Drama Korea

Adamas Eps 2 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 2 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca EPISODE SEBELUMNYA HERE

Sebelumnya…

Di Ares, Kabag Jung menyuruh semuanya berkumpul.

Dia bilang, mereka punya perintah untuk dilaksanakan.

Semua langsung beranjak ke ruang rapat. Kabag Lee menatap dingin mereka.

Mereka membahas target mereka, yaitu Saksi Kim.

Kabag Jung : Apa rutinitas target?

Rekannya bilang, mereka jalan2 setiap pukul 3 sore.

Kabag Jung : Bukankah itu di siang bolong?

Rekannya bilang lagi ada tempat terpencil di sepanjang rute. Itu titik buta tanpa kamera CCTV.

“Begitu rupanya, di sini pada pukul 15.40.”

“Dari sana ke gunung terdekat. Pak Kang sedang memeriksa area ini.”

“Dan tim pembersih?”

“Mereka akan bersiap tepat waktu.”

“Baiklah. Mari kita lakukan dengan benar.”

Kamera menyorot salah satu foto dari beberapa foto yang ada di bawah kaca meja.

Itu foto Soo Hyun dan Seo Hee yang bicara di depan apartemen Saksi Kim.

Hari sudah malam.

Tampak heli yang baru saja kembali dan mendarat di landasan kediaman Pimpinan Kwon.

Woo Shin melamun di depan jendela. Dia bertanya-tanya, kenapa orang itu tidak datang setelah mengiriminya surat.

Lah Dong Rim lagi ngaca, curhat sama Woo Shin kalau dia melihat wanita cantik tadi siang.

Dong Rim : Kudengar dia sekretaris Pimpinan. Dia benar-benar tipeku. Dia bergaya Osan. Begini, ibuku adalah wanita idamanku dan dia dari Osan.

Woo Shin nya gak ngerespon. Dong Rim berbalik dan tanya Woo Shin lagi apa.

Woo Shin : Tugas.

Dong Rim : Begitu rupanya. Kalau begitu, aku juga akan mengerjakan tugas.

Dong Rim pergi.

Woo Shin : Siapa dia?

Seketaris Yoon turun dari heli.

Sementara Dong Rim lagi olahraga malam. Dia berlari diluar dan berpapasan dengan dua staf keamanan.

Tak lama, Dong Rim melihat Seketaris Yoon.

Dong Rim : Wanita itu. Si wanita bergaya Osan.

Dong Rim pun bergegas mengejar Seketaris Yoon.

Seketaris Yoon masuk ke dalam. Tapi tak lama, dia dikejutkan dengan seseorang yang menarik tangannya.

Ternyata Dong Rim.

Dong Rim : Apa aku mengejutkanmu? Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menakutimu. Aku terus memanggil, tapi kau tidak menjawab. Aku Lee Dong Rim. Murid penulis memoar.

Seketaris Yoon diam saja menatapnya.

Dong Rim : Aku juga akan segera menulis bukuku. Kuharap kita bisa akur.

Seketaris Yoon mengangguk, lalu pergi.

Dong Rim : Dia Ratu Es. Keren sekali.

Dong Rim gak tahu Seketaris Yoon tidak bisa bicara.

Tapi benarkah Seketaris Yoon tidak bisa bicara?

Seketaris Yoon memberikan laporan medis dari RS Eunkook ke Kepala Pelayan Kwon.

Seketaris Yoon : Terima kasih. Aku memintamu melakukan ini karena aku bisa memercayaimu. Kecurigaanku akan terpecahkan sekarang. Jika dia pernah dioperasi, aku harus tahu. Jika dia berbohong, atas alasan apa…

Bu Kwon masuk.

Kepala Pelayan Kwon : Nanti kita bicara lagi.

SKepala Pelayan Kwon : melihat hasil medis itu. Ternyata itu hasil medis Woo Shin.

Tertulis di sana, kalau Woo Shin menderita patah tulang di tangan kiri.

Kepala Pelayan Kwon tak percaya dan melihat hasil rontgen Woo Shin. Dan diagnosa itu memang benar.

Bu Kwon memberitahu Kepala Pelayan Kwon kalau Pimpinan Kwon ingin bertemu.

Kepala Pelayan Kwon kaget, Pimpinan?

Bu Kwon : Ya, sekarang juga.

Kepala Pelayan Kwon : Sekarang juga? Kenapa?

Bu Kwon : Entahlah.

Kepala Pelayan Kwon lalu ingat kata2 Woo Shin tadi.

Woo Shin : Jika kau membuatku tidak nyaman, aku bisa menjadi sama agresifnya.

Kepala Pelayan Kwon marah. Dia curiga, Woo Shin lah yang melaporkannya.

Kepala Pelayan Kwon keluar dan bertemu Woo Shin di depan kamarnya.

Kepala Pelayan Kwon marah, teganya kau. Kau menyarankan hubungan yang baik hanya untuk mengkhianatiku!

Woo Shin : Mengkhianatimu?

Kepala Pelayan Kwon : Kau mengadukanku kepada Pimpinan!

Woo Shin : Aku tidak tahu ini soal apa, dan aku bahkan tidak tertarik. Bukan aku. Berhentilah mencurigaiku tanpa alasan.

Kepala Pelayan Kwon : Jika aku tidak berhenti, apa yang akan kau lakukan?

Woo Shin : Aku bersabar karena sopan santun, tapi jangan berharap lebih.

Kepala Pelayan Kwon : Jangan bersabar. Mari bertarung dan lihat berapa lama kau bisa menerima pukulanku.

Woo Shin : Bisa saja aku yang memukulimu.

Kepala Pelayan Kwon makin gondok dan melemparkan hasil medis Woo Shin ke Woo Shin.

Kepala Pelayan Kwon : Kau bukan tandinganku. Kau bangga karena Pimpinan Kwon menyukaimu?

Woo Shin : Dia menyukaiku? Aku tidak tahu itu.

Kepala Pelayan Kwon : Jangan bohongi dirimu. Itu bukan karena dia menyayangimu. Dia hanya teringat Tuan Min Jo!

Woo Shin : Tuan Min Jo?

Kepala Pelayan Kwon : Itu bukan urusanmu.

Woo Shin : Orang yang tewas dalam kecelakaan helikopter.

Woo Shin tersenyum, apa aku mirip dengannya?

Kepala Pelayan Kwon tambah sebal melihat senyum Woo Shin.

Kepala Pelayan Kwon : Senyum itu. Senyum menjijikkan itu. Seolah-olah kau bisa membaca hatiku.

Woo Shin : Melihat kebencianmu, kurasa kau tidak…

Kepala Pelayan Kwon : Jangan menyeringai. Kau tak tahu apa-apa!

Woo Shin : Itu menarik perhatianku. Terlebih lagi karena aku mirip dengannya.

Kepala Pelayan Kwon yang udah gak tahan lagi pun pergi.

Kepala Pelayan Kwon : Terlebih lagi?

Woo Shin melihat hasil medisnya.

Dia terkejut, apalagi itu dari RS Eunkook.

Sadarlah Woo Shin siapa yang mengundangnya ke kediaman Pimpinan Kwon.

Woo Shin pun bergegas menemui Hye Soo di kebun bunga.

Woo Shin : Bu Kwon memeriksa catatan operasiku. Sebenarnya, aku tidak pernah dioperasi. Seseorang memalsukan catatan itu. Direktur Eun Kyung Goo dari Pusat Medis Eunkook. Kau putri tunggalnya, Bu Eun.

Hye Soo menatap Woo Shin.

Hye Soo : Aku bisa menduga alasannya.

Woo Shin : Jika tahu aku berbohong, mereka akan tahu apa yang ada di tangan kiriku. Lalu mereka akan mempertanyakan tujuanku yang sebenarnya datang ke sini. Itu juga bisa membahayakanmu. Karena kau yang mengirimiku surat itu. Jika tidak, untuk apa membantuku?

Hye Soo : Kau benar. Itu aku.

Woo Shin : Tugasku akhirnya selesai.

Hye Soo terkejut mendengarnya.

Kepala Pelayan Kwon menghadap Pimpinan Kwon. Ada Seketaris Yoon di sana.

Pimpinan Kwon bertanya sambil membaca buku : Kau menyuruh Seketaris Yoon melakukan sesuatu untukmu tadi.

Kepala Pelayan Kwon menatap galak Seketaris Yoon.

Pimpinan Kwon : Jangan lihat dia. Tentu saja aku menyadari ketiadaan sekretarisku.

Kepala Pelayan Kwon : Maafkan aku. Ada urusan mendesak yang harus kuurus.

Pimpinan Kwon : Tebakanmu ternyata salah. Jangan ganggu Pak Ha.

Kepala Pelayan Kwon : Tuan, jangan biarkan dia menipumu.

Pimpinan Kwon kesal dan menatap Kepala Pelayan Kwon, kau pikir aku bisa dibodohi?

Kepala Pelayan Kwon : Bukan itu maksudku. Pak Choi bilang penulis itu tampak seperti mencari seseorang. Aku hanya mencari tahu siapa…

Pimpinan Kwon : Pak Ha bekerja untukku.

Pimpinan Kwon memberitahu Kepala Pelayan Kwon alasan Woo Shin masuk ke hutan.

Woo Shin mengaku mengikuti Hye Soo.

Woo Shin : Kupikir aku akan menggunakan pertemuan kebetulan untuk berkenalan dengannya. Aku akan menerima saranmu. Kemarin, kau bilang ingin tahu apa yang dia pikirkan dan memintaku memberitahumu semua yang dia katakan.

Flashback end…

Pimpinan Kwon : Itulah yang terjadi, jadi, jangan ikut campur.

Kepala Pelayan Kwon masih membantah, Pimpinan…

Pimpinan Kwon menghentakkan bukunya ke meja dengan keras.

Pimpinan Kwon : Kubilang hentikan. Kau dan kecurigaanmu bertingkah lagi!

Kepala Pelayan Kwon : Bukan begitu. Aku tahu kau terlalu murah hati kepadanya. Aku bisa berasumsi kenapa kau memilihnya untuk menulis memoarmu. Senyumnya persis Tuan Minjo…

Dan, Pimpinan Kwon melemparkan buku ke dahi Kepala Pelayan Kwon.

Dahi Kepala Pelayan Kwon terluka.

Kepala Pelayan Kwon : Maafkan aku. Aku tak bermaksud membicarakannya.

Pimpinan Kwon : Kau makin tua. Kau sudah lupa? Makin banyak bicara, makin pen**k usiamu.

Kepala Pelayan Kwon keluar.

Dia mendesis, Ha Woo Shin….

Woo Shin bertanya, darimana Hye Soo tahu tentang apa yang Hye Soo tulis di surat itu.

Flashback….

Woo Shin berjalan dibawah hujan deras menuju ke rumah Soo Hyun. Dia memakai pakaian duka. Lalu dia menemukan sebuah surat di depan rumah.

Dari kejauhan, Hye Soo menatap Woo Shin dari dalam mobilnya.

Woo Shin masuk dan membacanya.

Woo Shin : Lee Chang Woo bukan pelaku yang sebenarnya. Senjata pembu***an yang hilang adalah simbol Haesong. Panah berlian, Adamas.

Flashback end…

Hye Soo bilang dia tahu dari suaminya.

Woo Shin : Maksudmu Pak Kwon Hyun Jo?

Hyun Jo sendiri lagi di sauna. Seketarisnya memberikan ponsel kepadanya.

Seketaris : Dia terhubung, Pak.

Hyun Jo : Hai, Pak Lee. Tentang skenario tadi, kenapa kita tidak membuat skenario bu*** diri, alih-alih menghilang? Itu mungkin tampak lebih tulus.

Kembali ke Woo Shin dan Hye Soo.

Woo Shin : Pak Kwon memberitahumu?

Hye Soo : Lebih tepatnya, dia mengoceh.

Hye Soo lalu menatap bunga poppy. Dia bilang itu milik Hyun Jo.

Kita ditunjukkan flashback… Hyun Jo yang mabuk dan berbaring di sofa, meracau di depan Hye Soo.

Dia bilang, ayahnya membu**h seseorang dengan Adamas.

Hye Soo kaget.

Flashback end..

Hye Soo : Kudengar dia bilang begitu dan mengirimimu surat.

Woo Shin : Kenapa? Itu tidak ada hubungannya denganmu.

Hye Soo : Itu tidak penting sekarang. Kenapa kau datang ke tempat ini? Jawab aku.

Woo Shin : Aku akan mencuri Adamas. Untuk mengungkap bahwa itu digunakan untuk pembunuhan, hasil autopsi dan Adamas harus dikumpulkan. Apa Haesong akan bekerja sama? Tidak, tidak akan pernah.

Hye Soo : Apa kau sudah gila?

Woo Shin : Kau harus membantuku.

Hye Soo : Untuk apa?

Woo Shin : Kau memanggilku kemari. Setelah menerima surat itu, aku ditawari menulis memoar Pimpinan. Kebetulan? Tampaknya, seseorang sangat merekomendasikanku. Karena kau mengirimiku surat itu…

Hye Soo : Bukan aku. Aku tak merekomendasikanmu.

Woo Shin : Lalu siapa…

Hye Soo : Itu masalahnya. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan di sini.

Soo Hyun masuk ke rumahnya.

Dia tak sadar seseorang mengikutinya.

Soo Hyun menyalakan TV dan rebahan di sofa.

TV memutar berita Saksi Kim. Soo Hyun gak konsen karena memikirkan kasus ayah tirinya.

Woo Shin akhirnya melirik ke TV. Dia kaget dan langsung duduk.

Reporter : Diasumsikan bahwa sang suami akhirnya membuh istrinya setelah menderita karena merawatnya, dan bu* diri dengan melompat dari apartemen mereka.

Soo Hyun kaget. Dia tak percaya Saksi Kim bu*** diri.

Seseorang masuk.

Soo Hyun menoleh ke pintu.

Soo Hyun : Siapa kau?

Bersambung…

Next Eps :

Soo Hyun menemui Pak Lee di penjara.

Soo Hyun : Senang bertemu denganmu lagi. Aku membutuhkan bantuanmu.

Rahmi Iza

ARTIKEL TERBARU