Adamas Eps 11 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 11 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca EPISODE SEBELUMNYA HERE

Sebelumnya…

Hye Soo bicara dengan Woo Shin. “Kim Seo Hee. Kau tahu reporter itu, bukan? Saksi itu. Kenapa kita tidak memanfaatkannya?”

Woo Shin gak ngerti, memanfaatkan?

Hye Soo : Dia bisa mengeklaim pernah melihat Pimpinan di TKP 22 tahun lalu.

Woo Shin : Kau ingin dia bersaksi palsu?

Hye Soo : Benar.

Woo Shin : Itu tidak masuk akal.

Pelayan lewat membawa miras. Woo Shin mengambil dua gelas, satu untuknya dan satu lagi untuk Hye Soo. Setelah itu, pelayan pergi.

Woo Shin : Menurutmu kita bisa menangkapnya tanpa bukti kuat?

Hye Soo : Setidaknya mereka akan mulai menyelidiki kasus itu.

Woo Shin : Aku tidak bisa melakukan itu.

Hye Soo : Mungkin kau tidak. Tapi SIH mungkin bisa.

Tanpa mereka sadari, Kepala Pelayan Kwon menatap mereka dari kejauhan.

Hye Soo mengancam Woo Shin. Jika Woo Shin gagal lagi kali ini, maka di takkan menunggu metode Woo Shin lagi.

Hye Soo beranjak pergi.

Woo Shin menatap Kepala Pelayan Kwon. Dia pun tersenyum sambil mengangkat gelasnya.

Kepala Pelayan Kwon kesal, dan beranjak pergi.

Acara puncak dimulai. Kepala Pelayan Kwon naik ke atas panggung.

Kepala Pelayan Kwon : Semuanya. Sambutlah Pimpinan Kwon Jae Kyu dari Grup Haesong.

Pimpinan Kwon masuk bersama Seketaris Yoon. Para tamu langsung berdiri dan para reporter mengambil gambarnya.

Pimpinan Kwon naik ke panggung.

Pimpinan Kwon : Halo, aku Kwon Jae Kyu. Jika kalian tidak mengenalku, tolong tetap berdiri. Aku ingin berterima kasih dengan tulus karena menghadiri upacara hari jadi ke-80 kami. Teruslah melihat kami tumbuh dan tetap bersama kami sepanjang perjalanan ini.

Pimpinan Kwon melirik Hyun Jo. Dia melihat ekspresi wajah Hyun Jo yang menunjukkan kebosanan.

Pimpinan Kwon : Aku harus mempersingkatnya, ‘kan? Baiklah. Akan kulakukan. Aku memutuskan untuk mundur. Acara ini juga upacara pensiunku. Hampir lupa. Ada yang ingin kuberikan sebelum kalian pergi. Aku malu mengatakan ini. Tapi aku sudah menerbitkan memoarku sendiri. Akan kuberikan kepada kalian semua, jadi, silakan ambil satu. Tentu saja, ini gratis.

Para tamu bertepuk tangan.

Pimpinan Kwon : Aku tidak punya penyesalan. Aku sudah melakukan yang terbaik. Kuharap pemimpin baru Haesong juga tidak akan menyesal saat dia pensiun di masa depan. Aku akan memperkenalkan putraku. Kwon Hyun Jo.

Hyun Jo naik ke panggung diiringi tepuk tangan para tamu.

Seketaris Yoon tersenyum bangga menatap kekasihnya.

Pimpinan Kwon duduk di tempat Hyun Jo tadi.

Hyun Jo : Halo, aku Kwon Hyun Jo. Hari ini menandai awal bagiku.

Hyun Jo lalu menarik napasnya.

Pak Kang dilapori anak buahnya.

“Pak, ada masalah.”

Para tim keamanan langsung berlari mendekati Seo Hee setelah menerima informasi bahwa terjadi keadaan daruratdi lobi lantai satu.

Pak Kang menyuruh anak buanya mengevakuasi semua pekerja dan mengendalikan media.

Para pekerja langsung berlari keluar gedung. Fire alarm berbunyi.

Setelah semua para pekerja keluar, tim keamanan menutup pintu gedung SIH.

Lalu Pak Kang datang melihat Seo Hee.

Seo Hee : Ini detonator. Aku sudah menekan tombolnya. Akan meledak begitu kulepaskan. Mereka hendak mengirim orang lain jika aku tidak pergi. Mereka bisa saja mengawasi kita.

Pak Kang : Bertahanlah. Kita akan segera menyelesaikan ini.

Pak Kang menyuruh anak buahnya menghubungi tim penjinak bom.

Sun lagi menatap layar laptopnya yang menampilkan tulisan ‘no signal’.

Lalu dia mengelap sepatunya yang bernoda darah Seo Hee.

Sun : Kau mempertaruhkan nyawamu untuk menjadi orang yang adil. Melelahkan sekali.

Sun ingat saat tadi Seo Hee menolak membawa bom.

Sun pun mengambil beberapa lembar kertas yang berisi informasi warga sipil dan foto.

Sun : Kalau begitu, pilih satu. Aku suka nenek ini. Putra dan menantunya meninggal dalam kecelakaan mobil, jadi, dia mengurus cucunya yang masih kecil.

Seo Hee : Dia sudah berumur panjang. Aku tidak peduli.

Sun : Bukan mereka yang akan membawa bomnya. Yang akan melakukan itu adalah mereka.

Sun menunjukkan foto2 anak kecil. Omo…

Seo Hee terkejut.

Sun berniat menstaples foto itu ke paha Seo Hee, tapi tidak bisa.

Sun : Kenapa tidak bisa?

Sun lalu tanya pendapat Seo Hee.

Sun : Apa kau berubah pikiran?

Ketua Tim Lee datang.

Ketua Tim Lee : Kim Seo Hee-ssi. Senang bertemu denganmu lagi. Kita punya sejarah panjang, ‘kan? Semuanya dimulai 22 tahun lalu. Ini seperti film.

Seo Hee : Kenapa kau melakukan ini kepadaku?

Ketua Tim Lee : Aku? Kepadamu? Apa yang kulakukan? Itu kesalahpahaman. Sungguh tidak adil. Ini semua perbuatanmu. Kau yang melihatku 22 tahun lalu. Kau yang mengaku sebagai saksi kasus yang berusaha kukubur dengan menghantam kepala ibumu. Kaulah yang membunuh ibumu. Kau juga yang membunuh ayahmu.

Seo Hee : Jika ingin mengebom SIH maka kau bisa saja melakukannya. Jadi, kenapa kau harus memilihku dari semua orang?

Ketua Tim Lee : Kau harus menebus dosa-dosamu dengan memakai sabuk peledak dan mengorbankan dirimu. Siapa tahu? Mungkin jika melucutinya, kau akan membunuh semua orang kecuali dirimu sekali lagi. Akan bagus bagi kita jika itu terjadi.

Seo Hee mulai takut mendengar itu.

Pak Kang melakban tangan Seo Hee yang memencet tombol detonator.

Pak Kang : Gegana akan segera tiba. Jangan takut. Kau harus tetap tenang.

Seo Hee : Tim A tidak mengirimku hanya untuk membalas dendam. Detonatornya ada di tanganku. Jika ini meledak, aku yang akan disalahkan.

Woo Shin di mejanya, terus melirik jamnya.

Tak lama kemudian, dia beranjak keluar.

Tae Sung mengambil senapanya dari gudang listrik.

Woo Shin melihat Pimpinan Kwon sedang berbincang dengan Seketaris Yoon.

Woo Shin pun mendekati mereka. Seketaris Yoon langsung beranjak ke pinggir.

Mereka melihat Hyun Jo yang lagi bicara dengan para tamu didampingi Hye Soo.

Woo Shin : Putramu tampak gembira.

Pimpinan Kwon : Dia mungkin sangat bahagia. Impiannya adalah memimpin Haesong sejak dia bisa membaca.

Woo Shin : Mereka semua mengelilingi matahari baru. Kau tidak terluka?

Pimpinan Kwon : Itulah kehidupan. Satu matahari terbenam, dan yang lain terbit. Ha Cakka, kau tahu kenapa kugunakan berlian untuk membuat Adamas?

Woo Shin : Tidak, tapi aku penasaran. Apa ada alasan khusus untuk itu?

Pimpinan Kwon : Aku ingin menjadi seseorang yang tidak akan pernah hancur atau ditaklukkan. Hanya orang bodoh yang menantangku. Dan akhirnya mereka hancur.

Woo Shin : Aku yakin begitu. Kapan kau akan mengungkap Adamas…

Tiba2, kembang api meletus.

Mereka pun bergegas melihat kembang api.

Woo Shin ingat percakapannya dengan Tae Sung sebelum hari H.

Tae Sung : Waktu pembukaan belum diumumkan. Kita harus membuat tanda. Mari kita bergerak saat kembang api dinyalakan. Kita harus mematikan sistem pengawasan.

Tae Sung di hutan.

Dia menembak drone, satu per satu.

Dong Rim di kamarnya, terlihat tegang.

Dia melihat keluar jendela.

Dong Rim : Sudah dimulai.

Pimpinan Kwon dan Woo Shin keluar. Mereka melihat kembang api.

Pimpinan Kwon : Mari bersabar. Bu Kwon bilang dia menyiapkan kejutan.

Woo Shin menatap Kepala Pelayan Kwon.

Staf keamanan Haesongwon panic sistem mereka tidak berfungsi.

Tae Sung masuk, hubungi polisi. Biarkan mereka bekerja. Kita tidak bisa mencari bantuan selarut ini. Mereka semua tamu naratama. Jika sesuatu terjadi kepada mereka, kita semua akan dipecat.

Sekuriti Park membentak rekannya karena diam saja.

Sekuriti Park : Apa yang kau lakukan? Telepon mereka dan katakan kita akan membayar mahal!

Sekuriti Park dan Tae Sung saling berpandangan.

Para polisi mulai bergerak setelah mendapatkan aba2.

Tim gegana berusaha mengambil bom dari badan Seo Hee.

Dari lantai atas, Pak Kang melihat bersama ketua tim gegana.

Ketua Tim Gegana merekam proses pengambilan bom.

Ketua Tim Gegana : Kami akan mengambil bom dari tersangka dan menjinakkannya di tempat aman.

Tapi bom itu tidak bisa diambil. Mereka butuh mesin pemotong oksigen, tapi bisa menimbulkan percikan.

“Kita akan melucutinya di sini.”

Pak Kang memberi perintah pada anak buahnya, siapkan ruang kendali. Bergerak ke radius 60 meter.

Lalu dia pergi.

Para polisi mulai melakukan evakuasi orang2 di jalan.

Pak Kang dan anak buahnya ke atap gedung dan melihat situasi di bawah.

Pak Kang : Mengingat ukurannya, daya ledaknya akan sangat besar. Pecahannya akan terbang dan melukai semua orang.

Pak Kang melihat dua tim gegana yang sedang mengobrol.

Pak Kang : Mereka mungkin sedang menyiapkan penembak runduk. Untuk skenario terburuk. Mereka tidak bisa memercayai tersangka. Itu yang harus mereka lakukan untuk mencegah hal terburuk.

Anak buah : Tersangka yang kau maksud itu…

Pak Kang : Nona Kim. Dia memegang detonatornya. Di mata mereka, dia pengebom bunuh diri.

Anak buah : Itukah alasanmu melakbannya? Agar dia tetap menekannya, meski tertembak?

Pak Kang lalu masuk ke tenda para tim gegana.

Pak Kang : Kami akan mengambil alih dari sini. Dia bukan pengebom bunuh diri. Ada orang lain.

Ketua Tim Gegana : Itu masalah yang lebih besar. Itu artinya seseorang bisa mengendalikan ledakan itu dari jauh. Siapa pun dalam radius tiga kilometer mampu melakukan itu. Berharap saja dia pengebom bunuh diri. Artinya kita akan aman selama dia menekannya. Kami akan mengendalikan TKP.

Ketua Tim Genana pergi.

Pak Kang kembali keluar. Dia mengedarkan pandangannya ke semua orang, mencoba mencari tahu pelaku pengeboman sebenarnya.

Tapi dia tidak melihat siapapun. Dia pun kesal.

Tanpa dia sadari, ada Anggota Tim A yang menyamar sebagai Tim Gegana.

Bantuan level dua tiba.

Ketua Tim Gegana memberi perintah pada anak buahnya.

Sementara para penembak jitu, siap menembak Seo Hee.

Ketua Tim Gegana : Jika dia bersikap mencurigakan,segera lanjutkan ke tahap dua. Bersiap. Tembak sesuai perintah.

Pak Kang kaget mendengar itu.

Tim Gegana mulai memotong kabel yang terhubung ke detonator.

Ketua Tim Gegana dan Pak Kang menonton proses pengevakuasian bom.

Tapi Tim Gegana tak tahu kabel manayang terhubung ke detonator.

Ketua Tim Gegana : Hanya butuh satu ledakan. Lebih baik melakukannya satu per satu, meski akan butuh waktu.

Mereka berhasil melucuti satu kabel.

Lah Sun juga menonton proses itu.

Dia senang, mereka dapat satu.

Soo Hyun tiba di lobi Haesongwon. Ada dua staf keamanan disana.

Soo Hyun : Di mana Pak Choi?

Keamanan bilang dia sedang mengurus masalah keamanan.

Soo Hyun mengerti dan mau pergi tapi staf keamanan memanggilnya.

“Pak Ha, mau kuantar menemuinya?”

Soo Hyun langsung mengambil kesempatan itu, tentu. Terima kasih.

Dong Rim masih di kamar. Dia tegang karena disuruh Woo Shin menarik perhatian.

Woo Shin : Tarik perhatian agar mereka tidak tahu aku pergi.

Dong Rim meyakinkan dirinya kalau dia bisa melakukan itu.

Woo Shin yang lagi makan, gelisah karena Dong Rim belum datang.

Dia berkali2 mengedarkan pandangannya dan melihat Bu Oh di dekat meja yang memajang memoar Pimpinan Kwon.

Bu Oh melihat Woo Shin. Dia tersenyum.

Pimpinan Kwon memberi ucapan selamat pada Hyun Jo.

Hyun Jo : Terima kasih, Ayah.

Pimpinan Kwon : Lakukan yang terbaik apa pun hasilnya.

Hyun Jo : Aku masih kurang dalam banyak hal. Aku butuh bantuan ayah.

Pimpinan Kwon : Jangan konyol. Aku tidak akan terlibat apa pun. Begitu kuselesaikan tugas terakhirku.

Dong Rim datang. Dia mengedarkan pandangannya, nyariin Woo Shin.

Dia juga melihat Bu Oh. Wajahnya sangat tegang.

Dong Rim lalu mendekati meja memoar Pimpinan Kwon. Dia melihat2.

Bu Oh melihatnya dan mengusirnya.

Dong Rim : Aku hanya ingin melihat-lihat.

Dong Rim berdiri tapi pura2 jatuh lagi.

Dong Rim : Astaga, sakit.

Bu Oh makin panic.

Woo Shin berdiri. Dia melirik jamnya.

Seketaris Yoon melihat dia pergi.

Dong Rim mengedarkan pandangan, nyariin Woo Shin. Sadar Woo Shin udah pergi, Dong Rim juga pergi.

Seketaris Yoon mengikuti Woo Shin. Dia melihat Woo Shin naik ke lantai 3.

Tiba2, Hye Soo datang menghalangi jalannya.

Hye Soo : Seketaris Yoon, ambilkan aku segelas sampanye. Sekarang juga.

Hye Soo menatap Seketaris Yoon dengan tegas. Terpaksalah Seketaris Yoon pergi.

Para polisi tiba di Haesongwon.

Sekuriti Park : Aku akan mengambil ponsel kalian. Kalian tidak boleh membawanya masuk. Biar kuberi tahu area mana yang akan kalian patroli.

Salah seorang polisi, melihat Tae Sung.

Dong Rim beranjak keluar. Wajahnya masih tegang.

Dong Rim : Aku melakukan perintahnya, jadi, mungkin aku melakukannya dengan baik, ‘kan? Aku melihatnya pergi. Dia berbakat membuatku khawatir.

Soo Hyun mendadak muncul, mengejutkan Dong Rim.

Dong Rim : Astaga! Pak Ha!

Soo Hyun : Lama tidak bertemu. Dimana Woo Shin?

Soo Hyun beranjak masuk.

Dong Rim mengejar Soo Hyun.

Dong Rim : Jaksa Song, tunggu!

Bersambung ke part 2….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 71 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 71 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Adamas Eps 12 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 12 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…