Adamas Eps 4 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 4 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca EPISODE SEBELUMNYA HERE

Sebelumnya…

Tae Sung menyelinap ke dapur. Dapur lagi kosong.

Tae Sung melirik ke detektor api. Lalu dia mengunci pintu, mengambil tangga dan mulai mengerjai detektor api.

Sementara para koki lagi membuang sampah.

Kepala Chef lalu kembali, sementara Tae Sung masih bekerja.

Kepala Chef heran pintunya terkunci.

Kepala Chef beranjak ke pintu lain. Dia membuka pintu, tapi tepat saat itu, Woo Shin memanggilnya.

Kepala Chef menatap Woo Shin.

Tae Sung lagi menyimpan tangga.

Woo Shin mengajak Kepala Chef bicara, sementara Tae Sung diam-diam keluar dari pintu utama dapur.

Woo Shin : Bisakah aku memintamu membuat hidangan spesial?

Kepala Chef : Hidangan spesial?

Woo Shin : Ya, hidangan laut tumis.

Kepala Chef : Ayolah, itu bukan hidangan spesial. Bagaimana kau tahu keahlianku adalah masakan Tiongkok? Kau mau ini untuk makan malam?

Woo Shin terus mengajak Kepala Chef bicara, sambil menatap ke arah Tae Sung.

Woo Shin : Tidak, untuk camilan. Aku agak lapar.

Kepala Chef : Tentu. Akan kusiapkan.

Kepala Chef ingin masuk, padahal Tae Sung belum keluar.

Woo Shin lagi2 mengalihkan perhatian Kepala Chef.

Woo Shin : Sekitar pukul 16.00.

Kepala Chef : Pukul 16.00?

Woo Shin : Ya, pukul 16.00. Bisa?

Kepala Chef : Tentu. Akan kubuat yang lezat. Penuh dengan rasa asap.

Woo Shin : Terima kasih.

Woo Shin melihat Tae Sung sudah keluar. Dia pun menyudahi pembicaraannya dengan Kepala Chef.

Woo Shin dan Tae Sung berpapasan.

Tae Sung : Sudah selesai.

Woo Shin : Terima kasih.

Soo Hyun kembali ke kantornya.

Dae Chul : Aku menanyakan nomor yang kau sebutkan.

Soo Hyun : Apa itu ponsel sekali pakai?

Dae Chul : Ya.

Soo Hyun beranjak ke mejanya, sudah kuduga.

Dae Chul : Kasus apa ini?

Soo Hyun : Pak Gong. Jika tidak tahu harus bagaimana, sebaiknya kulakukan saja, ‘kan?

Dae Chul : Benar, lurus saja tanpa menoleh ke belakang. Itu motomu.

Ponsel Soo Hyun berbunyi. Telepon dari Seo Hee.

Dae Chul melihat siapa yang menelpon.

Dae Chul : Mungkinkah ini tentang kehidupan cintamu. Bertaruhlah. Semuanya.

Soo Hyun sedikit tersenyum.

Dae Chul pergi dan Soo Hyun menjawab telepon Seo Hee.

Seo Hee sendiri ada di kafe.

Seo Hee : Luangkan waktu untukku. Ada yang ingin kukatakan kepadamu. Ya, aku akan menunggu.

Ketua Tim Lee lagi kesal di ruangannya.

Ketua Tim Lee : Bagaimana aku bisa mengekspos wajahku? Sial.

Lalu Kabag. Jung datang, melaporkan bahwa Seo Hee mengunjungi Pak Lee.

Kabag. Jung memberikan flashdisk yang isinya rekaman saat Seo Hee datang ke penjara.

Ketua Tim Lee marah, mereka menganggap kita apa? Kenapa mereka sangat menyebalkan?

Ketua Tim Lee lalu memberi perintah, untuk menyingki*kan mereka.

Kabag. Jung : Mereka bertiga?

Ketua Tim Lee : Lee Chang Woo jangan.

Tapi Kabag. Jung maunya mereka bertiga untuk mencegah masalah di masa depan.

Ketua Tim Lee marah, dia di bawah kendali kita, lalu kenapa?

Kabag. Jung mengerti.

Kabag Lee menemui Kabag. Jung yang lagi bicara dengan Kabag. lain.

Kabag. Lee : Aku ingin bekerja di lapangan kali ini.

Kabag. Jung : Ini operasi eksklusif.

Kabag. Lee : Ayolah. Aku juga ingin membuat kakakku bangga. Mengingat pengalamanku, aku tidak mau juniorku meremehkanku. Kumohon?

Kabag. Jung kesal, tapi tetap mengizinkan.

Kabag. Lee senang dan beranjak keluar.

Kabag Jung lalu berkata, ini akan menjadi kesempatan bagi Kabag. Lee untuk sadar dimana tempatnya.

Kabag Jung : Dia pasti akan mengacau. Saat itu terjadi, lindungi dia. Dia harus tahu bahwa adiknya pecundang.

Seorang pria masih aja membuntuti Soo Hyun.

Dia melihat Soo Hyun masuk ke kafe, untuk menemui Seo Hee.

Seo Hee : Kenapa kau diam saja? Sudah kubilang aku menemui Lee Chang Woo.

Soo Hyun diam saja. Tapi wajahnya kesal.

Seo Hee : Jadi, kau tidak bisa berkata-kata saat marah.

Soo Hyun : Dan kau membuat lelucon saat merasa bersalah? Apa ini lucu bagimu? Bagaimana jika pria itu menyadarinya? Kau jauh lebih gegabah daripada dugaanku.

Seo Hee : Siapa pria itu? Kau akan takut kepadanya tanpa tahu siapa dia sebenarnya? Kita harus membuat jebakan.

Soo Hyun : Jebakan? Maksudmu kau sengaja mengunjungi Lee Chang Woo?

Seo Hee : Aku harus masuk ke kandang harimau jika ingin menangkapnya.

Soo Hyun : Nona Kim, kau harus berhati-hati. Atau kau bisa mendapat masalah besar.

Seo Hee : Kau juga sengaja mengunjungi Lee Chang Woo karena tahu dia akan mengawasi.

Soo Hyun : Karena aku…

Seo Hee : Tunggu dan lihat saja. Dia akan mendekati kita.

Soo Hyun lalu menunjukkan pesan yang dia diterima.

Soo Hyun : Dia sudah melakukannya.

Seo Hee membaca pesan itu.

Seo Hee : “Pukul 23.00 malam ini di bawah dermaga selatan Jembatan Kereta Api Dangsan.”

Soo Hyun : Aku melacak nomornya, dan itu ponsel sekali pakai.

Seo Hee : Kau akan pergi?

Soo Hyun : Tentu.

Seo Hee : Itu bisa sangat berbahaya.

Soo Hyun : Jika dia ingin membunuhku, aku pasti sudah tiada. Mungkin ada yang ingin dia katakan secara langsung. Aku harus mendengarnya.

Dong Rim ke kamar Kepala Pelayan Kwon. Dia membuka pintu dan berkata akan melakukannya.

Tapi Kepala Pelayan Kwon tak ada.

Kepala Pelayan Kwon lagi diluar.

Dia mendongak, menatap ke arah langit. Menunggu Pimpinan Kwon.

Dong Rim masih di depan kamar Kepala Pelayan Kwon.

Dia bilang dia harus menyelamatkan ayahnya dulu. Dia tak punya pilihan dan akan menjelaskan itu ke Woo Shin nanti. Dia yakin Woo Shin akan mengerti.

Bu Oh lagi melihat Kepala Chef memasak.

Buh Oh minta Kepala Chef gak berlebihan dalam menyalakan api.

Bu Oh : Kau bisa menyebabkan kebakaran.

Kepala Chef : Bu Oh, untuk hidangan Tiongkok, api adalah kuncinya.

Kamera menyorot detektor api.

Tae Sung ke ruang kendali.

Dia melihat di layar, telah muncul tulisan sistem peringatan kebakaran.

Tae Sung menekan tombol.

Segera, fire alarm system berbunyi karena sistemnya sudah diaktifkan Tae Sung tadi.

Kepala Chef bingung alarm bunyi, padahal dia memasak biasa saja.

Bu Oh : Sudah kubilang pelan-pelan. Kita harus keluar dari sini sebelum tembok apinya turun.

Hye Soo di kamarnya, mendengar bunyi alarm.

Lalu pelayan masuk dan menyuruh Hye Soo keluar.

Kepala Pelayan Kwon mendengar bunyi alarm dari luar.

Kepala Pelayan Kwon : Kebakaran?

Woo Shin melihat semuanya lari keluar.

Woo Shin langsung bergerak. Dia ke ruangan Pimpinan Kwon dan menyingkirkan karpet merah.

Dia ingin tahu apa yang ada di dalam lantai.

Tae Sung berkeliling.

Dia berpapasan dengan Sekuriti Park dan Kim.

Tae Sung tanya ke Sekuriti Park apa yang terjadi.

Sekuriti Park : Alarm kebakaran berbunyi di gedung utama.

Tae Sung kaget, apa?

Woo Shin terkejut tidak ada apa-apa di lantai.

Woo Shin : Tidak ada di sini. Bukan di sini.

Sekuriti Kim, Sekuriti Park dan Tae Sung ke ruang kendali.

Mereka melihat ke sistem di layar.

Tae Sung : Detektor panasnya bereaksi, tapi detektor asapnya mati.

Sekuriti Kim : Kalau begitu, mungkin ada malafungsi. Haruskah aku menonaktifkan sistemnya?

Tae Sung : Tidak, mungkin saja ini sungguhan. Periksa situasinya.

Kedua sekuriti itu pergi.

Tae Sung tersenyum.

Semua orang sudah diluar.

Dong Rim panic karena tak melihat Seketaris Yoon.

Hye Soo tanya ke Bu Oh apa yang terjadi.

Bu Oh : Kurasa itu alarm palsu. Tidak ada kebakaran. Aku yakin itu.

Hye Soo : Alarm palsu? Syukurlah.

Seorang pelayan mengatakan, mereka tak bisa menemukan Woo Shin.

Sontak lah Hye Soo kaget.

Tak lama Woo Shin keluar.

Woo Shin bilang dia mencari Dong Rim.

Woo Shin memanggil Dong Rim.

Woo Shin : Dong Rim-ah!

Dong Rim bilang dia tak melihat Seketaris Yoon.

Dong Rim bilang Seketaris Yoon tak bisa mendengar.

Woo Shin : Di mana kamarnya?

Hye Soo : Kau akan masuk? Itu berbahaya. Tembok api akan segera turun.

Woo Shin : Di mana kamarnya? Katakan!

Kepala Pelayan Kwon datang, lantai tiga. Pergilah ke kamar tidur utama. Dia seharusnya ada di sana. Aku menyuruhnya melakukan sesuatu di sana.

Woo Shin bergegas kembali ke dalam.

Tembok api mulai turun.

Woo Shin menerobos masuk ke ruangan Pimpinan Kwon dan masuk ruangan yang lain yang ada di sana.

Tapi Seketaris Yoon tak ada di sana.

Seketaris Yoon ada diluar.

Dia tengah menunggu kedatangan Pimpinan Kwon. Tak lama, dia melihat heli Pimpinan Kwon.

Kepala Pelayan Kwon berbohong.

Dia tersenyum senang.

Hye Soo melihat senyum Kepala Pelayan Kwon dan mulai curiga.

Woo Shin sadar dia dibohongi.

Dia bergegas lari keluar tapi temboknya sudah tertutup.

Dong Rim diluar, cemas setengah mati.

Sambil menutup hidungnya, Woo Shin kembali ke ruangan Pimpinan Kwon.

Dia berusaha mencari jalan keluar.

Woo Shin mengambil kursi dan berusaha menghancurkan jendela.

Tapi jendelanya tak bisa pecah.

Woo Shin mulai jatuh, karena menghirup asap terlalu banyak.

Hye Soo berlari ke dalam dan bertemu Sekuriti Kim.

Hye Soo : Hentikan sistemnya! Masih ada orang di dalam.

Tae Sung menerima panggilan dari Sekuriti Kim.

Sekuriti Kim bilang Woo Shin masih di dalam.

Tae Sung kaget.

Woo Shin mulai lemas.

Disaat seperti itu, Woo Shin menyadari ada yang aneh dengan bentuk langit2 di ruangan Pimpinan Kwon.

Tak lama kemudian dia menyadari nya.

Woo Shin : Aku menemukannya.

Bersambung….

Next epi :

Woo Shin kehilangan alat perekamnya!!

Seseorang mengambil alat perekamnya saat dia tengah ditolong oleh petugas.

*Nugu? Dong Rim kayaknya yang ngambil alat perekam Woo Shin.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
The Sweet Blood Ep 5
Read More

The Sweet Blood Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Sweet Blood Episode 5 (Gadis Vampir), Link selengkapnya terhadap daftar di tulisan ini lho.…
Read More

My Liberation Notes Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis My Liberation Notes Episode 10, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Read More

Red Shoes Ep 58 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 58 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…