : Kami sedang menyelidiki sebuah kasus.

Hye Soo : Kasus Lee Chang Woo? Apa Pak Ha tidak menyebutkan aku kepadamu? Aku yang mengiriminya surat itu.

Soo Hyun : Ya, aku sudah dengar.

Hye Soo : Kita bukan teman, tapi juga bukan musuh. Santai saja,

Hye Soo : Kau tidak menjawab pertanyaanku. Kenapa kau kemari?

Hye Soo : Kau tipe yang waspada. Dan juga tidak kenal takut. Pak Ha memintaku melihat apakah Adamas aman.

Soo Hyun : Di sanakah Adamas berada?

Hye Soo : Ya. Kau tak tahu itu? Lantas, kenapa kalian di sana?

Soo Hyun : Itu sebabnya keamanannya sangat ketat. Mereka tidak akan mengungkapnya seperti itu jika ada operasi rahasia.

Hye Soo : Mereka?

Soo Hyun : Kalau begitu, wanita itu…

Hye Soo : Kau melihat Bu Jang?

Soo Hyun menghubungi Bu Lee.

Bu Lee marah, dimana kau!

Soo Hyun ngasih tahu Bu Lee kalau Bu Jang sudah tiada.

Hye Soo kaget mendengarnya.

Soo Hyun : Bu Jang sudah meninggal. Desainer perhiasan itu sudah meninggal. Aku melihatnya sendiri. Dia gantung diri di selusur tangga. Tidak. Itu pembunuhan. Dia pelakunya. Pak Lee membunuhnya. Mari bicara langsung. Aku akan ke kantor pusat. Tidak, rumah persembunyian. Baiklah.

Selesai menelpon, Soo Hyun tanya kondisi Woo Shin ke Hye Soo.

Soo Hyun : Apa Woo Shin benar-benar aman? Keadaan menjadi cukup berbahaya.

Yang ditanya masih syok karena kematian Bu Jang.

Soo Hyun : Eun Hye Soo-ssi!

Hye Soo diklakson pengendara mobil di belakang karena lampu merah sudah menyala.

Hye Soo tersadar dan langsung melajukan mobilnya.

Kabag. Jung memeriksa kamera CCTV sebuah restoran.

Dia tersentak melihat nomor plat yang membawa Soo Hyun dan Seo Hee.

Kabag. Jung : Nomor pelat itu.

Bersambung ke part 3…

7 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
The Penthouse 3 Ep 5
Read More

The Penthouse 3 Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 5, Jika Kalian ingin menemukan daftar full spoilernya baca di…
Read More

Red Shoes Ep 43 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 43 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…