Adamas Eps 6 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 6 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca EPISODE SEBELUMNYA HERE

Sebelumnya…

Kepala Yang masuk ke ruangan Soo Hyun sambil marah2. Dia bahkan menendang kursi.

Dae Chul coba menenangkannya, tapi gagal.

Kepala Yang : Apa dia sudah gila? Beraninya dia bolos kerja tanpa pemberitahuan! Aku tahu dia protes karena aku coba melimpahkan persidangan kasus Kangchun kepadanya.

Dae Chul : Tentu saja tidak.

Kepala Yang mau membanting papan nama Soo Hyun tapi dihentikan Dae Chul.

Dae Chul lalu menunjukkan papan nama Soo Hyun yang pernah pecah tapi sudah dia rekatkan kembali.

Dae Chul : Pak, lihat. Aku merekatkannya kembali.

Kepala Yang makin emosi, Song Soo Hyun menolak kasus itu, dan akhirnya aku dimarahi. Wakil Kepala mempermalukanku karena tidak mengendalikan juniorku. Beraninya dia bolos kerja. Dua hari pula!

Dae Chul : Benar sekali. Bukan satu, tapi dua hari. Entah apa dia sakit atau terjadi sesuatu kepadanya.

Kepala Yang kesal Dae Chul masih membela Soo Hyun.

Kepala Yang : Lihat dirimu.

Dae Chul : Aku akan segera menjemputnya.

Kepala Yang menatap tajam Dae Chul.

Kepala Yang : Gong Timjang, beritahu Jaksa Song. Kasus Kangchun sudah lama diserahkan kepada Jaksa Han, jadi, dia harus datang ke kantor. Jika dia absen lagi besok, aku akan…

Kepala Yang mendengus lagi, sial.

Kepala Yang menendang kursi yang menghalangi jalannya menuju ke pintu.

Dae Chul : Kau mau pergi, Pak?

Dae Chul bukain pintu.

Kepala Yang nyolot, minggir!

Dae Chul menutup pintu lagi.

Dae Chul : Dia seperti orang gila.

Ponsel Dae Chul berdering. Telepon dari Soo Hyun. Soo Hyun menelpon dari telepon umum.

Dae Chul ngomel, kau di mana, Jaksa Song! Jika kau tidak akan masuk, setidaknya beri tahu aku! Kenapa kau membuatku menunggu? Aku bertanya-tanya apa yang terjadi kepadamu. Aku bahkan tidak bisa tidur semalaman!

Soo Hyun : Gong Timjang.

Dae Chul : Catatan penyelidikan? Lee Chang Woo?

Soo Hyun : Kau tahu, ‘kan? Pelaku kasus ayahku.

Dae Chul : Kenapa kau tiba-tiba bertanya…

Soo Hyun : Amankan semua materi kasus itu. Tolong cepat. Masa penyimpanannya mungkin akan segera berakhir. Aku akan meneleponmu lagi nanti.

Soo Hyun pergi.

Ternyata Soo Hyun menelpon dari telepon umum di dekat rumahnya Woo Shin.

Dia kembali ke rumah Woo Shin.

Tanpa dia sadari, seseorang mengawasi mereka dari gedung seberang.

Pria itu mengeker rumah Woo Shin dan melihat Seo Hee.

Pria itu lalu duduk dan menatap layar alat penyadapnya. Dia melihat Seo Hee membukakan pintu untuk Soo Hyun.

“Song Soo Hyun juga di sana.”

Pria itu kemudian mencoba mendengarkan percakapan mereka.

Waah, rumah Woo Shin udah disadap!! *Kapan nyadapnya? Kok bisa?

Seo Hee : Kau pergi ke mana tanpa memberitahuku?

Soo Hyun : Kenapa? Kau pikir aku kabur sendirian?

Seo Hee : Lucu sekali. Apa itu lelucon?

Soo Hyun : Aku pergi menelepon Pak Gong. Siapa tahu telepon di sini disadap.

Seo Hee : Kenapa kau meneleponnya?

Soo Hyun : Aku akan memeriksa catatan kasus sebelumnya. Catatan sebelumnya mungkin berisi petunjuk.

Mereka duduk di sofa.

Soo Hyun : Atau mungkin ada sesuatu yang kulewatkan.

Seo Hee : Kurasa, Lee Chang Woo mencuri Adamas.

Soo Hyun : Aku juga berpikir begitu. Pencuri terkenal, Lee Chang Woo. Dia pernah dikenal mencuri dari orang berkuasa.

Seo Hee : Benar, ‘kan? Jika tidak, kenapa dia terlibat dengan Pimpinan Kwon? Tidak ada hubungan di antara mereka. Itu cukup masuk akal.

Soo Hyun : Lee Chang Woo mencuri Adamas, dan saat Haesong berusaha mengambilnya, ayahku tidak sengaja terbunuh. Sepuluh hari sebelum insiden itu, Lee Chang Woo pindah ke rumah itu. Ayahku petugas pindahannya. Menurut pemilik bangunan, Lee Chang Woo tidak tahu dia harus membayar uang sewa bulanan di muka. Dia bergegas membayar di hari kepindahan dan tidak punya cukup uang untuk biaya pindahan. Seratus ribu won. Ayahku meminta uang itu dan akhirnya difunuh. Tapi aku tidak yakin tentang detailnya.

Seo Hee : Jaksa Song. Pimpinan Kwon mungkin tidak tahu tentang hubunganmu dengan Pak Ha. Pasti karena itu dia mempekerjakan Pak Ha sebagai penulis bayangannya. Dia aman untuk saat ini.

Soo Hyun : Aku tahu. Jika merasakan masalah, dia tidak akan membiarkannya masuk ke rumah.

Seo Hee : Lalu kenapa wajahmu seperti itu?

Soo Hyun : Aku terus berpikir bahwa Woo Shin tak seperti biasanya. Dia selalu menimbang kerugian dan keuntungan untuk membuat keputusan yang paling tidak berisiko. Aku tidak mengerti kenapa dia begitu gegabah kali ini.

Seo Hee : Itukah yang kau sebutkan sebelumnya? Karena dia bukan ayah kandungmu?

Soo Hyun : Tidak, bukan itu. Akan sulit memahaminya, meski dia ayah kandung kami. Mungkinkah mencuri Adamas adalah cara mudah untuk menangkap Pimpinan Kwon? Selain pria yang kau lihat.

Seo Hee : Benar. Jika pria itu pelaku sebenarnya, berarti bukan Pimpinan Kwon.

Soo Hyun : Woo Shin pasti tahu itu. Jadi, kenapa dia masih di rumah itu? Kenapa dia begitu terpaku pada kasus ini? Setahuku, dia bukan pria yang emosional. Kali ini, kenapa…

Seo Hee : Mungkin dia merasakan hal yang sama denganmu. Dia serius soal kasus ini. Entah Pimpinan Kwon pelakunya atau bukan, siapa pun pelakunya, dia ingin menangkap mereka apa pun yang terjadi.

Soo Hyun : Aku berutang budi kepada ayah kami.

Soo Hyun teringat masa lalunya.

Flashback….

Soo Hyun dan Woo Shin sudah terlelap. Tapi kemudian Soo Hyun terbangun dan pergi keluar sambil memanggil ayahnya. Tapi kemudian dia melihat hadiah figur Kapten Maverick C yang sangat diinginkannya ada di lantai dekat pintu.

Lalu Nyonya Ha keluar, ayah sudah pulang?

Nyonya Ha : Apa ayah sudah pulang?

Soo Hyun : Ibu, lihat ini.

Soo Hyun menunjukkan mainannya.

Nyonya Ha : Astaga. Apa ini, Soo Hyun?

Soo Hyun : Hadiah Hari Anak untukku dari ayah.

Nyonya Ha tertawa, konyol sekali dia. Di mana dia?

Soo Hyun : Entahlah. Aku menemukan ini di lantai. Apa dia pergi ke suatu tempat?

Soo Hyun membuka pintu, tapi ayahnya gak ada diluar.

Nyonya Ha : Aku yakin dia pergi bekerja.

Woo Shin keluar dan berdiri di depan kamar.

Woo Shin : Menurutmu bagaimana lagi dia mendapatkan mainan mahal itu? Kita tidak kaya. Dia bekerja sebagai sopir. Song Soo Hyun, kau bukan anak kecil lagi. Kapan kau akan dewasa?

Nyonya Ha berusaha menengahi, Woo Shin-ah.

Woo Shin balik ke kamarnya.

Nyonya Ha menatap Soo Hyun.

Nyonya Ha : Tidak apa-apa, Soo Hyun-ah. Woo Shin hanya mengkhawatirkan ayahmu. Tidurlah sekarang.

Soo Hyun : Tidak, Ibu. Woo Shin benar. Aku akan menunggu ayah. Aku ingin minta maaf kepadanya.

Soo Hyun tidur di depan pintu sambil memeluk mainannya.

Tapi kemudian, dia terbangun karena mendengar tangis ibunya. Dia keluar.

Dia melihat ibu dan adiknya menangis sambil berpelukan.

Ada dua detektif di depan pintu.

Soo Hyun : Kenapa ibu menangis?

Nyonya Ha terus menangis, yeobo!

Soo Hyun emosi, apa yang terjadi?

Flashback end…

Soo Hyun : Malam itu, ayah kami tidak kembali. Demi 100.000 won. Dia pergi mengambil uang yang belum dibayar dan… Sudah jelas kenapa dia membutuhkan uang itu. Andai dia tidak pergi untuk mengambil uang itu… Andai aku tidak memintanya membeli figur aksi itu, mungkin dia masih…

Soo Hyun merasa bersalah.

Seo Hee : Jadi, kau menyalahkan dirimu? Jaksa Song, kau ingat ucapanmu saat aku menyalahkan diriku atas kematian orang tuaku? “Jangan merasa bersalah. Kenapa korban harus menderita, padahal yang bersalah baik-baik saja? Kau tidak bersalah.” Biar kukatakan hal yang sama. Jadi, mari kita berhenti merasa bersalah, tetap kuat, dan tidak menyerah. Kita akan menangkap mereka, apa pun yang terjadi.

Soo Hyun : Ada yang ingin kukatakan kepadamu. Tim A.

Di ruangannya, Ketua Tim Lee melihat lagi video saat Soo Hyun mencuntik Pak Lee dengan obat relaksan otot.

Dia pun dendam, Song Soo Hyun.

Kabag. Jung masuk, kami sudah mengkremasi jasad adikmu, sesuai peraturan.

Ketua Tim Lee : Bagus. Kau sudah menyelidiki saudara kembar Song Soo Hyun?

Kabag. Jung : Ya, kami langsung menyelidikinya. Tapi tidak ada jejaknya.

Kabag. Jung memberikan laporannya.

Ketua Tim Lee : Apa maksudmu? Dia tinggal bersama Song Soo Hyun.

Kabag. Jung : Ya, sampai baru-baru ini, tapi menghilang tidak lama setelah itu.

Ketua Tim lee : Mereka konyol. Siapa namanya?

Kabag. Jung : Song Woo Shin. Dia penulis misteri dengan nama pena Ha Woo Shin. Dia cukup terkenal.

Ketua Tim Lee : Ha Woo Shin, kurasa dia memakai nama keluarga ibunya. Ha Young Shin.

Kabag. Jung : Begini, ibunya meninggal belum lama ini. Jadi, kami melewatkan penyelidikan orang tuanya, tapi kali ini, kami menemukan sesuatu. Lihat ini.

Kabag. Jung menunjukkan tanggal lahir si kembar dan tanggal pernikahan ortu si kembar di laporan yang dibawanya tadi.

Di sana tertulis, si kembar lahir pada 2 Februari 1986.

Tapi Pak Song dan Nyonya Ha menikah pada 23 Agustus 1990.

Kabag. Jung : Sepertinya Song Soon Ho bukan ayah kandung mereka.

Ketua Tim Lee heran, bukan ayah kandung mereka? Lalu kenapa para bedebah ini membuat keributan?

Kabag. Jung : Tampaknya, Song Soon Ho sangat baik kepada mereka. Bahkan orang di sekitar mereka tak tahu mereka tak punya hubungan darah. Pak, soal Sun… Aku sudah memberinya perintah, tapi kurasa dia tak perlu mengawasi Song Soo Hyun. Dia tak terkendali. Dia tak mendengarkanku dan sering keluar jalur…

Ketua Tim Lee : Dia dalam permainan ini.

Kabag. Jung : Apa?

Ketua Tim Lee : Penulis ini. Dia menghilang saat Song Soo Hyun mulai menyelidiki kasus ayah mereka. Aku yakin ada sesuatu. SIH ada di belakang mereka.

Ketua Tim Lee lalu memberi perintah pada Kabag. Jung.

Bersambung ke part 4…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
The Penthouse 2 Ep 15
Read More

The Penthouse 2 Ep 15

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 15, Kmu bisa melihat lengkap tentang rekapnya di tulisan yang ini…
Mine Ep 9 Part 3
Read More

Mine Ep 9 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 9 Part 3, Jika Kalian tertarik dengan bacaan lengkap dari spoilernya ada di…
Read More

The King’s Affection Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The King’s Affection Episode 4, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan…