Drama Korea

A Superior Day Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis A Superior Day Episode 8, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

foto: ocn

Shi Woo menyuruh Tae Jin memberikan waktu untuk membuat lukisan terakhirnya. Kamu terpojok, tapi meminta waktu hanya untuk melukis tanya Tae Jin. Bukan “hanya” untuk melukis, semua orang akan mengakuinya saat melihat lukisan sempurnaku, mereka akan menyadari siapa aku, betapa hebatnya aku, dan betapa berbedanya aku dari mereka ucap Shi Woo. Haruskah aku terus mendengarkan kegilaan ini tanya Tae Jin.

Serahkan Lee Ho Chul dan Lee Soo A kepadaku maka aku akan membunuh Ho Chul yang menghalangimu dan menyelesaikan lukisan terakhir dengan bahan dari Soo A jadi mari kita membuat kesepakatan karena tujuan akhirku adalah menyelesaikan lukisanku, biarkan aku melakukan itu maka aku akan membiarkanmu membunuhku ucap Shi Woo. Aku akan menerima kesepakatan itu ucap Tae Jin.

foto: ocn

Ho Chul memeluk Soo A yang menangis karena ketakutan dan menenangkannya. Tae Jin dan Shi Woo berjaaln bersama menuju tempat Soo A di sekap. Tanpa Tae Jin sadari, Shi Woo mengambil obeng yang berada di sana dan menyembunyikannya di balik bajunya. Ho Chul membawa Soo A berdiri setelah melihat Shi Woo dan Tae Jin datang, bertanya apa yang kalian lakukan kenapa kalian bersama.

Aku menyuruhmu menunggu Soo A tapi kamu membuatku kesulitan ucap Shi Woo. Mereka milikmu, waktumu tidak banyak jadi bergegaslah ucap Tae Jin kepada Shi Woo. Shi Woo berjalan mendekati Ho Chul dan Soo A seraya mengeluarkan obeng yang di bawanya kemudian berbalik dan memojokkan Tae Jin di dinding mulai menusuk perutnya berkali-kali menggunakan alat tersebut dan memukulinya menggunakan rantai saat Tae Jin akan menyerangnya balik.

foto: ocn

Hal itu digunakan Ho Chul untuk melarikan diri. Setelah melihat Tae Jin yang tergeletak di lantai, Shi Woo segara pergi mencari Ho Chul dan Soo A. Karena Soo A terjatuh, Ho Chul menggendong Soo A di punggungnya dan kembali pergi dari sana. Di sisi lain tempat Soo A di sekap, Tae Jin yang tadinya tergeletak di lantai sudah tidak ada disana. Ho Chul membawa Soo A bersembunyi kemudian menyuruh Soo A tetap disni.

Ho Chul keluar saat Shi Woo handak mendekati tempat Soo A berada kemudian berkata mari akhiri urusan kita lagi pula aku yang kamu butuhkan. Tapi di mana Soo A tanya Shi Woo kemudian berkata aku membutuhkannya untuk sesuatu karena aku butuh bahan untuk menyelesaikan lukisanku. Dasar gila, itu alasanmu membunuh mereka tanya Ho Chul.

foto: ocn

Aku hanya memberi mereka kesempatan untuk memanfaatkan kematian mereka karena mereka semua sangat ingin menjadi terkenal dan berkatku, nama mereka dicetak di koran berkali-kali, selain itu mereka menjadi bagian dari lukisan sempurnaku ucap Shi Woo.

Aku kasihan padamu karena kamu membunuh orang dan membenarkannya dengan cara yang tidak masuk akal untuk mencari alasan hidup tapi kamu manusia rendahan yang hanya mengandalkan naluri dan keinginanmu ucap Ho Chul.

Shi Woo mengeluarkan pisau seraya berkata kalau begitu akan kutunjukkan betapa unggulnya aku. Dengan memegangi perutnya, Tae Jin berjalan menaiki tangga. Shi Woo menyerang Ho Chul menggunakan pisau miliknya dan dengan cepat Ho Chul mengindar, membuat mereka terlibat perkelahian. Shi Woo berlari mendekati Soo A membawanya berdiri kemudian melihat plester di jari Soo A, membuatnya berteriak marah.

Tae Jin yang baru datang segara mencekik leher Shi Woo menggunakan kain. Ho Chul yang melihat hal tersebut segera membawa Soo A pergi. Setelah Shi Woo kehabisan nafas dan tergeleak di lantai, Tae Jin juga pergi dari sana. Bersama dengan Seong O, Jung Hye pergi ke basement menemukan darah yang berceceran di lantai dan menemukan tas milik Soo A.

Tae Jin menghadang Ho Chul yang akan pergi. Ho Chul mengeluarkan granat asap yang di bawanya kemudian menelparkannya di depan Tae Jin dan pergi dari sana.

foto: ocn

Seung O dan Jung Hye sedang berada di rumah Tae Jin kemudian pergi ke remah Shi Woo setelah Yoon Tae menyuruh datang. Ini berbeda ucap Jung Hye setelah melihat bagian tubuh seseorag yang di awetkan di dalam kaca kemudian kembali berkata yang kulihat adalah lukisan tapi ini modelnya dan jumlahnya sama dengan lukisan yang kulihat.

Berarti dia akan kembali ke sini, dia tidak mungkin pergi tanpa membawa ini ucap Yoon Tae kemudian menyuruh yang lainnya tetap wasapada. Apa hal terpenting baginya mode atau lukisan guman Jung Hye.

Ho Chul melawan Tae Jin yang menyerangnya. Sementara Soo A menuruni tangga menuju arcade yang disuruh oleh Ho Chul karena disana sudah ada Jung Min yang menunggu. Di sisi lain, Jung Min sedang berada di depan gedung apartement, melihat asap dan segera mengubungi polisi memberi tahu lokasinya yaitu di taman atap kemudian memanggil Soo A yang baru datang. Sementara para polisi segera menuju atap.

foto: ocn
foto: ocn

Jung Hye menjawab panggilan telepon dari Jung Min yang memberi tahu kalau Soo A sudah di temukan kemudian pergi menemui Soo A, sementara para polisi kembali menuju atap. Setelah mengambi dahan kayu Tae Jin terjatuh dengan darah yang terus keluar. Ho Chul mendekati Tae Jin dan menekan luka di perutnya untuk menghentikan pendarahan seraya berkata aku tidak bisa mengabaikan orang yang sekarat meski orang itu adalah kamu.

Shi Woo membuka matanya, terbatuk kemudian bangun dan mengambil pisau yang berada di dekatnya. Tae Jin melihat Shi Woo datang mendorong Ho Chul ke samping membuat dirinya tertusuk pisaunya kemudian menancapkan kayu yangdi pegangnya dipaha Shi Woo. Ho Chul mendekati Tae Jin melihat pisau yang menancap di punggunya seraya berkata jika menarik ini, kamu akan mati.

Seraya menahan kesakitan di kakinya, Shi Woo menyuruh Ho Chul menarik pisaunya. Ho Chul hanya diam dan menyuruh Tae Jin bertahan. Semenatara Shi Woo pergi dari sana karena mendengar sirine polisi. Selama dia masih hidup, ini tidak akan berakhir ucap Tae Jin. Setelah tiba di atap, para polsi segera membantu Tae Jin. Sementara Yoon Tae dan lainnya masih berada di rumah Shi Woo menunggu kedatangannya.

foto: ocn
foto: ocn

Shi Woo berada di dalam mobilnya dan tengah menahan kesakitan di kakinya saat menjabut dahan kayu kemudian mengikat kakinya dengan menggunakan syal dan melihat tangannya yang terdapat noda darahnya sendiri. Dengan tertatih, Shi Woo berjalan di statiun dengan membawa hasil lukisannya kemudian meletakkannya di lantai setelah menemukan sisi dinding yang kosong dan tertawa.

Shi Woo kecil membuka pintu kamar ibunya dan melihat sang ibu tengah tertidur, sementara di tangannya ia membawa pisau. Setelahnya sang ibu masih berbaring di tempat tidur dengan berlumuran darah. Saat berada di dalam mobil polisi, Shi Woo kecil tersenyum ketika para polisi memujinya seniman berbakat. Shi Woo melihat lukisannya yang sudah terpajang rapi di dinding kemudian melihat tangannya sediri seraya berkata aku makhluk paling sempurna.

foto: ocn

Ho Chul menemukan mobil Shi Woo yang terparkir di dekat taman dengan keadaan bagasi dan pintunya terbuka. Shi Woo mengambil kapak yang berada di dalam tasnya kemudian menggulung lengan jaketnya dan memotong tangannya, membuat darah memnucarat keluar dan bercucuran di lantai. Dengan menahan sakit, Shi Woo membuat lukisan tangan dengan menggunakan darahnya kemudian memajangnya di dinding.

Dia membunuh mereka untuk ini tanya Ho Chul saat melihat Shi Woo kemudian mengambil selang dan menyemprotkan airnya kearah lukisan Shi Woo, membuat lukisannya berjatuhan. Kwon Shi Woo, sekarang sudah usai ucap Ho Chul. Kamu pikir ini akan mengakhiri semuanya tanya Shi Woo kemudian berkata tapi tidak ada akhir bagiku karena hanya ada awal yang baru. Para polisi berdatangan dan segera menagkap Shi Woo. Shi Woo hanya dia, tertawa tapi matanya mengeluarkan air mata.

foto: ocn

Jung Hye sedang menunggu Soo A di rumah sakit. Setelah menanyakan keberadaan Soo A pada resepisonis, Ho Chul segera pergi ke ruanganya menanyakan kondisi Soo A kepada Jung Hye. Dia baik-baik saja dan tidur setelah diinfus jawab Jung Hye kemudian menanyakan keadaan Ho Chul. Aku baik-baik saja jawab Ho Chul kemudian pergi karena memberikan pernyataan. Semua yang kamu katakan benar, kerja bagus ucap Yoon Tae kepada Jung Hye.

foto: ocn
foto: ocn

= Dua tahun kemudian =

Ho Chul menjemput Soo A di sekolahnya kemudian pergi ke makam Dong Joo kemudian pulang ke rumah. Dengan di bawa polisi, Direktur Joo menemui Pak Kim kemudian memberikan foto Ho Chul dan keluarganya seraya berkata kamu menangani semuanya dengan baik tanpaku.

Dia sama seperti beberapa hari lalu, kecerdasan dan keterampilan sosialnya menurun drastic setara dengan anak usia tujuh tahun jadi sulit mengirimnya ke penjara biasa ucap seorang polisi kepada rekannya seraya melihat Tae Jin yang berada di dalam ruang introgasi.

“Rumah Sakit Yudisial Nasional”

Tae Jin menghentikan langkahnya saat berada di depan ruangan Shi Woo dan tersenyum kemudian kembali pergi bersama dengan petugas. Semetara didalam, Shi Woo memukul-mukulkan tangannya yang di potong kedinding, membuat darahnya keluar dan menempel di dinding.

foto: ocn

Jung Hye kembali ke ruangannya dan duduk di kursinya, mengambil kue meletakannya di meja kemudian menjawab panggilan dari Sun Woo menanyakan keadaannya. Tentu saja jawab Sun Woo kemudian memberi tahu kalau Tae Jin dirawat di tempat Si Woo berada dan mengajak Jung Hye minum bersama kemudian menutup teleponnya.

Tae Jin berjalan memasuki ruangan Shi Woo di rawat kemudian mengeluarkan sebuah bolpoin yang di bawanya dan mendekati Shi Woo yang sedang berbaring dan mengarahkan bolpoin tersebut kepada Shi Woo. Shi Woo membuka matanya.

foto: ocn
foto: ocn

Ho Chul, Jung Hye dan Soo A berada di mobil dalam perjalanan menuju rumah seraya mengobrol. Setibanya di rumah mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, merayakan ulang tahun Soo A bersama-sama. Seseorang bertudung, membunyikan bel di rumah Ho Chul dan meninggalkan sebuah foto keluarga Ho Chul di depan rumah.

SELESAI…..

Terima kasih sudah mengikuti dan membaca A Superior Day yang aku tulis dari awal sampai akhir. Maaf jika ada kata-kata kurang berkenang di hati semua pemaca. Sampai bertemu lagi di drama-drama yang lain. Jangan pernah bosan untuk membaca sinopsis drama yang aku tulis, salam A2One.

A2One